Dering adalah sinyal dalam sistem telekomunikasi yang menyebabkan perangkat telepon menghasilkan bunyi atau indikasi lain sebagai penanda adanya panggilan masuk. Sinyal ini berfungsi untuk memberi tahu pengguna bahwa terdapat upaya sambungan dari pihak lain.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Dering adalah sinyal dalam sistem telekomunikasi yang menyebabkan perangkat telepon menghasilkan bunyi atau indikasi lain sebagai penanda adanya panggilan masuk. Sinyal ini berfungsi untuk memberi tahu pengguna bahwa terdapat upaya sambungan dari pihak lain.
Secara historis, dering dihasilkan dengan mengalirkan arus bolak-balik bertegangan relatif tinggi melalui saluran menuju telepon pelanggan yang dilengkapi bel elektromagnetisme. Dalam konteks teknis, sinyal ini dikenal sebagai dering daya untuk membedakannya dari sinyal lain, seperti nada panggil atau nada dering, yang dikirimkan ke telepon pemanggil sebagai indikasi bahwa perangkat di sisi penerima sedang berdering.[1][2]
Pada sistem telepon satelit, bunyi dering dihasilkan dengan menerapkan arus bolak-balik bertegangan sekitar 60 hingga 105 volt pada frekuensi antara 15 hingga 25 hertz. Nilai ini bervariasi bergantung pada produsen perangkat dan ketentuan administrasi telekomunikasi setempat. Tegangan tersebut diterapkan pada pasangan konduktor saluran pelanggan, yang secara konvensional dikenal sebagai ujung (tip) dan cincin (ring), serta disuperposisikan dengan catu daya loop arus searah sekitar −48 volt DC.
Sinyal dering dihasilkan oleh generator dering yang berada di sentral telepon. Ketika sistem pensaklaran mengarahkan panggilan masuk ke suatu saluran pelanggan, relai pada kartu saluran akan menghubungkan generator dering ke jalur tersebut. Pada saat yang sama, sentral juga mengirimkan nada panggil ke pihak pemanggil sebagai indikasi bahwa perangkat tujuan sedang dihubungi.
Ketika pihak yang dipanggil menjawab dengan mengangkat gagang telepon dari kaitnya (switchhook), telepon mulai menarik arus searah dari baterai sentral. Aliran arus ini terdeteksi oleh kartu saluran, sehingga relai dering dinonaktifkan dan sinyal dering dihentikan.
Pada garis multi-pihak, sinyal dering umumnya diterapkan dari salah satu sisi pasangan konduktor dua kawat ke tanah. Dalam konfigurasi ini, pelanggan yang dikenal sebagai pihak ujung (tip party) dan pihak cincin (ring party) memiliki bel telepon yang terhubung ke sisi saluran yang berbeda.
Pada layanan dua pihak, masing-masing pelanggan hanya akan mendengar dering untuk panggilan yang ditujukan kepadanya, sehingga panggilan ke pihak lain pada jalur yang sama tidak memicu dering pada pesawat teleponnya. Beberapa perusahaan telepon independen pada abad ke-20 menerapkan layanan empat pihak dengan menggunakan frekuensi dering yang berbeda untuk setiap pelanggan. Dalam sistem ini, kombinasi dering dapat berupa sinyal 20 Hz atau 30 Hz yang diterapkan dari ujung ke tanah atau dari cincin ke tanah, sehingga menghasilkan empat pola dering yang berbeda.
Apabila lebih banyak pihak ditambahkan ke satu jalur yang sama, diperlukan pola dering yang khas untuk membedakan pelanggan yang dipanggil. Pola-pola tersebut dapat terdengar oleh beberapa pengguna pada jalur yang sama, sehingga memungkinkan identifikasi pihak tujuan panggilan.
Generator dering, juga dikenal sebagai generator tegangan dering, adalah perangkat yang menghasilkan sinyal arus bolak-balik berbentuk gelombang sinus dengan frekuensi sekitar 20 hertz dan tegangan hingga sekitar 110 volt puncak. Sinyal ini digunakan untuk mengaktifkan bel daya atau annunciator pada satu atau lebih ekstensi telepon.[3] Keluaran generator akan berhenti ketika gagang telepon diangkat dari kaitnya (off-hook).
Dalam terminologi yang digunakan dalam komunitas phreaking, generator dering disebut sebagai kotak magenta. Perangkat ini dapat digunakan untuk mensimulasikan kondisi panggilan masuk dengan menerapkan tegangan dering AC ke saluran telepon analog (plain old telephone service atau POTS), sehingga telepon pada saluran tersebut berdering. Kombinasi kotak magenta dengan kotak oranye, yang berfungsi meniru pengiriman informasi identifikasi penelepon, dikenal sebagai kotak merah jingga.
Selain konteks phreaking, generator dering juga memiliki berbagai penggunaan yang sah. Pada jaringan telepon umum, sumber utama tegangan dering disediakan oleh sentral telepon. Namun, sistem tertutup seperti pertukaran cabang pribadi (private branch exchange atau PBX) dan sistem interkom berbasis telepon harus menyediakan sumber tegangan dering lokal. Dalam produksi teater, telepon yang berdering sering digunakan sebagai properti panggung. Adaptor telepon analog untuk layanan voice over IP (VoIP) juga memerlukan generator dering internal serta fasilitas pensinyalan jalur lainnya agar dapat mendukung pesawat telepon standar. Selain itu, perangkat ini digunakan oleh teknisi untuk keperluan pengujian dan pemeliharaan.
Generator tegangan dering mandiri diproduksi secara komersial dan juga tersedia sebagai modul yang terintegrasi dalam peralatan telekomunikasi lainnya.[4][5] Di samping itu, berbagai rancangan rangkaian untuk menghasilkan atau mendeteksi tegangan dering pada telepon analog telah dipublikasikan oleh kalangan penggemar elektronika.
Pada sistem tertutup, seperti interkom atau PBX tertentu, penerapan standar dering telepon umum tidak selalu diperlukan, khususnya apabila tidak menggunakan ekstensi telepon standar.[6] Beberapa sistem perkantoran menggantikan bel mekanis dengan buzzer arus searah bertegangan rendah yang disambungkan melalui jalur terpisah, atau menggunakan ekstensi khusus yang hanya kompatibel dengan perangkat dari satu produsen. Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan sinyal dering AC sinusoidal berfrekuensi rendah, tetapi tidak kompatibel dengan sistem dering telepon standar.
Cincin maju (ring forward) adalah sinyal singkat berdurasi sekitar 100 milidetik yang dikirimkan selama koneksi telah terbentuk pada saluran bagasi antar-sentral. Sinyal ini digunakan oleh operator untuk menarik perhatian operator di sentral penerima. Pada saluran bagasi nonlogam, kondisi yang setara dengan keadaan on-hook dikirimkan dan kemudian dikonversi oleh peralatan bagasi di sisi penerima menjadi sinyal penarikan yang sesuai.
Sebaliknya, sinyal ringback berasal dari sisi penerima atau sisi yang dipanggil pada saluran bagasi selama koneksi telah terbentuk, dan berfungsi untuk menarik perhatian operator di sentral asal. Selain itu, sinyal ringback juga digunakan dalam layanan telepon uang logam, di mana operator dapat mengirimkan sinyal tersebut untuk memanggil kembali pelanggan di stasiun pembayaran setelah gagang telepon diletakkan, misalnya untuk menyampaikan informasi mengenai durasi dan biaya panggilan yang telah selesai.