PT Fore Kopi Indonesia Tbk, berdagang dengan nama Fore Coffee, adalah perusahaan asal Indonesia yang bergerak di bidang kedai kopi. Berawal dari sebuah bilik kecil di lantai 2 gerai Otten Coffee di Jalan Senopati, Jakarta yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 2018, Fore Coffee saat ini memiliki lebih dari 300 gerai di Indonesia dan Singapura.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Salah satu gerai Fore Coffee di Solo Paragon Lifestyle Mall, Surakarta | |
Jenis perusahaan | Publik |
|---|---|
| Kode emiten | BEI: FORE |
| Industri | Kedai kopi |
| Didirikan | Agustus 2018 (2018-08) |
| Kantor pusat | Jl. Hayam Wuruk No.28, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Jakarta 10120 |
Cabang | 300+ (2025) |
Wilayah operasi | Indonesia, Singapura |
Tokoh kunci | Robin Boe (Pendiri) Willson Cuaca (Pendiri) Vico Lomar (Direktur Utama) |
| Produk | Kopi, roti lapis, donat |
| Situs web | fore |
PT Fore Kopi Indonesia Tbk, berdagang dengan nama Fore Coffee, adalah perusahaan asal Indonesia yang bergerak di bidang kedai kopi. Berawal dari sebuah bilik kecil di lantai 2 gerai Otten Coffee di Jalan Senopati, Jakarta yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 2018, Fore Coffee saat ini memiliki lebih dari 300 gerai di Indonesia dan Singapura.[1]
Sejarah Fore Coffee tidak terlepas dari Otten Coffee, sebuah perusahaan penjual biji dan mesin kopi yang dicetuskan oleh Robin Boe dan Jhoni Kusno pada tahun 2012, dengan toko pertamanya di kota kelahiran Robin, Medan. Usaha Otten Coffee didanai oleh East Ventures, perusahaan modal ventura yang didirikan oleh Willson Cuaca. Pada bulan Agustus 2018, mereka membuka toko kedua di Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.[2]
Ide awal Fore Coffee dikemukakan oleh Willson yang kemudian ditindaklanjuti oleh Robin melalui laboratorium inovasi di Lantai 2 Otten Coffee Jakarta. Selain mereka berdua, tokoh kunci yang berperan di Fore Coffee adalah Elisa Suteja dan Vico Lomar yang masin-masing pernah menjabat sebagai CEO Fore Coffee. Nama "Fore" diambil dari kependekan untuk forest ("hutan"); visi Fore Coffee adalah agar usaha mereka dapat menjadi "pohon yang menghidupi wilayah sekitarnya".[3][4]
Di tahun-tahun berikutnya, Fore Coffee terus memperluas usaha mereka dengan membuka beratus-ratus gerai di seluruh Indonesia; per akhir tahun 2024, mereka tercatat mengoperasikan 217 gerai.[5] Mereka juga telah berkancah di mancanegara dengan membuka sebuah gerai di Bugis Junction, Singapura pada tanggal 9 November 2023.[6]
Pada tanggal 14 April 2025 Fore Coffe melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia.[7]
Pada tanggal 9 September 2025, Fore Coffee meluncurkan gerai pertama untuk merek sempalan Fore Donut di Supermal Karawaci. Sesuai dengan namanya, Fore Donut menjual donat sebagai produk andalan mereka.[8] Gerai kedua merek ini, sekaligus gerai yang berdiri sendiri pertama mereka, dibuka di Jalan Panglima Polim IX, Kebayoran Baru, Jakarta pada tanggal 11 November 2025.[9]
Fore Coffee menggunakan biji arabika yang dikurasi dari Gayo, Toraja, dan Jawa Barat untuk keseluruhan kopinya.[10] Salah satu produk terlaris perusahaan ini adalah Butterscotch Sea Salt Latte, jenis latte yang dipadukan dengan butterscotch (campuran gula aren dan mentega) dan busa rasa garam air laut.[11] Selain itu, terdapat pula produk-produk non-kopi seperti teh dan cokelat, serta makanan berupa roti lapis. Dalam usahanya, Fore Coffee mengandalkan mesin kopi espreso Orchestrale dan Kees Van Der Westen, dan mesin penggiling Mazzer. Peralatan pembuat dan biji kopi yang digunakan oleh Fore Coffee umumnya juga dijual oleh Otten Coffee secara komersial.[12] Untuk mempromosikan usahanya, Fore Coffee telah menggandeng sejumlah artis dan seniman ternama, seperti Olivia Lazuardy untuk mencetuskan Rose Latte (kopi dengan cita rasa bunga mawar)[13] dan Vidi Aldiano dalam peluncuran The Classic Treasure Series.[14]