Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pemilihan umum federal Australia 2025

Pemilihan umum federal Australia 2025 diselenggarakan pada Sabtu, 3 Mei 2025 untuk memilih anggota Parlemen ke-48 Parlemen Australia. Seluruh 150 kursi DPR dan 40 dari 76 kursi dari Senat Australia diperebutkan dalam pemilihan umum ini. Pemerintahan petahana Partai Buruh Australia pimpinan Anthony Albanese berhasil mempertahankan pemerintah dengan kemenangan telak. Hasil pemilihan umum ini bisa dianggap sebagai sebuah kekecewaan, dengan jajak pendapat menempatkan hasil pemilu sebagai pemerintah Buruh minoritas atau parlemen gantung. Berdasarkan hasil pemilu, Partai Buruh memenangkan kursi terbanyak di Dewan Perwakilan Australia sepanjang sejarah partai, memenangkan 93 kursi.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemilihan umum federal Australia 2025
Pemilihan umum federal Australia 2025
Sebelum
2022
Sebelum
2028
03 Mei 2025 (2025-05-03)
Seluruh 150 kursi di Dewan Perwakilan Australia
76 untuk mayoritas
40 dari 76 kursi di Senat Australia
Pemilih terdaftar18,098,797 Kenaikan 5.0% (98.2% pemilih sah)[1]
Kandidat
  Partai pertama Partai kedua Partai ketiga
 
Ketua Anthony Albanese Peter Dutton Adam Bandt
Partai Partai Buruh Australia Koalisi Liberal/Nasional Partai Hijau Australia
Ketua sejak 30 Mei 2019 30 Mei 2022 4 Februari 2020
Kursi ketua Grayndler (NSW) Dickson (Qld)
(kalah)
Melbourne
(kalah)
Pemilu sebelumnya 77 kursi 58 kursi 4 kursi
Kursi sebelumnya 77[a] 53[b] 4
Kursi yang dimenangkan 94[c] 43[c] 1[c]
Perubahan kursi Kenaikan 17 Penurunan 15
  Partai keempat Partai kelima
 
Templat:Eppt
Ketua Robbie Katter Tidak ada pemimpin
Partai Partai Australia Katter Aliansi Tengah
Ketua sejak 3 Februari 2020 N/A
Kursi ketua Tidak ikut[d] N/A
Pemilu sebelumnya 1 kursi 1 kursi
Kursi sebelumnya 1 1[c]
Kursi yang dimenangkan 1[c] 1
Perubahan kursi Steady Steady
Peta persebaran suara
Hasil partai pemenang per daerah pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat.
Hasil menurut daerah pemilihan, menunjukkan pertahanan dan pendapatan.
Perdana Menteri Australia petahana
Anthony Albanese

Partai Buruh Australia

Perdana Menteri Australia

Anthony Albanese
Partai Buruh Australia

Pemilihan umum federal Australia 2025 diselenggarakan pada Sabtu, 3 Mei 2025 untuk memilih anggota Parlemen ke-48 Parlemen Australia. Seluruh 150 kursi DPR dan 40 dari 76 kursi dari Senat Australia diperebutkan dalam pemilihan umum ini. Pemerintahan petahana Partai Buruh Australia pimpinan Anthony Albanese berhasil mempertahankan pemerintah dengan kemenangan telak.[2][3][4] Hasil pemilihan umum ini bisa dianggap sebagai sebuah kekecewaan, dengan jajak pendapat menempatkan hasil pemilu sebagai pemerintah Buruh minoritas atau parlemen gantung. Berdasarkan hasil pemilu, Partai Buruh memenangkan kursi terbanyak di Dewan Perwakilan Australia sepanjang sejarah partai, memenangkan 93 kursi (sampai dengan 13 Mei 2025).

