Promosi dalam catur adalah pertukaran bidak menjadi buah catur baru ketika bidak menempati baris terakhir. Bidak dapat ditukar langsung menjadi menteri, benteng, gajah, atau kuda dengan warna yang sama. Buah catur yang ditukarkan tidak harus menjadi buah catur yang telah dimakan sebelumnya. Promosi tidak boleh menukarkan bidak tetap menjadi bidak ataupun menjadi Raja.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Promosi dalam catur adalah pertukaran bidak menjadi buah catur baru ketika bidak menempati baris terakhir. Bidak dapat ditukar langsung menjadi menteri, benteng, gajah, atau kuda dengan warna yang sama.[1] Buah catur yang ditukarkan tidak harus menjadi buah catur yang telah dimakan sebelumnya.[2] Promosi tidak boleh menukarkan bidak tetap menjadi bidak ataupun menjadi Raja.
Dalam kebanyakan kasus promosi bidak ditukarkan menjadi menteri, karena menteri adalah buah catur yang paling kuat. Akan tetapi, beberapa pemain menukarkannya selain menteri. Penukaran tersebut dapat terjadi karena berbagai macam alasan: ada yang bertujuan untuk menghindari seri; ada yang bertujuan untuk menggunakan taktik yang berkaitan dengan pola-pola langkah yang unik pada buah catur kuda.

Gambar di samping adalah skakmat setelah langkah ke-18 promosi kuda (Di papan kuda hasil promosinya berada di b8) partai catur Ralf Runau (Putih) melawan Schmidt (Hitam) pada tahun 1972 di Jerman Barat. Tidak ada yang menyangka bahwa sesudah mengorbankan sebuah menteri dan gajah, Runau melangkah b8=N# dan menang.[3]