Pil kontrasepsi oral gabungan, sering kali disebut sebagai pil pengendalian kelahiran atau disingkat "pil", adalah sebuah jenis pengendalian kelahiran yang dirancang untuk dipakai dengan cara ditelan lewat mulut oleh wanita. Obat tersebut meliputi gabungan estrogen dan progestogen. Saat dipakai dengan benar, pil tersebut mengatur siklus menstruasi untuk meniadakan ovulasi dan mencegah kehamilan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pil kontrasepsi oral gabungan | |
|---|---|
| Latar belakang | |
| Jenis kontrol kelahiran | Hormonal |
| Penggunaan pertama | 1960 (1960) (Amerika Serikat) |
| Tingkat Kegagalan (tahun pertama) | |
| Penggunaan terbaik | 0,3%[1] |
| Penggunaan umum | 9%[1] |
| Penggunaan | |
| Pengaruh durasi | 1–4 hari |
| Reversibilitas | Ya |
| Pengingat pengguna | Diambil dalam jangka waktu 24 jam yang sama setiap hari |
| Tinjauan klinik | 6 bulan |
| Keuntungan dan kerugian | |
| Perlindungan PMS | Tidak |
| Periode menstruasi | Diatur, dan seringkali lebih ringan dan kurang menyakitkan |
| Berat badan | Tidak ada efek yang terbukti |
| Manfaat | Bukti pengurangan risiko kematian dan penurunan angka kematian pada semua jenis kanker.[2] Kemungkinan pengurangan risiko kanker ovarium dan endometrium.[3]
[butuh rujukan] Dapat mengobati jerawat, PCOS, PMDD, endometriosis[butuh rujukan] |
| Risiko | Kemungkinan peningkatan kecil pada beberapa jenis kanker.[4][5] Peningkatan kecil yang reversibel pada DVT; strok,[6] penyakit kardiovaskular[7] |
| Catatan medis | |
| Memengaruhi antibiotik rifampisin,[8] ramuan Hypericum (St. Johns Wort) dan beberapa anti-epilepsi, juga muntah atau diare. Perhatian jika memiliki riwayat migrain. | |
Pil kontrasepsi oral gabungan, sering kali disebut sebagai pil pengendalian kelahiran atau disingkat "pil", adalah sebuah jenis pengendalian kelahiran yang dirancang untuk dipakai dengan cara ditelan lewat mulut oleh wanita. Obat tersebut meliputi gabungan estrogen (biasanya etinilestradiol) dan progestogen (khususnya progestin). Saat dipakai dengan benar, pil tersebut mengatur siklus menstruasi untuk meniadakan ovulasi dan mencegah kehamilan.