Ini adalah kali keempat di mana pemerintah berhasil memenangkan 90 kursi atau lebih dalam pemilu federal—terakhir kali prestasi ini diraih adalah pada pemilu 2013 oleh Koalisi Liberal/Nasional pimpinan Tony Abbott. Ini adalah pertama kalinya satu partai, dan khususnya Partai Buruh, mencapai prestasi ini dan ini juga merupakan jumlah kursi terbesar kedua yang diraih oleh satu partai atau koalisi dalam sejarah pemilu Australia, lebih besar dari hasil pemilu 1975 dan sedikit kurang dari hasil pemilu 1996 (dengan 4 kursi yang masih tersisa untuk diperebutkan). Pemerintah Buruh yang dipilih ulang juga menjadi pemerintah petahana pertama sejak pemerintah Koalisi Harold Holt pada 1966 di mana pemerintah berhasil mempertahankan seluruh kursi pemerintah.

Partai Buruh meningkatkan mayoritas parlemennya dengan memperoleh kursi dari petahana di kedua sisi spektrum politik. Sementara itu, oposisi Koalisi Liberal-Nasional, mengalami perubahan besar terhadap mereka, terutama di daerah perkotaan.

Isu yang relevan selama kampanye adalah biaya hidup. Isu lainnya termasuk energi nuklir, perumahan, dan pertahanan.[5] Dalam kampanye, Koalisi berjanji akan membangun 7 pembangkit listrik tenaga nuklir jika dipilih sebagai pemerintah dalam jangka waktu 20 tahun, sementara Partai Buruh Australia berjanji membangun 1.2 juta rumah baru. Kedua partai mendukung inisiatif penaikkan anggaran pertahanan.

Australian Broadcasting Corporation (ABC) memprojeksikan masa jabatan kedua Partai Buruh dalam dua jam dan 30 menit setelah tempat pemungutan suara di negara-negara bagian pantai timur Australia ditutup. ABC juga melaporkan bahwa Peter Dutton, pemimpin utama dari Koalisi, kalah melawan seorang kader Buruh yang menantangnya. Pemilu ini mencetak sejarah di mana seorang Pemimpin Oposisi kalah di daerah pemilihannya sendiri. Pada 7 Mei 2025, ABC juga melaporkan bahwa ketua umum Partai Hijau Australia Adam Bandt kehilangan kursinya di Melbourne ke Partai Buruh. Dutton mengakui kekalahannya sesaat setelah pukul 9:30 malam AEST pada malam pemilihan, mengumumkan bahwa ia telah menelepon Albanese untuk memberi selamat kepadanya atas terpilihnya kembali Partai Buruh.[6][7][8]

Latar belakang

Pemilihan sebelumnya

Artikel utama: Pemilihan umum federal Australia 2022

Pada pemilihan umum sebelumnya pada 2022, Partai Buruh Australia pimpinan Anthony Albanese berhasil membentuk pemerintahan setelah 9 tahun di oposisi, memenangkan 77 kursi di Dewan Perwakilan Australia, cukup untuk meraih mayoritas dengan dua kursi. Koalisi Liberal/Nasional yang memerintah sebelumnya hanya meraih 58 kursi dan menempatkan diri ke oposisi. Bangku tengah yang dibentuk oleh partai lain dan politikus independen bertambah menjadi 16: 10 oleh politikus independen (termasuk 7 politikus yang teraffiliasi dengan Teal independents), 4 oleh Partai Hijau Australia, dan masing-masing 1 oleh Partai Australia Katter dan Aliansi Tengah.[9]

Di Senat Australia, Buruh tidak meraih banyak dan komposisi mereka tidak berubah dengan 26 kursi, jadi untuk meloloskan RUU menjadi undang-undang yang sah, mereka memerlukan 13 suara di Senat. Partai Hijau meraih 3 kursi tambahan, menambah komposisi mereka menjadi 12. Koalisi kehilangan 4 kursi dan hanya mempertahankan 32 kursi. One Nation tetap mempertahankan 2 kursi. Aliansi Tengah dan Tim Rex Patrick masing-masing kehilangan satu senator, sementara Jaringan Jacqui Lambie mendapatkan seorang senator. David Pocock berhasil dipilih sebagai seorang senator melalui jalur independen, dan Partai Australia Bersatu besutan Clive Palmer juga mendapatkan seorang senator.[10]

