Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Punggok cokelat

Punggok cokelat adalah spesies burung hantu dalam famili Strigidae. Burung ini tersebar luas mulai dari India di barat, ke timur melalui Asia Tenggara hingga ke Cina selatan, Kalimantan, dan Palawan; ke selatan hingga Pulau Jawa.

spesies burung
Diperbarui 28 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Punggok cokelat
Punggok Cokelat
Punggok cokelat di Phuket, Thailand
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Strigiformes
Famili:
Strigidae
Genus:
Ninox
Spesies:
N. scutulata
Nama binomial
Ninox scutulata
(Raffles, 1822)
Artikel takson sembarang

Punggok cokelat[2]: 65  (Ninox scutulata) adalah spesies burung hantu dalam famili Strigidae. Burung ini tersebar luas mulai dari India di barat, ke timur melalui Asia Tenggara hingga ke Cina selatan, Kalimantan, dan Palawan; ke selatan hingga Pulau Jawa.

Pengenalan

Burung hantu yang mirip elang, berukuran sedang, panjang tubuh (paruh hingga ujung ekor) lk. 30 cm. Bulu-bulu berwarna gelap, matanya besar, dan tidak ada piringan wajah. Sisi atas tubuh (punggung) cokelat tua, sisi bawah tubuh (dada dan perut) kuning tua dengan coretan-coretan cokelat kemerahan. Dagu, bintik pada pangkal paruh, dan tungging berwarna putih.[3]: 203 

Iris mata berwarna kuning terang. Paruh abu-abu kebiruan dengan sera berwarna hijau; kaki kuning.[3]: 203 

Suara berupa siulan tinggi merdu dua nada: "pung-ok.. pung-ok.." berulang-ulang; nada kedua pendek meninggi, siulan diulangi setiap satu atau dua detik. Punggok cokelat kadang-kadang bersuara untuk waktu yang lama, terutama pada saat subuh dan senja hari.[3]: 203 

Habitat dan kebiasaan

Habitat punggok cokelat adalah hutan, wilayah perkebunan, dan belukar.[4]: 196  Biasanya punggok mulai aktif menjelang senja, terbang mengejar capung atau serangga lain yang ditangkap dengan cakarnya sambil terbang. Kadang-kadang, satu famili berburu bersama-sama di sekitar ladang. Punggok cokelat memangsa aneka serangga seperti jenis-jenis capung, kumbang, tonggeret, kecoa, lebah, dan lain-lain.[5]: 203 

Telur punggok cokelat, koleksi Museum Wiesbaden

Punggok cokelat membuat sarang di lubang-lubang pohon, di mana betinanya meletakkan dua atau tiga telur yang hampir bulat dan berwarna putih. Tidak ada catatan mengenai sarang dari Jawa.[5]: 203 

Anak jenis dan penyebaran

Ninox scutulata memiliki beberapa anak jenis:[6]

  • N. s. lugubris (Tickell, 1833). Menyebar di India tengah, utara dan timur laut; Nepal
  • N. s. burmanica Hume, 1876. India timur laut hingga ke Cina selatan, Indocina dan Thailand
  • N. s. hirsuta (Temminck, 1824). India selatan, Srilangka
  • N. s. isolata Baker, ECS, 1926. Car Nikobar
  • N. s. rexpimenti Abdulali, 1979. Nikobar Besar
  • N. s. scutulata (Raffles, 1822). Semenanjung Malaya, Kepulauan Riau, Sumatra dan Bangka
  • N. s. javanensis Stresemann, 1928. Jawa bagian barat
  • N. s. borneensis (Bonaparte, 1850). Kalimantan, Kepulauan Natuna bagian utara
  • N. s. palawanensis Ripley & Rabor, 1962. Palawan

Tiga anak jenis yang lain, berdasarkan beberapa rujukan, dinaikkan statusnya sebagai spesies tersendiri.[7][8] Yakni:

  • Punggok utara, Ninox japonica (termasuk taksa florensis dan totogo). Siberia tenggara, Cina timur dan timur laut, Korea dan Jepang
  • Punggok filipina, Ninox randi. Filipina
  • Punggok suram, Ninox obscura. Kepulauan Andaman

Referensi

  1. ↑ "Ninox scutulata". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 26 November 2013. ; ;
  2. ↑ Burung Indonesia & B. van Balen. (2010). Informasi tambahan: "Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan". Bogor: Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia.
  3. 1 2 3 MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. (2000). Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor: Puslitbang Biologi LIPI dan BirdLife IP. ISBN 979-579-013-7
  4. ↑ King, B., M. Woodcock, & E.C. Dickinson. (1975). A field guide to the birds of South-East Asia. London: Collins. ISBN 0-00-219206-3
  5. 1 2 MacKinnon, J. (1993). Panduan lapangan pengenalan Burung-burung di Jawa dan Bali. Jogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 979-420-150-2
  6. ↑ Gill F., D. Donsker & P. Rasmussen (Eds). (2020). Owls, at IOC World Bird List (v10.1). doi : 10.14344/IOC.ML.10.1. Updated 25-Jan-2020, accessed 12/III/2020
  7. ↑ King, B.F. (2002). "Species limits in the Brown Boobook Ninox scutulata complex". Bulletin of the British Ornithologists’ Club 122: 250–257.
  8. ↑ Rasmussen, P.C. & J.C. Anderton. (2005). Birds of South Asia: the Ripley Guide. Barcelona: Lynx Edicions.

Pranala luar

  • Oriental Bird Images: foto Punggok cokelat[pranala nonaktif permanen], diakses 12/III/2020
  • The Owl Pages: Brown Hawk Owl ~ Ninox scutulata, diakses 12/III/2020
Pengidentifikasi takson
Ninox scutulata
  • Wikidata: Q856009
  • Wikispecies: Ninox scutulata
  • ABA: brhaow
  • ADW: Ninox_scutulata
  • Avibase: A5AC4024C0C46CB7
  • BirdLife: 22725643
  • BOLD: 96336
  • BOW: brnhao1
  • CoL: 47FKP
  • CMS: ninox-scutulata
  • eBird: brnhao1
  • EPPO: NINOSC
  • EURING: 7560
  • GBIF: 2497840
  • iNaturalist: 204550
  • IRMNG: 10457234
  • ITIS: 555481
  • IUCN: 22725643
  • NCBI: 126857
  • Observation.org: 72250
  • Open Tree of Life: 546091
  • Species+: 9044
  • Xeno-canto: Ninox-scutulata
Strix scutulata
  • Wikidata: Q109563498
  • CoL: 532K8
  • GBIF: 8871196
  • ITIS: 1063535
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengenalan
  2. Habitat dan kebiasaan
  3. Anak jenis dan penyebaran
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung madu sriganti

spesies burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026