Ananda Sukarlan adalah pianis dan komponis asal Indonesia yang menetap di Jakarta dan Spanyol. Namanya lebih dikenal di kalangan musik klasik. Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century", yang berisikan riwayat hidup 2.000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ananda Sukarlan | |
|---|---|
Ananda Sukarlan (baju merah) berfoto bersama Ratu Sofia dari Spanyol | |
| Lahir | 10 Juni 1968 Jakarta, Indonesia |
| Tempat tinggal | hills of Cantabria Santander, Spanyol[1] |
| Almamater | University of Hartford Royal Conservatory of The Hague |
| Pekerjaan | |
| Karya terkenal | Rapsodia Nusantara No. 1–21 |
| Suami/istri | Raquel Gómez |
| Penghargaan | Concours International d’Orleans, Prancis, 1993 Blanquefort Piano Competition, Bordeaux, Prancis, 1994 |
| Karier musik | |
| Genre | musik klasik |
| Instrumen | piano |
| Tahun aktif | ca 1986 – sekarang |
| Situs web | Ananda's Twitter page |
Ananda Sukarlan (lahir 10 Juni 1968) adalah pianis dan komponis asal Indonesia yang menetap di Jakarta dan Spanyol. Namanya lebih dikenal di kalangan musik klasik. Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century", yang berisikan riwayat hidup 2.000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik.[2][3][4]
Ananda dikenal sebagai pianis, komponis, pendidik, penulis dan aktivis kebudayaan Indonesia. Ia membuat musik untuk anak-anak difabel di Spanyol, bekerjasama dengan Fundacion Musica Abierta,[5] dan di Indonesia melalui yayasan yang didirikannya, Yayasan Musik Sastra Indonesia (YMSI).[6]
Ananda telah belajar bermain piano sejak usia lima tahun. Selulusnya dari SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1986, ia belajar ke Royal Conservatory of The Hague di Den Haag, Belanda. Di tempat ini ia meraih master dengan predikat summa cum laude. Kesempatan bersekolah di Eropa ini dipakainya untuk mengikuti berbagai kompetisi piano internasional.
Sebagai pianis, ia telah memenangkan banyak kompetisi internasional di masa mudanya, yang membawanya ke karier musik internasional yang gemilang. Sampai saat ini ia telah memperdanakan lebih dari 300 karya baru yang ditulis khusus untuknya oleh komponis-komponis dunia, seperti Peter Sculthorpe, David del Puerto, Per Norgard, dan Gareth Farr. Musik-musik tersebut menggunakan elemen-elemen etnik Indonesia yang telah diperkenalkan oleh Ananda Sukarlan. Selama periode 1995-2006 ia mengadakan minimal 50 konser setahun di seluruh bagian dunia dihadiri oleh para anggota kerajaan dan para pejabat tinggi banyak negara, dan sejak 2006 ia mengurangi kegiatan konsernya untuk lebih berkonsentrasi ke menulis musik.
Pada tahun 2000 ia diundang oleh Kementerian Kebudayaan Portugal untuk menjadi solois bersama Portuguese National Symphony Orchestra sebagai seniman Indonesia pertama yang membuka hubungan budaya antara kedua negara setelah hubungan diplomatik Indonesia-Portugal kembali dibuka. Saat ini ia telah merilis 14 album, beberapa diantaranya telah memenangkan penghargaan di Spanyol, antara lain Disco de Oro (Golden Disc) dari majalah Compact Disc (Spanyol) dan Best Classical Recording of the Year. Pada bulan September 2005 ia menerima gelar "Musician of the month" oleh Radio Nacional de Espana dan menjadi cover majalah Radio Clasica. Sebagai komponis, karyanya telah banyak dipesan dan dimainkan di benua Amerika dan Eropah. dan organisasi yang telah meminta karyanya antara lain Mozart 250 Years di Meksiko, Associated Board of Royal Schools of Music, Mexico Symphony Orchestra, Segovia Guitar Festival, dll. Ia telah menciptakan banyak karya besar, antara lain sebuah kantata tentang cinta "Ars Amatoria". Sebagai seorang komponis yang produktif, karyanya mencakup hampir semua instrumen. Karya terbanyaknya merupakan karya untuk vokal yang saat ini berjumlah lebih dari 200 lagu. Musiknya telah banyak ditulis sebagai bahan disertasi dan tesis doktoral di beberapa universitas di Brisbane, Sydney, Maastricht, Glasgow, Madrid, dan Amerika Serikat. Karyanya yang paling terkemuka adalah Rapsodia Nusantara yang sangat virtuosik untuk piano yang kini berjumlah 21 nomor, yang mana setiap nomor didasari oleh musik rakyat dari satu provinsi di Indonesia. Nomor-nomor tersebut telah dimainkan oleh ratusan pianis baik dari Indonesia maupun internasional. Dua buah tesis dan disertasi yang telah diterbitkan secara online di di beberapa blognya.
