Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Prawoto Mangkusasmito

Prawoto Mangkusasmito adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai ketua terakhir partai politik Masyumi sebelum dibubarkan pada tahun 1960. Ia juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada masa Kabinet Wilopo antara tahun 1952 dan 1953.

Politisi Indonesia
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Prawoto Mangkusasmito
Prawoto Mangkusasmito
Official portrait of Prawoto Mangkusasmito
Potret resmi, ca 1954
Ketua Partai Masyumi ke-3
Masa jabatan
April 1959 – September 1960
Sebelum
Pendahulu
Mohammad Natsir
Pengganti
Jabatan terakhir
Sebelum
Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-7
Masa jabatan
3 April 1952 – 3 Juni 1953
Perdana MenteriWilopo
Sebelum
Pendahulu
Raden Suwiryo
Pengganti
Wongsonegoro
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1910-01-04)4 Januari 1910
Magelang, Jawa Tengah
Meninggal24 Juli 1970(1970-07-24) (umur 60)
Banyuwangi, Jawa Timur
Partai politikMasyumi
Suami/istri
Rabingah
​
(m. 1932)​
Anak4
PekerjaanPolitikus
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Prawoto Mangkusasmito (4 Januari 1910 – 24 Juli 1970) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai ketua terakhir partai politik Masyumi sebelum dibubarkan pada tahun 1960. Ia juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada masa Kabinet Wilopo antara tahun 1952 dan 1953.

Ia berasal dari keluarga Santri dari Jawa Tengah dan belajar hukum di Batavia, meskipun pendudukan Jepang dimulai sebelum dia menyelesaikan studinya. Bergabung dengan Masyumi setelah kemerdekaan Indonesia, ia menjadi anggota parlemen terkemuka dan bersama Wilopo dari Partai Nasional Indonesia membentuk Kabinet Wilopo. Karena keterlibatan para pemimpin Masyumi lainnya dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, Prawoto mengambil alih kepemimpinannya pada tahun 1959, tetapi gagal memulihkan posisi politik partai tersebut sebelum dibubarkan pada tahun 1960. Terus mengkritik Soekarno Demokrasi Terpimpin, ia ditangkap pada tahun 1962. Setelah dibebaskan pada tahun 1966, upayanya untuk masuk kembali ke dunia politik tidak membuahkan hasil dan ia meninggal pada tahun 1970.

Riwayat Hidup

Prawoto Mangkusasmito, 1954

Ia pernah bersekolah di AMS B Yogyakarta (sekarang SMA Negeri 3 Yogyakarta).[1] Kemudian, pada tahun1932-1935, ia bekerja sebagai Guru sekolah M.U.L.O. Neutral di Kebumen. Kemudian, antara tahun 1935 hingga 1942, di samping menjadi guru pada sekolah partikelir, ia belajar pada Rechts-Hoogeschool Batavia hingga tingkat IV. Sewaktu pendudukan Jepang ia bekerja sebagai pegawai kantor Kadaster.[1][2][3]

Setelah Proklamasi Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1946-1949 Ia pernah menjabat sebagai anggota Badan Pekerja Komite Nasional Pusat di Jogjakarta. Salah satu target kerjanya adalah terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia kembali, sebagai anggota D.P.R. R.I. adalah terbentuknya Kabinet Wilopo-Prawoto. Pada tanggal 2 April 1952, ia terpilih untuk mendjabat Wakil Perdana Menteri. Selama masa pergerakan, Ia pernah menjadi anggota Partai Islam Indonesia (P.I.I.).[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Halaman:Kami Perkenalkan (1954).pdf/122 - Wikisource bahasa Indonesia". id.wikisource.org. Diakses tanggal 2021-05-21.
  2. ↑
  3. ↑ "Prawoto Mangkusasmito, Pemimpin Impian Bagi para Calon Pemimpin". umma (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-21.

Bibliografi

  • Bajasut, S.U. (2014) [1972]. Lukman Hakiem (ed.). Alam Pikiran dan Jejak Perjuangan Prawoto Mangkusasmito, Ketua Umum (Terakhir) Partai Masyumi (dalam bahasa Indonesia) (Edisi ke-2). Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 480–482. 6417204. Diakses tanggal 11 Mei 2014. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Daradjadi. 2014. Mr. Sartono Pejuang Demokrasi & Bapak Parlemen Indonesia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara
  • l
  • b
  • s
Indonesia Wakil Perdana Menteri Indonesia
Era Perjuangan Kemerdekaan
  • A.K. Gani (1947–48)
  • Setjadjit Soegondo (1947–48)
  • Sjamsoedin (1947–48)
  • Wondoamiseno (1947–48)
  • Syafruddin Prawiranegara (1949)
  • Abdoel Hakim (1950)
Era Demokrasi Parlementer
  • Hamengkubowono IX (1950–51)
  • Soewirjo (1951–52)
  • Prawoto Mangkoesasmito (1952–53)
  • Wongsonegoro (1953–55)
  • Zainul Arifin (1953–55)
  • Djanoe Ismadi (1955–56)
  • Harsono Tjokroaminoto (1955–56)
  • Mohamad Roem (1956–57)
  • Idham Chalid (1956–59)
  • Hardi (1957–59)
  • Johannes Leimena (1957–59)
Era Demokrasi Terpimpin
Wakil Menteri Pertama
  • Johannes Leimena (1960–63)
  • Soebandrio (1962–63)
  • Saharjo (1962–63)
  • A.H. Nasution (1962–63)
  • Suprajogi (1962–63)
  • Notohamiprodjo (1962–63)
  • Muljadi Djojomartono (1962–63)
  • Mohammad Yamin (1962–63)
Wakil Perdana Menteri
  • Johannes Leimena (1963–66)
  • Soebandrio (1963–66)
  • Chaerul Saleh (1963–66)
  • Hamengkubowono IX (1966)
  • Adam Malik (1966)
  • Idham Chalid (1966)
  • Roeslan Abdulgani (1966)
  • Soeharto (1966)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Setelah Proklamasi Kemerdekaan
  3. Referensi
  4. Bibliografi

Artikel Terkait

Daftar-daftar politikus Indonesia

politik Indonesia Daftar Presiden Indonesia Daftar Wakil Presiden Indonesia Daftar Perdana Menteri Indonesia Daftar Wakil Perdana Menteri Indonesia Daftar

Daftar politikus terkaya di Indonesia

makna dan implikasi penting, baik dari sudut pandang masyarakat, pengamat politik, maupun tata kelola pemerintahan

Bukhori Yusuf

A. (lahir 05 Maret 1965) adalah seorang akademisi sekaligus politikus Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Anggota DPR RI di Komisi VIII sekaligus

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026