Komposisi Parlemen ke-47

Parlemen ke-47 Australia dibuka pada 26 Juli 2022. Albanese selaku Perdana Menteri Australia memimpin pemerintahan, sementara oposisi dari Koalisi Liberal/Nasional memiliki pemimpin baru. Mantan Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton menggantikan Scott Morrison yang menjabat sebagai perdana menteri sampai kekalahannya dalam pemilu.[11] Pada 23 Desember 2022, anggota DPR dari fraksi Partai Nasional Australia Andrew Gee meninggalkan partai dan menjadi politikus independen setelah Partai Nasional memutuskan untuk secara terbuka menentang inisiatif Suara Pribumi untuk Parlemen. Ini menyebabkan bangku tengah naik menjadi 17 suara dan jumlah kursi Koalisi turun menjadi 57.[12]

Pada 16 Januari 2023, senator Liberal Jim Molan meninggal dan digantikan oleh Maria Kovacic pada bulan Mei. Pada 6 Februari, senator Hijau Lidia Thorpe mengundurkan diri dari Partai Hijau Australia dan menjadi politikus independen. Pada 1 April 2023, Mary Doyle dari Partai Buruh Australia berhasil memenangkan pemilihan sela Aston 2023 setelah pengunduran diri petahana dari Partai Liberal Australia Alan Tudge. Hasil ini merupakan hasil yang mengejutkan dan menandakan untuk pertama kalinya pemerintah petahana berhasil menambah mayoritas mereka di parlemen dengan merebut kursi oposisi sejak pemilihan sela Kalgoorlie 1920.[13] Dengan hasil pemilihan sela tersebut, kursi Partai Buruh bertambah menjadi 78 kursi, sementara Koalisi berkurang jadi 56 kursi. Pada Mei 2023, anggota dari fraksi Partai Nasional Liberal Queensland Stuart Robert mengundurkan diri, memicu pemilihan sela di Fadden yang terletak di Gold Coast, Queensland. Kursi ini dimenangkan oleh Cameron Caldwell dari Partai Nasional, secara keseluruhan tidak mengubah tatanan DPR. Juga pada Mei 2023, politikus independen Dai Le dari Fowler di Sydney Barat mendirikan partai baru, yakni Jaringan Dai Le dan Frank Carbone bersama Wali kota Fairfield Frank Carbone. Partai tersebut akan beraktivitas di Sydney Barat.[14]

Pada 15 Juni 2023, Senator Liberal David Van dikeluarkan dari partai akibat tuduhan pelecehan seksual dari mantan Senator LNP Amanda Stoker dan senator independen Lidia Thorpe. Ia melanjutkan masa baktinya sebagai politikus independen. Pada 14 November 2023, Russell Broadbent meninggalkan Partai Liberal Australia dan duduk di kursi tengah setelah kalah proses praseleksi.[15] Juga pada November, Senator Marise Payne, veteran Partai Liberal menyatakan mengundurkan diri dan posisinya di Senat digantikan oleh Dave Sharma yang kembali ke Parlemen.[16][17] Pada 4 Desember 2023, anggota Buruh Peta Murphy meninggal dunia akibat kanker, mengurangi kursi Buruh menjadi 77, tetapi jumlah anggota mereka kembali naik menjadi 78 karena calon Jodie Belvea berhasil mempertahankan kursi almarhum Peta Murphy pada pemilihan sela Dunkley 2024. Partai Liberal kehilangan satu kursi pada 28 Februari 2024 saat Scott Morrison (mantan Perdana Menteri) mengundurkan diri dari kursinya di Cook, walaupun kursinya berhasil dipertahankan oleh Simon Kennedy pada pemilihan sela Cook 2024.

