Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPutu Wijaya
Artikel Wikipedia

Putu Wijaya

I Gusti Ngurah Putu Wijaya adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah seorang penulis drama, cerpen, esai, novel, skenario film dan sinetron, tokoh teater, dan pelukis

sastrawan Indonesia
Diperbarui 19 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Putu Wijaya
LahirI Gusti Ngurah Putu Wijaya
11 April 1944 (umur 82)
Tabanan, Bali
PekerjaanPenulis, tokoh teater, pelukis
BahasaIndonesia
KebangsaanIndonesia
PendidikanSarjana Hukum (Universitas Gadjah Mada)
Periode1960-an – sekarang
Genredrama, novel, cerpen, esai
GerakanRealisme magis
Karya terkenalTelegram, Pabrik, dll
Penghargaan terkenalSayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta1979 dan 1980
Penulis skenario terbaik dari Festival Film Indonesia 1980, 1985, dan 1992

I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah seorang penulis drama, cerpen, esai, novel, skenario film dan sinetron,[1] tokoh teater, dan pelukis

Riwayat Hidup

Putu Wijaya adalah bungsu dari lima bersaudara seayah maupun dari tiga bersaudara seibu. Ia tinggal di kompleks perumahan besar, yang dihuni sekitar 200 orang, baik anggota keluarga dekat dan jauh. Putu mempunyai kebiasaan membaca sejak kecil. Ayahnya, I Gusti Ngurah Raka, seorang pensiunan penggawa yang keras dalam mendidik anak dan ibunya yang bernama Mekel Ermawati. Semula, ayahnya mengharapkan Putu jadi dokter. Namun, Putu lemah dalam ilmu pasti. Ia akrab dengan sejarah, bahasa, dan ilmu bumi.

Karier

Putu menulis sejak SMP. Tulisan pertamanya sebuah cerita pendek berjudul "Etsa" dimuat di harian Suluh Indonesia, Bali. Pertama kali main drama ketika di SMA, memainkan drama sendiri dan menyutradarai dengan kelompok yang didirikannya sendiri di Yogyakarta. Putu bergabung dengan Bengkel Teater pada 1967-1969. Kemudian ia bergabung dengan Teater Kecil di Jakarta. Sempat main satu kali dalam pementasan Teater Populer. Selanjutnya bergabung dengan Teater Mandiri yang didirikan pada tahun 1971, dengan konsep "Bertolak dari Yang Ada".[2]

Putu Wijaya sudah menulis kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu cerpen, ratusan esei, artikel lepas, dan kritik drama. Ia juga telah menulis skenario film dan sinetron. Sebagai seorang dramawan, ia memimpin Teater Mandiri sejak 1971, dan telah mementaskan puluhan lakon di dalam maupun di luar negeri. Di antaranya yaitu mementaskan naskah Gerr (Geez), dan Aum (Roar) di Madison, Connecticut dan di LaMaMa, New York City, dan pada tahun 1991 membawa Teater Mandiri dengan pertunjukkan Yel keliling Amerika.[3] Puluhan penghargaan ia raih atas karya sastra dan skenario sinetron.

Cerita pendek karangannya kerap mengisi kolom pada Harian Kompas dan Sinar Harapan. Novel-novel karyanya sering muncul di majalah Kartini, Femina, dan Horison. Sebagai penulis skenario, ia telah dua kali meraih Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI), untuk Perawan Desa (1980), dan Kembang Kertas (1985). Sebagai seorang penulis fiksi yang produktif, sudah banyak buku yang dihasilkannya. Di antaranya, yang banyak diperbincangkan adalah Bila Malam Bertambah Malam, Telegram, Pabrik, Keok, Tiba-Tiba Malam, Sobat, dan Nyali. Sejumlah karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, Inggris, Rusia, Perancis, Jepang, Arab, dan Thailand.[4]

Komponis Ananda Sukarlan telah membuat dua "opera komedi" dari cerpen Putu Wijaya, yaitu Laki-Laki Sejati (pada pertunjukan perdananya dinyanyikan oleh dua soprano, Evelyn Merrelita dan Eriyani Tenga Lunga) dan Mendadak Kaya (dari cerpen "Kaya". Pertunjukan perdananya dinyanyikan oleh dua tenor Adi "Didut" Nugroho dan Pharel Jonathan Silaban). Dua opera ini sering dimainkan oleh penyanyi lain, antara lain oleh soprano terkemuka Mariska Setiawan .