Ia adalah orang Indonesia pertama, dan saat ini satu-satunya, yang tercantum di 2000 Outstanding Musicians of the 20th century. Sebagai penderita Tourette - Asperger Syndrome yang berhubungan dengan autisme, ia kini berkonsentrasi dalam aplikasi pendidikan musik untuk anak-anak yang menderita penyakit serupa serta telah menulis beberapa artikel serta menjadi pembicara. Sebagai pembicara ia telah banyak diundang untuk mengajar atau memberi ceramah, antara lain di Universitas Indonesia, Universitas Satya Wacana (Salatiga), Universitas Brawijaya (Malang), Middlesex University (London), Edinburgh University, Griffith University (Brisbane, Queensland), Sydney Conservatory of Music, Maastricht Conservatory of Music, Monterrey Conservatory (Meksiko) dan banyak konservatorium di Spanyol. Ia telah memperkenalkan musik tradisional Jawa dan Bali ke banyak komponis dunia, sehingga elemen musik ini berasimilasi dengan banyak karya baru yang ditulis pada abad ini oleh para komponis itu. Bekerjasama dengan Chendra Panatan, mereka berhasil menggelar tari Kecak untuk pertama kalinya di Spanyol, yang kemudian menginspirasi banyak komponis untuk mempelajarinya. Komponis Jesus Rueda memasukkan elemen ini di karyanya, Sonata "Kecak" yang dipersembahkan untuk Ananda. Karya terbesar dari asimilasi kebudayaan sampai saat ini antara lain Simfoni no. 2 "Nusantara" untuk piano dan orkes, oleh komponis Spanyol David del Puerto. Sebagai penulis, ia sering diminta menulis artikel mengenai musik di berbagai majalah budaya di Spanyol dan Australia serta Indonesia. Pada tahun 2007, ia menciptakan komposisi untuk paduan suara anak dan remaja berdasarkan sonet karya Sapardi Djoko Damono, "Hei! Jangan Kau Patahkan". Karya ini dikomisikan oleh Rizal Tandrio dan Seven Chorale, kemudian dinyanyikan oleh Paduan Suara Bina Vokalia setahun setelahnya.[7]
Pada umumnya beliau berdiam di Hills of Cantabria, Santander, Spanyol[1] Tahun 2013 ia menerima Penghargaan Diaspora RI.
The Sydney Morning Herald Australia memberikan predikat kepada Ananda Sukarlan sebagai “One of the world’s leading pianists at the forefront of championing new piano music”.[8] Tahun 2014, Ananda Sukarlan menerima penghargaan Dharma Cipta Karsa RI dan Anugerah Kebudayaan RI 2015. Tahun 2020, dia dilantik menjadi Presiden Dewan Juri Queen Sofia Prize di Spanyol, sebuah ajang penghargaan tertinggi musik klasik di Eropa.[9]
Ananda Sukarlan telah banyak memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan banyak negara melalui bahasa universal yaitu musik. Pada Desember 2020, dia menerima anugerah gelar kesatriaan Cavaliere Ordine della Stella d'Italia dari Presiden Sergio Mattarella.[10] Di tahun yang sama, majalah Tatler Asia (Hong Kong) memasukkannya ke dalam daftar "100 Asia Most Influential", yaitu 100 tokoh Asia paling berpengaruh dalam bidang kesenian. Tahun 2023 Kerajaan Spanyol menganugerahinya penghargaan sipil tertinggi Real Orden de Isabel la Catolica.
Pada tanggal 23 Februari, Ananda Sukarlan menyampaikan klarifikasi melalui jejaring sosial Facebook miliknya dan kanal berbagi video YouTube tentang karya komposisi pianonya yang mengundang kontroversi berjudul December, 2016 yang penggalannya, sebelumnya ditayangkan oleh CNN Indonesia dalam sebuah wawancara dengan Ananda. Klarifikasi tersebut dimaksudkan untuk melengkapi wawancara, bahwa karya ini memang "mengawinkan" alunan "azan" dengan lagu Natal sebagai karya baru yang utuh, dan bukan dalam rangka membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Lagu tersebut dapat didengar seutuhnya di CD Love and Variations.[13]
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Karya yang dinominasikan | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 2013 | Piala Maya | Tata Musik Terpilih | Nominasi | [14] | |
,