Peterongan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jombang yang terletak di tengah. Peterongan memiliki lokasi strategis yang dilewati jalan nasional Surabaya-Ngawi dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Jombang di sebelah barat. Hal tersebut membuat Peterongan menjadi kecamatan yang ramai dengan salah satu pusat keramaian berada di Pasar Peterongan dan Stasiun Peterongan yang terletak di pusat kecamatan. Pemerintah membangun flyover di atas perlintasan kereta pada tahun 2013 untuk mengurai kemacetan terutama saat hari raya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Peterongan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Jombang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Mohammad Eryk Arif S.STP, M.M | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 70.653 jiwa | ||||
| Kode pos | 61481 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.17.10 | ||||
| Kode BPS | 3517120 | ||||
| Luas | 29,47 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 14 | ||||
| |||||
Peterongan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jombang yang terletak di tengah. Peterongan memiliki lokasi strategis yang dilewati jalan nasional Surabaya-Ngawi dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Jombang di sebelah barat. Hal tersebut membuat Peterongan menjadi kecamatan yang ramai dengan salah satu pusat keramaian berada di Pasar Peterongan dan Stasiun Peterongan yang terletak di pusat kecamatan. Pemerintah membangun flyover di atas perlintasan kereta pada tahun 2013 untuk mengurai kemacetan terutama saat hari raya.[1]
Tempat terkenal lain di Peterongan diantaranya Terminal Kepuhsari, Taman Kebon Ratu Keplaksari, serta salah satu pondok pesantren terbesar di Jombang yaitu Pondok Pesantren Darul Ulum yang juga mengelola perguruan tinggi swasta Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu).[2][3][4]
Pada tahun 1982, Peterongan bagian selatan dimekarkan menjadi Kecamatan Jogoroto sehingga sekarang tersisa 14 desa.[5]

Secara geografis, Peterongan terletak di dataran rendah yang didominasi lahan persawahan dengan batas wilayah sebagai berikut:[6]
| Utara | Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Tembelang |
| Timur | Kecamatan Sumobito |
| Selatan | Kecamatan Jogoroto |
| Barat | Kecamatan Jombang dan Kecamatan Tembelang |
Kecamatan Peterongan saat ini terdiri dari 14 desa setelah mengalami pemekaran menjadi Kecamatan Jogoroto di tahun 1982. Desa-desa tersebut dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[6][7]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bongkot | Bongkot, Jegreg, Sentulan | [6][7] |
| 2 | Dukuhklopo | Dukuh, Kapas, Kapringan, Penjalinan | [6][7] |
| 3 | Kebontemu | Kabunan, Nglongko, Temulawak | [6][7] |
| 4 | Keplaksari | Kalangan, Keplak, Pagotan | [6][7] |
| 5 | Kepuhkembeng | Babatan, Jajar, Kandangan, Kembeng, Klagen | [6][7] |
| 6 | Mancar | Mancar Barat, Mancar Timur | [6][7] |
| 7 | Morosunggingan | Kayen, Ngrandu, Ngrandu Santren, Ngrawe, Sudimoro, Sunggingan | [8] |
| 8 | Ngrandulor | Balongganggang, Gempoldapet, Kepuhsari, Macekan, Ngrandon, Ngumpak, Sucen | [9] |
| 9 | Peterongan | Peterongan, Pajaran, Pesantren, Wonokerto | [10] |
| 10 | Senden | Senden, Nglawan, Tembelang | [6][7] |
| 11 | Sumberagung | Banjaranyar, Besukagung, Kaliglugu, Kedungpapar | [11] |
| 12 | Tanjunggunung | Bantengan, Kedung Jero, Kedung Putat (Cangkring Malang), Tanjung, Pule, Sini | [7][12] |
| 13 | Tengaran | Tengaran, Surobayan | [6][7] |
| 14 | Tugusumberjo | Budug, Gading, Nglajur, Ngudi, Tugu | [13] |

Pada zaman kolonial Belanda, di Peterongan pernah berdiri pabrik gula besar bernama Suikerfabriek (SF) Peterongan yang berdiri sekitar tahun 1872. Namun bekas bangunan ini di zaman modern sudah nyaris tidak bersisa.[14]