Pendidikan

  • SR, Tabanan (1956)
  • SMP Negeri, Tabanan (1959)
  • SMA-A, Singaraja (1962)
  • Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (1969)
  • ASRI dan Asdrafi, Yogyakarta
  • LPPM, Jakarta (1981)
  • International Writing Programme, Iowa, AS (1974)

Filmografi

Film

Peran akting
Tahun Judul Peran Catatan
1971 Malin Kundang Malin dewasa
1972 Kabut di Kintamani
1973 The Virgin of Bali
1989 Nyoman Cinta Merah Putih
2011 Serdadu Kumbang Haji Mesa
Peran non-akting
Tahun Judul Peran Catatan
1978 Perawan Desa Penulis Debut dalam penulisan
1979 Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa
Bayang-Bayang Kelabu
Sepasang Merpati
1981 dr. Karmila
1982 Bunga Bangsa
Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi
1984 Kembang Kertas
1989 Joe Turun ke Desa
Bercinta dalam Mimpi
Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota) Penulis dan sutradara Debut dalam penyutradaraan
1990 Perasaan Perempuan Penulis
Boss Carmad
1991 Zig Zag (Anak Jalanan) Penulis dan sutradara
Plong (Naik Daun)
1992 Ramadhan dan Ramona Penulis
1997 Blanco, The Colour of Love
Telegram
2000 Sebuah Pertanyaan untuk Cinta
2007 Bali Forever

Karya-karya

Teater

  • Admin -R, YMI (2012-sekarang)

Penulis skenario sinetron

Antara lain :

  • Keluarga Rahmat
  • Pas
  • None
  • Warung Tegal
  • Dukun Palsu (komedi terbaik pada FSI 1995)
  • Jari-Jari Cinta
  • Balada Dangdut
  • Dendam
  • Cerpen Metropolitan
  • Plot
  • Klop
  • Melangkah di Atas Awan
  • Nostalgia
  • Tiada Kata Berpisah
  • Intrik
  • Bukan Impian Semusim
  • Pantang Menyerah
  • Api Cinta Antonio Blanco
  • Sejuta Makna dalam Kata
  • Nona-Noni

Karya drama

  • Dalam Cahaya Bulan (1966)
  • Lautan Bernyanyi (1967)
  • Bila Malam Bertambah Malam (1970)
  • Invalid (1974)
  • Tak Sampai Tiga Bulan (1974)
  • Anu (1974)
  • Aduh (1975)
  • Dag-Dig-Dug (1976)
  • Gerr (1986)
  • Edan (1988)
  • Hum-Pim-Pah (1992)
  • Konspirasi Kemakmuran
  • Blong
  • Ayo
  • Awas
  • Labil Ekonomi
  • Aum
  • Zat
  • Tai
  • Front
  • Aib
  • Wah
  • Hah
  • Jepretin tuh Staples! (2011)
  • Aeng
  • Aut
  • Dar-Dir-Dor

Karya novel

  • Bila Malam Bertambah Malam (1971)
    Berlatar di Yogyakarta dan Pulau Bali, dengan para tokohnya ialah I Gusti Ngurah Ketut Mantri, Gusti Biang, Ngurah, Wayan, dan Nyoman.[5]
  • Telegram (1972)
  • Stasiun (1977)
  • Pabrik (1976)
  • Keok (1978)
  • Aduh
  • Bali
  • Dag-dig-dug
  • GURU
  • Gres
  • Lho (1982)
  • Merdeka
  • Nyali
  • Byar Pet (Pustaka Firdaus, 1995)
  • Kroco (Pustaka Firdaus, 1995)
  • Dar Der Dor (Grasindo, 1996)
  • Aus (Grasindo, 1996)
  • Sobat (1981)
  • Tiba-Tiba Malam (1977)
  • Pol (1987)
  • Putri
  • Terror (1991)
  • Merdeka (1994)
  • Perang (1992)
  • Lima (1992)
  • Nol (1992)
  • Dang Dut (1992)
  • Cas-Cis-Cus (1995)

Karya cerpen

  • Karyanya yang berupa cerpen terkumpul dalam kumpulan cerpen Bom (1978)
  • Es Campur (1980)
  • Gres (1982)
  • Klop
  • Bor
  • Protes (1994)
  • Darah (1995)
  • Yel (1995)
  • Blok (1994)
  • Zig Zag (1996)
  • Tidak (1999)
  • Peradilan Rakyat (2006)
  • Keadilan (2012)

Karya Novelet:

  • MS (1977)
  • Tak Cukup Sedih (1977)
  • Ratu (1977)
  • Sah (1977)

Karya esai

Karya esainya terdapat dalam kumpulan esai Beban, Kentut, Samar, Pembabatan, Klise, Tradisi Baru, Terror Mental, dan Bertolak dari yang Ada.

