Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Petrus Kanisius Ojong

Petrus Kanisius Ojong, lebih dikenal sebagai P. K. Ojong, adalah seorang jurnalis dan pengusaha Indonesia yang merupakan salah satu pendiri Kompas Gramedia Group, konglomerat terbesar di Indonesia, dan Kompas, salah satu surat kabar harian dengan sirkulasi terbesar di Indonesia, bersama dengan Jakob Oetama.

Wikipedia article
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Petrus Kanisius Ojong
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Auw Jong.

Petrus Kanisius Ojong
LahirAuw Jong Peng-Koen
(1920-07-25)25 Juli 1920
Fort de Kock, Hindia Belanda
Meninggal31 Mei 1980(1980-05-31) (umur 59)
Jakarta, Indonesia
AlmamaterUniversitas Indonesia
Pekerjaan
  • Wartawan
  • guru
  • pengusaha
Tahun aktif1965—1980
Dikenal atasPendiri Kompas & Gramedia
Suami/istriCatherine Oei Kian Kiat
Anak6
P. K. Ojong
Hanzi tradisional: 歐陽炳昆code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 欧阳炳昆code: zh is deprecated
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Ōuyáng Bǐngkūn
- Wade-Giles: Ouyang Ping-k'un
Nama Indonesia
Indonesia: Auwjong Peng-koen

Petrus Kanisius Ojong (25 Juli 1920 – 31 Mei 1980), lebih dikenal sebagai P. K. Ojong,[1] adalah seorang jurnalis dan pengusaha Indonesia yang merupakan salah satu pendiri Kompas Gramedia Group, konglomerat terbesar di Indonesia, dan Kompas, salah satu surat kabar harian dengan sirkulasi terbesar di Indonesia, bersama dengan Jakob Oetama.[2]

Riwayat

Lahir di Bukittinggi, 25 Juli 1920, dengan nama Auw Jong Peng-Koen. Ayahnya, Auw Jong Pauw (1870-1933), sejak dini mengajarkannya untuk hemat, disiplin, dan tekun. Auw Jong Pauw awalnya adalah petani di Pulau Quemoy (kini wilayah Republik Tiongkok) yang merantau ke Sumatera Barat. Di kemudian hari, Auw Jong Pauw menjadi juragan tembakau di Payakumbuh, dan menghidupi keluarga besar 11 anak dari dua istri, istri pertama Auw Jong Pauw meninggal setelah melahirkan anak ketujuh. Peng-Koen (PK Ojong) adalah anak sulung dari istri kedua. Saat Peng-Koen kecil, jumlah mobil di Payakumbuh tak sampai sepuluh, salah satunya milik ayahnya.

Semasa hidupnya, Ojong dikenal sebagai pribadi yang sederhana, jujur, bertanggung jawab, dan pandai mengelola keuangan. Dia tidak suka menyumbang untuk acara pesta yang menghamburkan uang, tetapi memberikan donasi kepada yang membutuhkan bantuan. Selain itu, PK Ojong juga seorang pekerja keras dan mengutamakan persatuan bangsa berdasarkan Bhineka Tunggal Ika.[3]

Pendidikan

Semasa bersekolah di Hollandsch Chineesche School (HCS, sekolah dasar khusus warga Tionghoa) Payakumbuh, Ojong dikenal sebagai anak yang disiplin dan serius. Pada masa itu, ia berkenalan dengan ajaran agama Katolik. Beberapa waktu kemudian, dia masuk Katolik dan mendapat nama baptis Andreas. Peng Koen kemudian sempat pindah ke HCS Padang, lalu melanjutkan ke Hollandsche Chineesche Kweekschool.