Senator Buruh Pat Dodson mengundurkan diri dari Senat untuk menjalankan perawatan kanker. Kekosongannya diisi oleh Varun Ghosh. Senator Buruh Linda White meninggal dunia pada Maret 2024 dan digantikan oleh Lisa Darmanin, sementara Senator Hijau Janet Rice mengundurkan diri pada bulan berikutnya dan digantikan oleh Steph Hodgins-May. Perubahan komposisi partai terjadi ketika senator Tasmania Tammy Tyrrell keluar dari Jaringan Jacqui Lambie untuk duduk sebagai independen pada 28 Maret 2024 dan senator Buruh Fatima Payman meninggalkan partai dan bergabung dengan partai lintas partai sebagai independen pada bulan Juli 2024, dengan alasan tidak setuju dengan posisi partai mengenai Konflik Gaza–Israel. Tiga bulan kemudian, Fatima mendirikan Partai Suara Australia menyatakan bahwa ia bermaksud agar partai tersebut mengajukan kandidat di kedua majelis parlemen pada pemilihan ini. Komposisi Senat berubah sekali lagi pada tanggal 25 Agustus 2024 ketika senator LNP Gerard Rennick mengundurkan diri dari partai dan pindah ke kursi tengah untuk duduk sebagai independen setelah kekalahan pra-seleksi. Seperti Payman, ia mengumumkan niatnya untuk mendirikan sebuah partai politik, bernama Partai Rakyat Pertama, sehingga namanya akan ditampilkan di atas garis pada surat suara pemilihan.[18]

Kejadian selama Parlemen ke-47

Kedua partai besar mempertahankan pemimpin mereka dengan Anthony Albanese menyelesaikan masa jabatan pertamanya sebagai Perdana Menteri dan masa jabatan keduanya sebagai ketua umum Partai Buruh Australia sementara Peter Dutton menyelesaikan masa jabatan pertamanya sebagai Pemimpin Oposisi dan ketua umum Partai Liberal Australia. Kabinet Albanese I sempat dirombak pada Juli 2024, diikuti oleh rombakan kabinet kecil pada Januari 2025. Kabinet bayangan Dutton dirombak sebanyak tiga kali pada April 2023, Maret 2024, dan Januari 2025.

Kematian dan pemakaman kenegaraan Elizabeth II terjadi pada September 2022, diikuti oleh penobatan Charles III dan Camilla pada 23 Mei; maka pemilu 2025 ini adalah pemilu pertama dibawah Charles III sebagai Raja Australia. Charles III sendiri mengunjungi Australia pada Oktober 2024, kunjungan pertama oleh penguasa petahana sejak 2011. Senator independen Lidia Thorpe yang mundur dari Partai Hijau Australia karena ketidaksetujuan terhadap sikap partai mengenai referendum Suara Pribumi untuk Parlemen mendapatkan liputan media yang signifikan karena secara kontroversial memaki Charles III di sebuah acara di Parliament House.[19]

Kampanye

Pada awal Januari 2025, Albanese dan Dutton mulai muncul di acara publik yang ditulis oleh media sebagai "peluncuran kampanye tidak resmi". Albanese mengunjungi elektorat di Queensland, Wilayah Utara, dan Australia Barat.[20] Isu kampanye yang cukup terkemuka adalah rumah, biaya hidup, kesehatan, energi nuklir dan daur ulang, imigrasi, sektor publik, Skema Asuransi Disabilitas Nasional, dan pertahanan.[5] Dutton memberikan pidato di Melbourne dimana ia meluncurkan slogan kampanye Liberal, "Let's Get Australia Back on Track" (Bahasa Indonesia: Marilah Menuntun Australia Kembali ke Jalan yang Benar) dan fokus ke topik energi nuklir, perumahan, dan imigrasi.[21] Banyak komentator menilai kampanye Peter Dutton sebagai kampanye yang lemah.[22][23][24]

