Lebah adalah serangga bersayap yang membentuk klad monofiletik Anthophila dalam superfamiliApoidea dari ordo Hymenoptera, dengan lebih dari 20.000 spesies yang diketahui dalam tujuh famili yang diakui. Beberapa spesies – termasuk lebah madu, lebah dengung, dan lebah tanpa sengat – merupakan serangga sosial yang hidup dalam koloni yang sangat hierarkis, sementara lebih dari 90% spesies lebah – termasuk Lebah mason, Lebah kayu, lebah pemotong daun, dan lebah keringat – merupakan hewan soliter. Anggota dari genus lebah yang paling dikenal, Apis, dikenal karena membangun sarang berlilin dengan sel-sel berbentuk heksagonal yang disebut stup.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
| Lebah | |
|---|---|
| Lebah sugarbag, Tetragonula carbonaria | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Insecta |
| Ordo: | Hymenoptera |
| Subordo: | Apocrita |
| Infraordo: | Aculeata |
| Superfamili: | Apoidea |
| Klad: | Anthophila |
| Famili | |
| Sinonim | |
|
Apiformes (dari bahasa Latin 'apis') | |
Lebah adalah serangga bersayap yang membentuk klad monofiletik Anthophila dalam superfamiliApoidea dari ordo Hymenoptera, dengan lebih dari 20.000 spesies yang diketahui dalam tujuh famili yang diakui.[1][2][3] Beberapa spesies – termasuk lebah madu, lebah dengung, dan lebah tanpa sengat – merupakan serangga sosial yang hidup dalam koloni yang sangat hierarkis, sementara lebih dari 90% spesies lebah – termasuk Lebah mason, Lebah kayu, lebah pemotong daun, dan lebah keringat – merupakan hewan soliter. Anggota dari genus lebah yang paling dikenal, Apis (yakni lebah madu), dikenal karena membangun sarang berlilin dengan sel-sel berbentuk heksagonal yang disebut stup.
Berbeda dengan kerabat dekatnya yakni tawon dan semut yang bersifat karnivor/omnivor, lebah adalah herbivor yang secara khusus memakan nektar (nektarivori) dan serbuk sari (palinivori); nektar utamanya sebagai sumber karbohidrat untuk energi metabolisme, dan serbuk sari utamanya untuk protein serta nutrisi lainnya bagi larva mereka. Mereka ditemukan di setiap benua kecuali Antarktika, dan di setiap habitat di planet ini yang memiliki tumbuhan berbunga yang diserbuki serangga. Lebah yang paling umum di Belahan Bumi Utara adalah Halictidae, atau lebah keringat, namun ukurannya kecil dan sering kali disalahartikan sebagai tawon atau lalat. Lebah memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari spesies lebah tanpa sengat yang sangat kecil, dengan pekerja yang panjangnya kurang dari 2 milimeter ([convert: unit tak dikenal])*=</span>id"}]]}'/>, hingga lebah pemotong daun Megachile pluto, spesies lebah terbesar, yang betinanya dapat mencapai panjang 39 milimeter ([convert: unit tak dikenal])*=</span>id"}]]}'/>. Pemangsa vertebrata dari lebah meliputi primata dan burung seperti merops; pemangsa serangga meliputi tawon serigala dan capung.
Lebah paling dikenal karena peran ekologisnya sebagai penyerbuk dan, dalam hal spesies yang paling dikenal yakni Lebah madu barat, karena menghasilkan madu, sebuah campuran kental dari monosakarida yang dicerna sebagian, dimuntahkan, dan dihidrasi, yang disimpan sebagai cadangan makanan koloni lebah tersebut. Manajemen penyerbukan melalui lebah sangat penting baik secara ekologis maupun pertanian, dan penurunan populasi lebah liar telah meningkatkan permintaan serta nilai penyerbukan domestik oleh stup-stup lebah madu yang dikelola secara komersial. Peternakan lebah manusia atau apikultur (meliponikultur untuk lebah tanpa sengat) telah dipraktikkan sebagai disiplin peternakan hewan selama ribuan tahun, setidaknya sejak zaman Mesir Kuno dan Yunani Kuno. Lebah telah muncul dalam mitologi dan cerita rakyat, melalui seluruh fase seni dan sastra dari zaman kuno hingga saat ini, meskipun utamanya berfokus di Belahan Bumi Utara tempat peternakan lebah jauh lebih umum dilakukan. Di Mesoamerika, bangsa Maya telah mempraktikkan meliponikultur intensif skala besar sejak masa pra-Columbus.

