Ponzu merupakan saus berbahan dasar jeruk yang biasa digunakan dalam masakan Jepang. Saus ini memiliki cita rasa asam dengan konsistensi tipis dan berair. Salah satu variannya yang terkenal adalah ponzu shōyu atau ponzu jōyu (ポン酢醤油) adalah ponzu yang ditambahkan dengan kecap asin (shōyu). Jenis jeruk yang biasanya digunakan untuk ponzu pada umumnya ada tiga, yaitu yuzu, kabuso, dan sudachi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ponzu | |
|---|---|
Sashimi fugu yang disajikan dengan ponzu | |
| Tempat asal | Jepang |
| Daerah | Asia Timur |
| Bahan utama | Perasan jeruk, cuka beras, konbu, katsuobushi, dan kecap asin (khusus ponzu shoyu). |
Ponzu (ポン酢code: ja is deprecated ) (pelafalan dalam bahasa Jepang: [pondzɯ]) merupakan saus berbahan dasar jeruk yang biasa digunakan dalam masakan Jepang. Saus ini memiliki cita rasa asam dengan konsistensi tipis dan berair.[1] Salah satu variannya yang terkenal adalah ponzu shōyu atau ponzu jōyu (ポン酢醤油) adalah ponzu yang ditambahkan dengan kecap asin (shōyu).[2] Jenis jeruk yang biasanya digunakan untuk ponzu pada umumnya ada tiga, yaitu yuzu, kabuso, dan sudachi.[3]
Ada beberapa hipotesis mengenai asal kata "pon" pada ponzu. Salah satunya menyebutkan berasal dari sebuah kata dalam bahasa Belanda pons, sementara yang lain dari kata dalam bahasa Portugis pom. Keduanya merujuk pada jus atau perasan buah jeruk. Di Jepang, katakana ポン (pon) yang dipakai untuk kata serapan asing digabungkan dengan kanji untuk cuka, 酢 (su), sehingga membentuk nama ポン酢 (ponzu).[4]
Sebagai makanan yang terlahir dari campuran unsur Jepang dan barat, ponzu pertama kali muncul di Dejima, Nagasaki, pada zaman Edo. Keberadaannya di sana dimungkinkan karena hanyalah Dejima sebagai satu-satunya tempat yang dapat dikunjungi oleh orang asing saat Jepang menerapkan kebijakan isolasionis di zaman tersebut. Awalnya, ponzu menyebar di Kyushu sebagai bumbu yang menggabungkan unsur Jepang dengan perasan jeruk. Namun, karena mudah teroksidasi, hingga dekade 1950-an, ponzu yang dicampur dengan kecap asin masih sulit digunakan di rumah tangga. Perubahan terjadi ketika presiden ketujuh dari sebuah perusahaan makanan besar mencicipi hidangan khas Hakata yang bernama Hakata Mizutaki dengan saus ponzu. Terinspirasi, ia melakukan berbagai percobaan agar rasa nabemono bisa dinikmati dengan praktis di rumah. Pada 1964, ia berhasil meluncurkan saus ponzu siap pakai untuk pasar Kansai. Kemudian pada musim gugur 1967, produk ini dijual secara nasional dan segera menjadi bumbu rumah tangga yang populer.[5]
Ponzu biasanya dijadikan saus cocolan untuk gyoza dan sayuran kukus. Saus tersebut juga sering dijadikan sebagai bumbu tambahan untuk makanan rebusan panas seperti nabemono dan shabu-shabu. Ponzu juga sering dijadikan cocolan untuk berbagai macam makanan mentah seperti sashimi dan sushi.[6]