Kampanye resmi

  • 28 Maret: Pemilihan diumumkan untuk diselenggarakan pada 3 Mei setelah Albanese mengunjungi Gubernur Jenderal Sam Mostyn untuk menasihatinya agar menunda sidang Parlemen dan membubarkan DPR. Parlemen kemudian ditunda dan DPR dibubarkan.[25]
  • 29 Maret: Albanese dan Dutton memulai kampanye perdana mereka. Albanese berkampanye di Dickson, kursi parlemen Dutton sementara Dutton berkampanye di Brisbane. Dua acara Dutton diganggu oleh aktivis lingkungan dan Albanese dicerca oleh seorang demonstrator.[26] Partai Buruh berjanji untuk melarang bentuk-bentuk penimbunan harga oleh supermarket, sembari mengumumkan bahwa mereka juga akan mengadopsi semua rekomendasi penyelidikan supermarket ACCC.[27] Dutton menyatakan bahwa "tidak ada" yang menduga Partai Buruh bisa membentuk pemerintahan mayoritas.[28]
  • 31 Maret: Sebuah kapal riset Tiongkok memasuki wilayah maritim Australia selatan. Angkatan Laut Tiongkok telah melakukan latihan militer dengan tembakan langsung di perairan timur Australia pada bulan Februari, termasuk insiden di mana suar dilepaskan ke arah pesawat Angkatan Udara Australia, yang mendorong pihak oposisi untuk menuduh pemerintah Australia lemah. Kemunculan kapal riset tersebut kembali memicu kritik dari pihak oposisi.[29][30] Dutton mengomentar dalam sebuah wawancara bahwa apabila terpilih sebagai perdana menteri, ia akan tinggal di kediaman sekunder Kirribilli House di Sydney, alih-alih kediaman utamanya, The Lodge, di Canberra. Komentarnya dikritik sebagai "kesombongan" dan "mengukur tirai" oleh tokoh-tokoh Partai Buruh.[31]
  • 4 April: Kedua partai besar berjanji akan mengembalikan kepemilikan Pelabuhan Darwin kembali ke tangan Australia jika terpilih.[32]
  • 5 April: Saat berkunjung ke lapangan sepak bola Australia (AFL) di Darwin, Dutton secara tidak sengaja menendang bola ke arah juru kamera dari Network 10, membenturkan kamera ke kepalanya dan melukainya.[33]
  • 15 April: Partai Buruh mengumumkan anggaran $3.8 juta untuk tetap mendanai layanan kesehatan Canberra dari ancaman bangkrut.[34] Situs internet majalah militer Janes melaporkan bahwa Rusia tertarik untuk membangun pangkalan udara di Indonesia. Menyangkut laporan tersebut, Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan kepada Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles bahwa laporan itu tidak benar,[35] dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyangkal laporan tersebut. Peter Dutton menyatakan bahwa laporan tersebut adalah sebuah "malapetaka besar" terhadap kebijakan luar negeri Buruh jika Albanese atau Penny Wong tidak melakukan apapun untuk melawan kebijakan tersebut.[36] Dutton juga menuding bahwa Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana tersebut walaupun belum ada pernyataan langsung dari Prabowo.[37] Ketua umum Partai Hijau Adam Bandt mengumumkan kebijakan prioritas partai jika pemilu berujung dengan hasil parlemen gantung. Kebijakan tersebut antara lain bertujuan untuk memasukkan perawatan gigi ke dalam Medicare, menurunkan harga perawatan anak, mengakhiri penebangan hutan asli, dan Bandt menegaskan kembali kebijakan untuk mengurangi beberapa keringanan pajak.[38]
  • 16 April: Australian Broadcasting Corporation menyelenggarakan acara debat antara Dutton dan Albanese yang dimoderasi oleh pembawa acara Insiders David Speers.[39] Dalam sesi kebijakan luar negeri pada debat tersebut, Dutton mengakui kesalahan mengaitkan rencana pembangunan pangkalan Rusia dengan Presiden Prabowo Subianto.[40]
  • 21 April: Paus Fransiskus meninggal dunia. Albanese dan Dutton menghentikan operasi kampanye mereka sebagai tanda hormat kepada almarhum Paus.[41] Partai Buruh mengumumkan bahwa mereka akan mendanai fasilitas perawatan lanjut usia di Canberra dengan $10 juta menyusul pengumuman pemerintah ACT bahwa fasilitas tersebut akan ditutup.[42]
  • 25 April: Kampanye diberhentikan untuk sementara waktu dalam rangka merayakan Hari Anzac.[43]
Grafik jumlah suara pra-pemungutan suara yang diberikan untuk pemilihan federal Australia dari tahun 2010 hingga 2025

