Peter Martin Christian Souisa adalah Presiden Federasi Mikronesia yang menjabat dari 11 Mei 2015 hingga 11 Mei 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai senator di Kongres Federasi Mikronesia sebagai perwakilan Pohnpei pada tahun 2007 dan menjabat Ketua Komite Transportasi dan Komunikasi. Ia terpilih lagi menjadi anggota pada tahun 2011.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Peter Martin Christian | |
|---|---|
| Presiden Federasi Mikronesia ke-8 | |
| Masa jabatan 11 Mei 2015 – 11 Mei 2019 | |
| Wakil Presiden | Yosiwo George |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 16 Oktober 1947 Pohnpei, Wilayah Perwalian Kepulauan Pasifik, Amerika Serikat (sekarang Federasi Mikronesia) |
| Partai politik | Independen |
| Suami/istri | Maurina Weilbacher |
| Almamater | Universitas Hawaii di Manoa |
Peter Martin Christian Souisa (lahir 16 Oktober 1947) adalah Presiden Federasi Mikronesia yang menjabat dari 11 Mei 2015 hingga 11 Mei 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai senator di Kongres Federasi Mikronesia sebagai perwakilan Pohnpei pada tahun 2007[1] dan menjabat Ketua Komite Transportasi dan Komunikasi.[2] Ia terpilih lagi menjadi anggota pada tahun 2011.
Peter M. Christian menikah dengan Maurina Weilbacher. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai beberapa anak dan cucu. Istrinya, Maurina, aktif mendampingi Christian dalam berbagai kegiatan diplomatik selama masa jabatannya sebagai Presiden. Peter memiliki darah Maluku, Indonesia. Ia merupakan generasi ketiga dari kakeknya yang berasal dari Kecamatan Haria, Kabupaten Maluku Tengah.[3]
Peter M. Christian menempuh pendidikan menengahnya di Xavier High School yang berlokasi di Chuuk, Mikronesia. Setelah lulus, ia melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi di University of Hawaiʻi, Amerika Serikat. Selain itu, ia juga memperdalam wawasannya di bidang administrasi dan manajemen melalui Honolulu Business College di Hawaii untuk menunjang karier politik dan kepemimpinannya.
Perjalanan karier politik Peter M. Christian dimulai sejak tahun 1979, di mana ia terpilih sebagai salah satu dari 14 anggota pertama dalam Kongres perdana Federasi Mikronesia. Dedikasinya di parlemen terus berlanjut hingga ia dipercaya menjabat sebagai Ketua (Speaker) Kongres periode 2003–2007, serta menjadi senator yang mewakili negara bagian Pohnpei pada tahun 2007 dan 2011.
Puncak kariernya tercapai pada 11 Mei 2015 saat ia terpilih menjadi Presiden Federasi Mikronesia menggantikan Manny Mori, dengan fokus kebijakan pada isu kesatuan negara, ketahanan ekonomi, dan pengelolaan sumber daya kelautan. Hingga periode 2025–2026, Christian masih aktif berkontribusi di parlemen dan tercatat sebagai anggota tertua di Kongres Mikronesia pada usia 77 tahun.
Hubungan Peter M. Christian dengan Indonesia sangat istimewa karena beliau memiliki garis keturunan Maluku yang kuat. Beliau merupakan generasi ketiga dari kakeknya yang berasal dari Negeri Haria, Pulau Saparua, Maluku Tengah.
Kedekatan emosional ini terlihat jelas saat kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada Juli 2018, di mana Presiden Joko Widodo menyambutnya bukan sekadar sebagai pemimpin negara sahabat, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Peter M. Christian menyempatkan diri untuk "pulang kampung" ke Negeri Haria guna bertemu langsung dengan kerabat dari keluarga besar Christian yang masih menetap di tanah leluhurnya.