Phreaking adalah istilah slang yang merujuk pada aktivitas mempelajari, bereksperimen dengan, dan mengeksplorasi sistem telekomunikasi, khususnya peralatan dan infrastruktur yang terhubung ke jaringan telepon umum. Istilah phreak berasal dari permainan kata freak dengan awalan ph- dari kata phone, dan juga merujuk pada praktik penggunaan frekuensi audio tertentu untuk memanipulasi sistem telepon. Individu yang terlibat dalam aktivitas ini disebut phreak, phreaker, atau phreak telepon.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari rangkaian artikel tentang |
| Peretas keamanan |
|---|
Phreaking adalah istilah slang yang merujuk pada aktivitas mempelajari, bereksperimen dengan, dan mengeksplorasi sistem telekomunikasi, khususnya peralatan dan infrastruktur yang terhubung ke jaringan telepon umum.[1] Istilah phreak berasal dari permainan kata freak dengan awalan ph- dari kata phone, dan juga merujuk pada praktik penggunaan frekuensi audio tertentu untuk memanipulasi sistem telepon. Individu yang terlibat dalam aktivitas ini disebut phreak, phreaker, atau phreak telepon.
Istilah tersebut awalnya digunakan untuk menggambarkan kelompok yang melakukan rekayasa balik terhadap sistem pensinyalan nada yang digunakan dalam perutean panggilan jarak jauh pada dekade 1960-an. Dengan mereproduksi nada pensinyalan tersebut, para phreaker dapat mengalihkan panggilan langsung dari pesawat telepon sambil menghindari biaya panggilan jarak jauh yang pada masa itu relatif tinggi dan bervariasi berdasarkan waktu, durasi, serta tujuan panggilan.
Untuk mempermudah pembuatan nada perutean, dikembangkan perangkat elektronik yang dikenal sebagai kotak biru, yang kemudian menjadi alat utama dalam komunitas phreaking. Beberapa tokoh yang kemudian dikenal luas di bidang teknologi, seperti Steve Jobs dan Steve Wozniak, pernah terlibat dalam komunitas ini pada masa awalnya.
Penggunaan kotak biru mulai ditinggalkan seiring dengan meningkatnya adopsi jaringan telepon digital. Perusahaan telekomunikasi secara bertahap menghentikan penggunaan pensinyalan in-band dan beralih ke sistem pensinyalan saluran umum, di mana informasi kontrol panggilan dikirim melalui saluran terpisah yang tidak dapat diakses oleh pelanggan. Pada dekade 1980-an, sebagian besar jaringan telepon umum beralih ke sistem SS7 yang menggunakan pensinyalan out-of-band, sehingga membuat teknik phreaking berbasis nada suara menjadi tidak efektif. Sejak saat itu, istilah phreaking sering dikaitkan dengan aktivitas peretasan komputer secara lebih luas.[2]