Slogan partai

Partai atau kandidat Slogan Inggris Slogan Indonesia Ref.
Buruh Building Australia's future Membangun Masa Depan Australia [44]
Koalisi Let's get Australia back on track Marilah Menuntun Australia Kembali ke Jalan yang Benar [44]
Hijau If you want change, the first step is to vote for it Jika mau Perubahan, Langkah Pertama adalah Memilih untuk Itu [45]
Trumpet of Patriots Make Australia great again Buat Australia Hebat Kembali [46]

Preferensi

Australia menerapkan pemilihan preferensi dalam sistem pemilihan umum mereka. Maka, sebagai tradisi pemilu, masing-masing partai bisa merekomendasi suara preferensi terhadap beberapa kandidat. Dalam pemilu ini, Koalisi merekomendasi pemilihnya untuk menetapkan kader One Nation atau Partai Libertarian Australia sebagai pilihan kedua. One Nation menempatkan Koalisi sebagai pilihan kedua di beberapa dapil.[47] Di dapil di mana Liberal dan Nasional saling melawan, Partai Nasional Australia menempatkan Partai Liberal Australia sebagai preferensi kedua, dan kemudian One Nation, dengan Buruh dan Hijau biasanya ditempatkan sebagai pilihan terakhir. Kandidat teal independent yang didukung oleh Climate 200 secara umum tidak diberikan dukungan preferensi.[48]

Buruh biasanya menempatkan Hijau sebagai pilihan kedua di kebanyakan dapil kecuali Macnamara karena kandidat dari Partai Hijau yang bertanding disana memiliki sentimen pro-Palestina yang kuat dan penduduk setempat bermayoritas Yahudi.[49] Partai Hijau menempatkan preferensi ke Australia's Voice, kandidat pro-Palestina, dan teal independent lebih tinggi dibandingkan Buruh. Hijau juga menempatkan Buruh diatas Koalisi di setiap dapil yang mereka kontestasi.[49][50] Trumpet of Patriots menempatkan kandidat petahana sebagai pilihan terakhir kecuali di Bennelong di mana mereka menempatkan Jerome Laxale diatas kandidat Liberal Scott Yung, tetapi menempatkan kandidat teal independent dibawah kader Liberal.[51]

Anggota pensiun

Kursi di dapil Hinkler (Queensland) dan Maribyrnong (Victoria) kosong saat Parlemen Australia dibubarkan akibat pengumuman pemilu, setelah pengunduran diri Keith Pitt (LNP-Nats) dan Bill Shorten (ALP) pada tanggal 19 dan 20 Januari 2025. Tidak ada pemilihan sela digelarkan karena pengunduran diri kedua anggota hampir berdekatan dengan tanggal pemilu.[52][53]

Buruh

  • Linda Burney MP (Barton, NSW)
  • Stephen Jones MP (Whitlam, NSW)
  • Brian Mitchell MP (Lyons, Tas.)

Koalisi

Liberal

  • Warren Entsch MP (Leichhardt, Qld)
  • Senator Linda Reynolds (WA)