Di Hollandsche Chineesche Kweekschool (HCK, sekolah guru), ia gemar membaca koran dan majalah yang dilanggani perkumpulan penghuni asrama. Di sini Auwjong Peng Koen mulai belajar menelaah cara penulisan dan penyajian gagasan. Di sekolah guru setingkat SLTA ini, Peng Koen terpilih sebagai ketua "Tung Sie Ie Tjia" (东西一家,Nama perkumpulan siswa/OSIS di HCK). Ia bertugas menyediakan bahan bacaan buat anggota serta menyelenggarakan pesta malam Tahun Baru Imlek dan piknik akhir tahun. Ojong kemudian meneruskan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan lulus pada tahun 1951.[4]

Karier

Pada awalnya, PK Ojong bekerja sebagai guru di SD Budi Mulia di Mangga Besar Jakarta.[5] Ojong mempelajari mengenai jurnalistik pada tahun 1946, ketika dia bergabung dengan Star Weekly, sebuah mahalan untuk komunitas Tionghoa-Indonesia.[4] Dia memulai kariernya sebagai kontributor dan akhirnya menjadi Pemimpin Redaksi hingga Star Weekly dibubarkan pemerintah karena ulasan luar negeri yang ditulis Ojong dinilai mengkritik kebijakan pemerintah.[4][6] Antara tahun 1946-1951, Ojong merupakan anggota redaksi surat kabar harian Keng Po dan mingguan Star Weekly.[3]

PK Ojong juga dikenal sebagai tokoh di beberapa organisasi seperti anggota Badan Pimpinan Pusat Partai Katolik, bendahara Pengurus Pusat Serikat Penerbit Surat Kabar, bendahara Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah kebudayaan Horison, bendahara Lingkaran Seni Jakarta, anggota Dewan Kurator lembaga Bantuan Hukum/Lembaga Pembela Umum Jaya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Tarumanegara (penyelenggara Universitas Tarumanegara), dan koordinator Serikat Pers Katolik Internasional wilayah Indonesia, serta pendiri dan direktur Kantor Berita Katolik Asia di Hongkong.[5]

Pada tahun 1963, Ojong bersama dengan Jakob Oetama mendirikan majalah Intisari, cikal bakal dari harian Kompas. Pada tahun 1965, mereka mendirikan harian Kompas yang menjadi harian nasional Indonesia hingga saat ini. Pada tahun 1970 hingga akhir hidupnya, PK Ojong merupakan pimpinan umum dari PT Gramedia yang bergerak di bidang penerbitan.[3]

PK Ojong wafat pada 31 Mei 1980. Untuk mengenang jasanya, patung Ojong didirikan di halaman Bentara Budaya Jakarta, suatu lembaga nirlaba yang bertujuan untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia.[5]

Buku

Cuplikan perjalanan hidup Petrus Kanisius Ojong, yang dibesut Helen Ishwara dalam buku PK Ojong: Hidup Sederhana, Berpikir Mulia (2001) terasa bak tuntunan bagi wartawan dalam membangun media cetak dengan baik dan benar. Pengalamannya, berlatar belakang intrik politik Orde Lama dan Orde Baru, begitu rinci.

Lihat pula

  • Jakob Oetama

Referensi

  1. ↑ Leo Suryadinata (2015). Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (Edisi 4th). hlm. 209–210. ISBN 978-9814620505.
  2. ↑ Kompas Gramedia. "Kompas Gramedia Management Team". Diakses tanggal 2017-12-23.
  3. 1 2 3 Jakob Oetama: Pak Ojong Sudah Berada di Surga. 28 Juni 2012. Kompas.com - Kurnia Sari Aziza. Editor: Hertanto Soebijoto.
  4. 1 2 3 P.K. Ojong: A simple life - full of achievement. Diarsipkan 2014-01-04 di Wayback Machine. October 14 2001. The Jakarta Post. Lie Hua.
  5. 1 2 3 Kompas Gramedia: Founders Diarsipkan 2014-01-03 di Wayback Machine..
  6. ↑ Dari Sang Pemula ke Jaringan Bisnis KG. Diarsipkan 2014-01-03 di Wayback Machine. Hidupkatolik.com - Edisi No. 45 Tanggal 6 November 2011 (11 Januari 2012). F. Rahardi.

Pranala luar

  • (Indonesia) PK Ojong (1920-1980): Jurnalis Berpikir Mulia Diarsipkan 2011-06-01 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat
  2. Pendidikan
  3. Karier
  4. Buku
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Kompas Gramedia

perusahaan asal Indonesia

Kompas (surat kabar)

Surat kabar nasional Indonesia

Petrus (disambiguasi)

halaman disambiguasi Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026