Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Preangerstelsel

Preangerstelsel adalah tanam paksa kopi yang diberlakukan di wilayah Parahyangan pada tahun 1720. Rakyat diwajibkan menamam kopi dan menyetorkan hasilnya ke VOC melalui para bangsawan daerah. Hal ini sangat menguntungkan bagi Belanda dan membuat VOC menjadi produsen kopi terpenting di dunia, dengan kopi sebagai komoditas ekspor paling menguntungkan dari Jawa hingga pertengahan abad ke-19. Kebijakan ini kemudian juga mengilhami lahirnya Cultuurstelsel atau tanam paksa pada tahun 1830 yang diberlakukan pada wilayah yang lebih luas dengan komoditas tanam yang lebih beragam. Kebijakan Preangerstelsel berlangsung hingga 1916.

Wikipedia article
Diperbarui 5 Januari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Preangerstelsel
Proses sortir biji kopi di sebuah pabrik kopi di Subang.

Preangerstelsel (bahasa Indonesia: Sistem Parahyangan) adalah tanam paksa kopi yang diberlakukan di wilayah Parahyangan pada tahun 1720. Rakyat diwajibkan menamam kopi dan menyetorkan hasilnya ke VOC melalui para bangsawan daerah. Hal ini sangat menguntungkan bagi Belanda dan membuat VOC menjadi produsen kopi terpenting di dunia, dengan kopi sebagai komoditas ekspor paling menguntungkan dari Jawa hingga pertengahan abad ke-19. Kebijakan ini kemudian juga mengilhami lahirnya Cultuurstelsel atau tanam paksa pada tahun 1830 yang diberlakukan pada wilayah yang lebih luas dengan komoditas tanam yang lebih beragam. Kebijakan Preangerstelsel berlangsung hingga 1916.[1][2]

Menak dan sentana

Beda antara Preangerstelsel dengan Cultuurstelsel adalah bahwa kalangan Bangsawan Sunda dikerahkan untuk memimpin budidaya kopi, dari awal abad 18 itu. Sedangkan di wilayah Jawa lainnya, pada zaman Cultuurstelsel, para bangsawan, misalnya bupati, tidak diikutkan dalam memimpin produksi tanamannya. Pimpinan budidaya tanaman jatuh ke tangan pemimpin desa, kepala desa dan pimpinan desa lain yang mengendalikan para petani. Namun, di Pasundan yang berperan adalah para menak dan sentana, yang terakhir ini adalah bangsawan Sunda yang lebih rendah. Bersama, mereka terlibat dalam pengendalian budidaya kopi.

Itu perbedaan pertama, jadi bangsawan setempat dilibatkan. Perbedaan lain juga masih ada. Misalnya akibat pengerahan para bangsawan itu, para petani Sunda juga harus menyerahkan panen tanaman paksa, tetapi juga panen padi mereka dalam jumlah besar. Pada zaman kekuasaan Gubernur Jenderal Daendels jumlah itu meningkat sampai seperlima panen padi. Itu merupakan semacam gaji bagi para menak dan sentana Pasundan, sedangkan di tempat lain hal semacam itu tidak terjadi.[3]

Itulah dua contoh perbedaan utama di antara keduanya. Namun, perbedaan dasarnya adalah budidaya beberapa tanaman yang berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Jika di daerah-daerah lain tanamannya adalah tebu atau indigo, maka di Pasundan budidayanya adalah kopi.

Referensi

  1. ↑ "Preangerstelsel: Kala Kopi Menjadi Sumber Bencana". tirto.id. Diakses tanggal 2020-03-14.
  2. ↑ http://www.britannica.com/EBchecked/topic/474291/Preanger-system
  3. ↑ http://archief.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/preanger-stelsel-tanam-paksa-kopi-di-pasundan%5B%5D
  • l
  • b
  • s
Kopi di Indonesia
Spesies
  • Robusta
  • Arabika
  • Liberika
Sejarah
  • Pondok Kopi
  • Preangerstelsel
  • Tanam paksa kopi
  • Perang Kopi
Kopi Seasal
Sumatra
  • Bengkulu
  • Besemah
  • Dolok Sanggul
  • Gayo
  • Sidikalang
  • Lampung
  • Lintong
  • Tanah Karo
  • Mandailing
  • Merangin
  • Minang Solok
  • Kerinci
Jawa
  • Amstirdam
  • Ciwidey
  • Dapur Kuwat
  • Damarwulan
  • Krucil
  • Malabar
  • Tempur
  • Gunung Halu
  • Sunda Hejo
  • Owa
Kalimantan
  • Aranio
  • Bapinang Sampit
  • Gambut
  • Malinau
  • Kayong Utara
Bali Nusa Tenggara
  • Bajawa
  • Kintamani
  • Flores
  • Golulada
  • Timor
Sulawesi
  • Toraja
  • Enrekang
  • Sojol
  • Sigi
  • Pinogu
Maluku dan Papua
  • Ambaidiru
  • Buli
  • Wamena
  • Timika
  • Nabire
Olahan khusus
  • Kopi Daun
  • Kopi Ijo
  • Kopi Jitu
  • Kopi kothok
  • Kopi lanang
  • Kopi luwak
  • Kopi Toratima
  • Kopi Tribulus
  • Kopi tubruk
Racikan
  • Kupi khop
  • Kopi tahlil
  • Kopi rarobang
  • Kopi Sanger
  • Kopi O
  • Kopi Jos
  • Kopi nira
  • Kapucino cincau
  • Kopi santan
  • Kopi susu gula aren
Kedai
  • Bakoel Koffie
  • Kopi Johny
  • Solong Ulee Kareng
  • Kedai Massa Kok Tong
  • Warung Kopi Ake
  • Kedai Es Kopi Tak Kie
  • Warung Kopi Purnama
  • Warung Kopi Phoenam
  • Waroeng Tung Tau
  • Kong Djie
  • Rumah Kopi Rekonsiliasi
Rumah sangrai
  • Aroma
  • Berontoseno
  • Margo Redjo
  • Sido Mulia
Barista
  • Doddy Samsura
  • Gabriella Karen Fernanda
  • Mikael Jasin
  • Muhammad Aga
  • Ryan Wibawa
  • Yoshua Tanu
Sosial Budaya
  • Cethe
  • Kopi pangku
  • Warung kopi
  • Lapau
  • Angkringan
  • Tongkrongan
  • Ngopi cantik
  • Kopi tiam
Seni dan Sastra
  • Max Havelaar (buku)
  • Max Havelaar (film)
  • Filosofi Kopi (kumpulan prosa)
  • Filosofi Kopi (film)
  • Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (film)
  • Surat Kopi (kumpulan puisi)
  • Kawung Kopi (batik)
Perusahaan
  • Cafela
  • Excelso
  • Fore Coffee
  • J.CO Donuts
  • JJ Royal Coffee
  • Kopi Janji Jiwa
  • Kopi Kenangan
  • Kopiko
  • Otten Coffee
  • Santos Jaya Abadi
  • Tomoro Coffee
  • Torabika
Acara
  • Indonesia Coffee Events
  • Miss Coffee International
Serbaneka
  • Asosiasi Kopi Spesial Indonesia
  • Giling Basah
  • Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Menak dan sentana
  2. Referensi

Artikel Terkait

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

badan kementerian di Indonesia

Kerajaan Galuh

kerajaan di Asia Tenggara

Sejarah Kota Bandung

harga yang jauh di bawah harga pasar. Tanam paksa kopi di Priangan (Preangerstelsel) terjadi pada kurun waktu 1720-1830, satu abad sebelum pemerintah Hindia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026