Gangguan disforik pramenstrual adalah sebuah bentuk sindrom pramenstrual berat dan cacat yang dialami oleh 1.8–5.8% wanita yang menstruasi. Gejala tersebut meliputi berbagai gajala afektif, perilaku dan somatik yang terjadi selama sebulan pada fase luteal dari siklus menstrual. Gejala tersebut berdampak pada wanita dari masa remaja awal mereka sampai menopause, kecuali wanita dengan amenorea hipotalamik atau saat kehamilan dan menyusui. Orang-orang yang mengalami PMDD memiliki risiko bunuh diri yang lebih tinggi, dengan rata-rata berpikir bunuh diri 2.8 kali lebih tinggi, riwayat berencana bunuh diri 4.15 kali, dan upaya bunuh diri 3.3 kali.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Gangguan disforik pramenstrual (premenstrual dysphoric disorder; PMDD) adalah sebuah bentuk sindrom pramenstrual berat dan cacat yang dialami oleh 1.8–5.8% wanita yang menstruasi.[1] Gejala tersebut meliputi berbagai gajala afektif, perilaku dan somatik yang terjadi selama sebulan pada fase luteal dari siklus menstrual.[2][3] Gejala tersebut berdampak pada wanita dari masa remaja awal mereka sampai menopause, kecuali wanita dengan amenorea hipotalamik atau saat kehamilan dan menyusui.[4] Orang-orang yang mengalami PMDD memiliki risiko bunuh diri yang lebih tinggi, dengan rata-rata berpikir bunuh diri 2.8 kali lebih tinggi, riwayat berencana bunuh diri 4.15 kali, dan upaya bunuh diri 3.3 kali.[5]
| Klasifikasi | |
|---|---|
| Sumber luar |