Pengiran Muhammad Yusuf bin Pengiran Haji Abdul Rahim, nama pena Yura Halim, adalah seorang pegawai negeri, diplomat, pengajar dan penyair Brunei. Ia menjabat sebagai sekretaris negara Brunei dari 1964 sampai 1967 sebelum menjadi menteri besarcode: ms is deprecated ketiga dari 1968 sampai 1972. Ia kemudian memegang jabatan diplomatik sebagai komisioner tinggi untuk Malaysia dari 1995 sampai 2001 dan duta besar untuk Jepang dari 2001 sampai 2002. Selain itu, ia menjabat sebagai anggota Dewan Legislatif Brunei dari 2011 sampai menjemput ajal pada 2016.
Ini adalah nama Melayu; nama "Pengiran Abdul Rahim" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Pengiran Muhammad Yusuf". Kata bin (b.) atau binti (bt.), jika digunakan, berarti "putra dari" atau "putri dari".
Pengiran Muhammad Yusuf bin Pengiran Haji Abdul Rahim[a] (2 Mei 1923–11 April 2016), nama pena Yura Halim, adalah seorang pegawai negeri, diplomat, pengajar dan penyair Brunei. Ia menjabat sebagai sekretaris negara Brunei dari 1964 sampai 1967 sebelum menjadi menteri besarcode: ms is deprecated ketiga dari 1968 sampai 1972. Ia kemudian memegang jabatan diplomatik sebagai komisioner tinggi untuk Malaysia dari 1995 sampai 2001 dan duta besar untuk Jepang dari 2001 sampai 2002. Selain itu, ia menjabat sebagai anggota Dewan Legislatif Brunei dari 2011 sampai menjemput ajal pada 2016.
Ia adalah salah satu dari "Tiga M" atau "Tiga Musketir,"[b] yang ditakuti oleh pemerintah Inggris, bersama dengan Marsal Maun dan Pengiran Muhammad Ali.[3] Sebagai anggota Asosiasi Guru Melayu Brunei,[4] Pengiran Muhammad Yusuf, bersama dengan tokoh-tokoh seperti Jamil Al-Sufri, memainkan peran penting dalam menentang pengaruh kolonial Inggris di Brunei pada awal 1950an.[5] Sebagai hibakusha, ia banyak diakui atas jasanya dalam pemerintahan, sastra, dan diplomasi Brunei. Selain itu, ia menjadi orang Brunei pertama yang menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Hiroshima dan menulis lirik untuk lagu kebangsaan Allah Peliharakan Sultancode: ms is deprecated .[6]
Catatan
↑Ejaan lama nama pemberiannya adalah "Pengiran Mohamed Yusof" alih-alih "Pengiran Muhammad Yusuf."[1]
Pengiran Fatimah P. H. (2019). "Allahyarham Pehin Orang Kaya Penggawa Laila Bentara Diraja Dato Laila Utama Awang Haji Mohd. Abbas Al-Sufri bin Pehin Datu Perdana Menteri Dato Lgila Utama Haji Ibrahim". Majalah Pusaka (dalam bahasa Melayu). 47. Bandar Seri Begawan: Pusat Sejarah Brunei: 38–41.
Sidhu, Jatswan S. (2016). Historical Dictionary of Brunei Darussalam (Edisi 3rd). Lanham: Rowman & Littlefield.
Dato Paduka Haji Awang Muhammad bin Abdul Latif (2008). Monograf jurnal generasi: Monograf jurnal generasi Pehin Jawatan Dalam Seri Maharaja Dato Seri Utama Dr. Haji Awang Mohd Jamil Al-Sufri: ensiklopedia bergerak sejarah Brunei satu pengenalan ringkas (dalam bahasa Melayu). Bandar Seri Begawan: Pusat Sejarah Brunei.