Jajakan pendapat

Pemilihan primer

Grafik regresi lokal terhadap jajakan pendapat yang dilakukan sejak pemilu 2022

Preferensi dua partai

Grafik regresi lokal terhadap jajakan pendapat yang dilakukan sejak pemilu 2022

Hasil

Pemerintahan Partai Buruh Australia yang sedang menjabat terpilih kembali untuk masa jabatan kedua, memenangkan 94 dari 150 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Ini merupakan perolehan bersih 17 kursi dari pemilihan sebelumnya dan menyamai perolehan Koalisi Liberal-Nasional pada pemilihan tahun 1996. Secara nasional, Partai Buruh mengamankan 55,22% suara pilihan dua partai. Koalisi turun menjadi 43 kursi, kehilangan 15 kursi, dengan Pemimpin Oposisi Peter Dutton kalah di daerah pemilihannya di Dickson. Partai Hijau Australia berkurang menjadi satu kursi di Ryan, sementara anggota lintas partai bertambah menjadi 12 anggota, terdiri dari 10 independen bersama Rebekah Sharkie dan Bob Katter. Di Senat, tidak ada partai yang mencapai mayoritas: Partai Buruh meningkatkan perwakilannya menjadi 28 kursi (naik tiga kursi), sementara Koalisi turun menjadi 27 (kehilangan tiga kursi). Partai Hijau mempertahankan 11 kursi, sementara delapan kursi sisanya dibagi di antara partai-partai kecil dan independen, termasuk empat kursi dari partai One Nation pimpinan Pauline Hanson, yang memperoleh dua kursi.

Pemilu ini menghasilkan jumlah perempuan terbanyak di kedua majelis parlemen dalam sejarah Australia.[54]

Primary Vote
Labor
  
34,79%
Coalition
  
32,21%
Greens
  
11,76%
Independents
  
7,44%
One Nation
  
6,25%
Trumpet of Patriots
  
1,85%
Others
  
5,70%
Two-Party Preferred Vote
Labor
  
54,63%
Coalition
  
45,37%
Seats
Labor
  
62,00%
Coalition
  
28,00%
Independents
  
6,00%
Greens
  
0,67%
Katter's Australian
  
0,67%
One Nation
  
0,67%
In-Dobut
  
2,00%

Reaksi

Domestik

Komentator terkenal dan kepala analis pemilu ABC Antony Green melaporkan bahwa Partai Buruh Australia akan memenangkan masa jabatan kedua dalam waktu dua setengah jam setelah TPS di pantai timur Australia tutup. Ini sekitar 30 menit lebih cepat daripada proyeksinya tentang kemenangan Partai Buruh atas Koalisi pada pemilihan federal sebelumnya, tetapi satu jam lebih lambat daripada proyeksinya tentang kemenangan Koalisi pada pemilihan federal sebelumnya. Ini diikuti oleh organisasi media besar yang juga memproyeksikan kemenangan Partai Buruh, serta kekalahan kursi Peter Dutton sendiri.[7][55] Hasil awal menunjukkan bahwa Partai Buruh berhasil meraih kursi di seluruh negara bagian Australia. Buruh setidaknya telah merebut 13 kursi dari Koalisi, termasuk empat kursi di Queensland Tenggara, tiga di Sydney, dan seluruh kursi di Tasmania bagian utara. Buruh juga diprojeksikan merebut dua kursi di Brisbane yang diduduki oleh anggota parlemen Partai Hijau Australia. Hasil akhir pemilu masih menyisakan 16 kursi tanpa pemenang jelas, setengah dari itu berasal dari Victoria.[56]

Dutton mengakui kekalahannya tak lama setelah pukul 9:30 malam AEST pada malam pemilihan, mengumumkan bahwa ia telah menelepon Anthony Albanese untuk memberi selamat kepadanya atas terpilihnya kembali Partai Buruh. Dalam pidato pengakuan kekalahannya, Dutton mengakui kinerja Koalisi yang buruk dan bertanggung jawab penuh atas hasilnya. Ia juga menjadi Pemimpin Oposisi federal pertama yang kalah dalam pemilihan federal (dimenangkan oleh Ali France dari Partai Buruh).[6][7][8] Meraih kemenangan pada malam hari pemilu, Albanese menyapa pendukungnya dengan pesan persatuan dan optimisme, mendeklarasikan bahwa "waktu peluang terbesar terhadap bangsa kita sudah tiba".[8] Ia menekankan pentingnya upaya kolektif dalam membentuk masa depan negara, dengan menyatakan, "kita memiliki apapun yang diperlukan untuk merebut kesempatan ini dan membuatnya punya kita, tetapi kita harus melakukannya bersama".[8]