Tanggapan atas Putu Wijaya

Rachmat Djoko Pradopo mengatakan bahwa Putu Wijaya berani mengungkapkan kenyataan hidup karena dorongan naluri yang terpendam dalam bawah sadar. Efek yang dirasa pembaca atau penonton dalam karya-karya Putu Wijaya adalah keterkejutan atau teror terhadap diri manusia sendiri. Ada yang kadang-kadang tidak dapat diduga dalam diri manusia, walaupun sebenarnya teror itu ada dalam diri manusia itu, dalam alam bawah sadarnya.[6]

Kajian atas Putu Wijaya[6]

  • Rachmat Djoko Pradopo dkk. 1985. Memahami Drama Putu Wijaya: Aduh
  • Ellen Raferty (ed.). 1988. Putu Wijaya in Performance: An Approach to Indonesian Theater. Wisconsin
  • Th. Sri Rahayu Prihatmi. "Cerkan-Cerkan Fantastik Putu Wijaya". disertasi UI, 1993

Kegiatan lainnya

  • Wartawan majalah Ekspres (1969)
  • Dosen teater Institut Kesenian Jakarta (1977-1980)
  • Wartawan majalah Tempo (1971-1979)
  • Redaktur Pelaksana majalah Zaman (1979-1985)
  • Dosen tamu teater dan sastra Indonesia modern di Universitas Wisconsin dan Universitas Illinois, AS (1985-1988)

Prestasi dan pengakuan

  • Pemenang penulisan lakon Depsos (Yogyakarta)
  • Pemenang penulisan puisi Suluh Indonesia Bali
  • Pemenang penulisan novel IKAPI
  • Pemenang penulisan drama BPTNI
  • Pemenang penulisan drama Safari
  • Pemenang penulisan cerita film Deppen (1977)
  • Tiga kali pemenang sayembara penulisan novel DKJ
  • Empat kali pemenang sayembara penulisan lakon DKJ
  • Pemenang penulisan esei DKJ
  • Dua kali pemenang penulisan novel Femina
  • Dua kali pemenang penulisan cerpen Femina
  • Pemenang penulisan cerpen Kartini
  • Hadiah buku terbaik Depdikbud (Yel)
  • Pemenang sinetron komedi FSI (1995)
  • SEA Write Award 1980 di Bangkok
  • Pemenang penulisan esei Kompas
  • Anugerah Seni dari Menteri P&K, Dr Fuad Hasan (1991)
  • Penerima Profesional Fellowship dari The Japan Foundation Kyoto, Jepang (1991-1992)
  • Anugerah Seni dari Gubernur Bali (1993)
  • Tanda Kehormatan Satyalancana Kebudayaan Presiden RI (2004)
  • Penghargaan Achmad Bakrie (2007)
  • Penghargaan Akademi Jakarta (2009)

Penghargaan dan nominasi

Penghargaan Tahun Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
Festival Film Indonesia 1980 Penulis Skenario Terbaik Perawan Desa Menang
1983 Bunga Bangsa Nominasi
Penulis Cerita Asli Terbaik Nominasi
1985 Penulis Skenario Terbaik Kembang Kertas Menang
1990 Sutradara Terbaik Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota) Nominasi
Penulis Skenario Terbaik Nominasi
1992 Sutradara Terbaik Plong (Naik Daun) Nominasi
Penulis Skenario Terbaik Nominasi
Ramadhan dan Ramona Menang
Penulis Cerita Asli Terbaik Nominasi
Festival Film Bandung 2014
Lifetime Achievement Award
Penerima

Referensi

  1. ↑ (Indonesia) Rampan, Korrie. Leksikon Sastra Indonesia. Balai Pustaka, 2000, Jakarta. Halaman 367.
  2. ↑ (Indonesia) Wijaya, Putu. Bor: Esai-esai Budaya. Yayasan Bentang Budaya, 1999, Yogyakarta. Halaman 347.
  3. ↑ (Indonesia) Wijaya, Putu, Uap. Yayasan Bentang Budaya, 1999, Yogyakarta. Halaman 234.
  4. ↑ (Indonesia) Wijaya, Putu, Kroco. Pustaka Firdaus, 1995, Jakarta. Halaman 126.
  5. ↑ Rani, S.A., dan Sugriati, E. (1999). 115 Ikhtisar Roman Sastra Indonesia. Bandung: CV. Pustaka Setia. hlm. 49. ISBN 979-730-120-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 979-9012-12-0 hlm. 674

Pranala luar

  • Profil di tokohindonesia.com Diakses pada tanggal 3 November 2011
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Korea
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Karier
  3. Pendidikan
  4. Filmografi
  5. Film
  6. Karya-karya
  7. Teater
  8. Penulis skenario sinetron
  9. Karya drama
  10. Karya novel
  11. Karya cerpen
  12. Karya esai
  13. Tanggapan atas Putu Wijaya
  14. Kajian atas Putu Wijaya[6]
  15. Kegiatan lainnya
  16. Prestasi dan pengakuan

Artikel Terkait

Daftar sastrawan Indonesia

Berikut adalah daftar sastrawan dan pujangga Indonesia Berikut adalah subdaftar penyair Indonesia: Acep Zamzam Noor Afrizal Malna Agam Wispi Agus R. Sarjono

Sapardi Djoko Damono

penyair Indonesia

Iswadi Pratama

Iswadi Pratama (lahir 8 April 1971) adalah sastrawan, sutradara, penulis naskah, dan aktor Indonesia. Iswadi menyelesaikan kuliah di Jurusan Ilmu Pemerintahan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026