Serangga betina memiliki peran penting dalam kelompok serangga ini. Perilaku lebah sangat ditentukan oleh perilaku lebah betina. Beberapa lebah betina spesies tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunannya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunannya belum menjadi lebah dewasa. Kadang kala beberapa spesies lebah soliter memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan seperti ini dikenal dengan istilah subsosial.[4] Sementara pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing.
Beberapa spesies hewan, seperti antechinus, menunjukkan perilaku reproduksi semelparous, di mana individu, terutama pejantan, mati setelah musim kawin. Fenomena ini sering dikaitkan dengan kompetisi reproduksi yang intens dan alokasi sumber daya yang ekstrem untuk menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak dalam satu kali kesempatan.[5]
Dalam suatu kelompok (disebut "koloni") terdapat tiga "kasta", yaitu:

Setiap kasta lebah mempunyai tugas masing-masing. Lebah ratu hanya satu ekor dalam setiap koloni dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva ia diberi makan susu lebah (royal jelly) yang kaya akan vitamin dan gizi.
Tugas utama ratu lebah adalah bertelur selama hidupnya, berjenis kelamin betina, perkawinan ratu lebah ini hanya sekali seumur hidup, perkawinan dilakukan dengan cara terbang tinggi di angkasa pada cuaca cerah dan pejantan yang bisa mengejarnya akan dapat mengawini sang ratu lebah, pejantan itu tidak lama kemudian akan mati karena testisnya lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu yang aktif mampu menelurkan kira-kira 2.000 butir telur sehari. Makanan ratu merupakan susu lebah (royal jelly), harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.[6]
Tugas lebah pekerja berjenis kelamin betina mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu merupakan hasil olah nektar yang dimuntahkan kembali dari dalam tubuh lebah dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan, makanan madu ini juga untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang dan merawat telur dan anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit. Makanan utama lebah pekerja ini adalah madu.
Lebah pekerja betina dari larva hingga akhir hidupnya memakan madu. Sementara itu, ratu lebah dari larva hingga akhir hidupnya memakan susu lebah (royal jelly).
Apabila kesuburan reproduksi telur sudah berkurang atau usia ratu lebah sudah tua, secara naluri lebah pekerja meremajakan koloni baru dan mencari telur-telur yang terbaik. Setelah telur menetas menjadi larva, larva akan diberi makan susu lebah (royal jelly). Dalam satu koloni hanya ada satu ratu lebah; sarangnya paling besar dan paling menonjol daripada sarang lebah pekerja.
Lebah pekerja bisa bertelur dan telurnya dapat menetas jika koloni lebah kehilangan ratunya maka secara alami sesuai naluri lebah betina akan bertelur dan yang lahir dari telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur yang tak terbuahi, lebah pekerja tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.
Lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu muda jika akan membentuk koloni baru dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa. Jumlah lebah jantan ini jumlahnya hanya ratusan.
Sering kali dalam film-film animasi, jika madu yang lebah-lebah produksi diambil, mereka akan marah. Kemarahan lebah bisa disebabkan karena terganggu dan terkejutnya koloni itu, bisa juga karena sifat agresif kelompok lebah itu. Untuk budi daya peternakan lebah madu dipilih dari koloni yang jinak dan tidak agresif. Madu dari hasil peternakan lebah ini biasanya untuk komersial bisa juga untuk kebutuhan sendiri.
Terdapat pula lebah yang hidup menyendiri, tidak dalam kelompok. Jenis lebah yang demikian disebut lebah soliter.
Lebah menjalani metamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan:
Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.


Lebah di alam berfungsi penting sebagai serangga penyerbuk utama. Kesukaannya akan nektar dan serbuk sari membantu penyerbukan silang tumbuhan. Dalam penyerbukan buatan tanaman tertentu, lebah dipelihara dalam kurungan berisi tumbuhan yang akan disilangkan.
Manusia juga memanfaatkan madu sebagai makanan serta obat. Pemeliharaan lebah untuk diambil madunya telah dilakukan manusia sejak lama. Ilmu tentang lebah dan pemeliharaannya dikenal sebagai apiari. Usaha peternakan lebah juga disebut dengan nama tersebut. Madu yang dihasilkan lebah disukai oleh banyak hewan, khususnya beruang.
Beberapa jenis lebah memiliki sengat yang sebetulnya bersifat fatal bagi dirinya jika digunakan. Ketika ia menyengat, sengat dan kantong kelenjarnya akan terlepas dan tertancap pada sasaran. Hal ini mematikan sang lebah. Sengat ini dimanfaatkan manusia dalam pengobatan serupa akupunktur yang dinamakan terapi lebah (apitherapy).
Peternakan lebah modern menghasilkan racun lebah yang keluar dari sengat lebah pekerja tanpa kematian lebah. Mereka melakukannya dengan memasang semacam jebakan di pintu masuk sarang lebah. Jebakan ini dipasang arus listrik yang cukup untuk mengejutkan lebah, lebah yang terkejut akan secara tidak sadar mengeluarkan racun dari sengatnya dan hasilnya ditampung untuk ramuan obat-obatan.
Di beberapa tempat di Indonesia larva dan pupa lebah dijadikan makanan (misalnya sebagai botok lebah).
Lebah sering menggunakan sengatan ekornya saat merasa terusik. Lebah menusuk-nusukkan sengatan ekornya ke epidermis musuhnya sehingga musuhnya kesakitan. Namun, apa yang dilakukan lebah ini ternyata malah membuat sengat dan kantungnya lepas (tertinggal) di epidermis musuhnya. Akibatnya, beberapa menit kemudian lebah pun mati.
Lebah tinggal di gua-gua dalam hutan termasuk di tebing-tebingnya.