Pinangsori adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di kelurahan Pinangsori. Bandara Tapanuli Tengah yakni Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, berada di kecamatan ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pinangsori | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kecamatan Pinangsori | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Tapanuli Tengah | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Beib Andy Haqiqi Manik, SE, M.AP[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 26.008 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 326/km2 (840/sq mi) | ||||
| Kode pos | 22653 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.01.04 | ||||
| Kode BPS | 1204010 | ||||
| Luas | 78,32 km² | ||||
| Kepadatan | 326 | ||||
| Desa/kelurahan | 5 desa 5 kelurahan | ||||
| |||||
Pinangsori adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di kelurahan Pinangsori. Bandara Tapanuli Tengah yakni Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, berada di kecamatan ini.
Penduduk kabupaten Tapanuli Tengah berasal dari beragam suku, dan kabupaten ini termasuk yang paling beragam, dibanding kabupaten lainnya di kawasan Tapanuli, Sumatera Utara. Suku Batak dan Pesisir, merupakan suku mayoritas di Tapanuli Tengah.[3] Adanya percampuran budaya sejak lama antara Batak Toba, Angkola, Mandailing, Melayu, dan Minangkabau, sehingga membentuk budaya orang Pesisir di Tapanuli Tengah. Meski demikian, polemik penyebutan suku terjadi, di mana sebagian lebih menerima disebut sebagai orang Melayu, dan sebagian juga menerima disebut bagian dari Batak.[3] Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia, bahasa Batak (umumnya Toba dan Angkola atau Mandailing), Melayu dan Minangkabau.

Mayoritas penduduk Kecamatan Pinangsori memeluk agama Kristen.