Kecurangan dalam catur adalah perilaku melanggar aturan catur yang disengaja untuk merugikan orang lain dalam permainan resmi. Peraturan FIDE mengatakan bahwa "Pemain tidak boleh melakukan tindakan yang akan membawa permainan catur menjadi keburukan." Oleh karena maraknya kecurangan dalam catur, pemain turnamen tidak diizinkan memakai alat elektronik dalam turnamen. Kecurangan dalam catur meliputi: Kolusi saat turnamen, menggunakan alat mesin catur dalam permainan, manipulasi rating, langkah ilegal dan pelanggaran aturan sentuh-gerak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Oktober 2023)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
Kecurangan dalam catur adalah perilaku melanggar aturan catur yang disengaja untuk merugikan orang lain dalam permainan resmi. Peraturan FIDE mengatakan bahwa "Pemain tidak boleh melakukan tindakan yang akan membawa permainan catur menjadi keburukan." [1] Oleh karena maraknya kecurangan dalam catur, pemain turnamen tidak diizinkan memakai alat elektronik dalam turnamen. Kecurangan dalam catur meliputi: Kolusi saat turnamen, menggunakan alat mesin catur dalam permainan, manipulasi rating, langkah ilegal dan pelanggaran aturan sentuh-gerak.
Seperti permainan lain, kecurangan dalam catur sangat tua. Bahkan Knut yang agung, raja Inggris, Denmark dan Norwegia dulu, membunuh bangsawan Denmark karena sang raja tidak mau menerima akibat kecurangan sang raja (Kudanya diambil).[2]. Awalnya kecurangan dalam catur hanyalah langkah ilegal. Tapi seiring perkembangan zaman, diketahui ada beberapa kecuranga lainnya, seperti beberapa pemain catur Uni Soviet berkolusi dengan kesepakatan bermain seri pada Kejuaraan Catur saat Perang Dingin.[3]
Kolusi adalah kegiatan kesepakatan antar kedua belah pihak untuk bermain sesuai kesepakatan (biasanya seri) dengan imbalan. Grandmaster Bobby Fischer menuduh para grandmaster Soviet berkolusi supaya bisa mengalahkannya pada Kejuaraan Catur 1962.[3]
Pada Maret 2021, seorang pecatur Indonesia yang teridentifikasi sebagai Dadang Subur bermain catur (Dengan bantuan mesin) melawan Levy Rozman, dengan akurasi lebih dari 90%. Rozman melihat pola kecurangan dan melaporkan akun Dadang. Media Indonesia mengklaim bahwa Dadang adalah pecatur yang baik. Hal ini memicu kontroversi terhadap Rozman. Pertandingan Dadang berikutnya melawan IM Irene Kharisma Sukandar ditonton oleh 1,25 juta orang di YouTube, sebuah rekor bersejarah untuk livestraming catur. Dadang kalah tiga pertandingan berturut-turut dari Irene, dengan akurasi kurang dari 40%.[4]
Manipulasi rating adalah kecurangan dengan mengubah elo dari tinggi menjadi rendah untuk menang dengan mudah di kompetisi catur yang diperuntukan untuk orang ber-elo rendah. Umumnya ini dilakukan dengan sengaja kalah dalam beberapa pertandingan untuk menurunkan peringkat elo. Atau di permainan online dengan menukar ID dengan pemain pemula.[5]
Langkah ilegal adalah melanggar aturan secara langsung dengan menggerakan bidak tidak sesuai aturan. Misalnya benteng bergerak miring, bidak berjalan mundur, atau bahkan promosi raja. Pelanggaran aturan sentuh-gerak adalah pelanggaran yang dilakukan dengan tidak menggerakkan bidak yang telah disentuh jika ada gerakan mungkin atau memakan bidak lawan yang telah disentuh jika ada gerakan mungkin. Milan Matulović dalam suatu permainan memainkan langkah buruk, tapi kemudian mengubahnya setelah berkata "J'adoube" (Berarti: Saya menyesuaikannya). Ini membuat Matulović memiliki julukan "Jadoubovic"[6]