Kemenangan Anthony Albanese digambarkan sebagai kemenangan telak dan kebangkitan bersejarah,[57] ia kembali ke pemerintahan dengan mayoritas yang lebih besar,[58] dan melawan hasil survei yang memproyeksikan bahwa Buruh akan kembali dengan pemerintahan minoritas atau parlemen gantung.[2][3][4] Sebagai akibat, banyak analis membandingkan persamaan hasil pemilu tersebut dengan hasil pemilihan umum federal Kanada 2025 yang digelar beberapa hari sebelumnya, dimana pemerintahan kiri tengah Partai Liberal Kanada pimpinan Mark Carney berhasil melawan seluruh opini survei yang kebanyakan menjagokan Partai Konservatif Kanada, meraih tambahan kursi serta mempertahankan pemerintah. Komentator juga berbicara mengenai "efek Trump" yang negatif karena ketua umum Partai Konservatif Pierre Poilievre juga kehilangan kursinya.[59][60] Menurut koresponden BBC Australia Katy Watson, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengubah permainan dan Albanese berhasil "meyakinkan pemilih bahwa dia dan pemerintahannya adalah sepasang tangan yang aman di dunia yang semakin tidak meyakinkan".[57][61] Namun, fakta bahwa Partai Konservatif Kanada mampu memperoleh kursi, dan mencapai suara terbanyak yang diperoleh partai kanan-tengah di Kanada sejak tahun 1988; tidak seperti Koalisi yang kehilangan lebih banyak kursi, menunjukkan adanya faktor domestik lain, bukan hanya "efek Trump" yang menyebabkan kekalahan Koalisi.[59] Komentator psefologi terkemuka dan analis pemilu utama ABC, Antony Green, mengatakan: "Sulit untuk membedakan apakah ini karena kampanye Partai Buruh yang brilian, kegagalan Koalisi, atau kekhawatiran atas ketidakstabilan yang diciptakan oleh gaya pemerintahan Presiden Trump yang kacau balau. Menurut saya, ini adalah kombinasi dari ketiganya."[57]

Dutton at a press conference with two men in military uniforms. They are standing in front of a black backdrop with white text reading "ZERO CHANCE OF ILLEGAL MIGRATION".
Dutton menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pada tahun 2019, membahas Operasi Perbatasan Berdaulat. Para komentator berpendapat bahwa kaitan Dutton dengan kebijakan "keras" menciptakan persepsi negatif di kalangan pemilih.

Komentator juga menyatakan bahwa citra Dutton sebagai orang yang "tangguh" justru membebankan kampanyenya.[62][63] Albanese berupaya untuk melawan citra tangguhnya dengan narasi "kebajikan bukanlah kelemahan" sebagai bentuk tanggapan terhadap Dutton yang kerap mengkritik Albanese sebagai pemimpin yang "lemah".[64]

Pemilu ini menandakan untuk pertama kalinya sejak 2007 dan ketiga kalinya sejak Federasi, seorang ketua umum partai utama kehilangan kursinya akibat kekalahan pemilu.[65] Ditambah, Anthony Albanese menjadi perdana menteri pertama yang dipilih kembali untuk memerintah sejak periode keempat dan keterakhir John Howard pada 2004, dan pemimpin Buruh pertama sejak Bob Hawke pada 1990.[57] Albanese juga mencetak sejarah sebagai perdana menteri pertama yang kembali memerintah dengan jumlah kursi yang lebih besar, ini adalah pertama kali untuk Partai Buruh untuk dipilih kembali dengan mayoritas sejak 1993 dengan jumlah anggota parlemen dari Buruh terbesar sepanjang sejarah Australia. Ini adalah pemilihan umum keempat berturut-turut sejak 2013 di mana Koalisi kehilangan dukungan suara primer. Partai Liberal hanya memiliki sedikit kursi di DPR sejak didirikan pada tahun 1945, dan menghasilkan hasil pemilihan umum terburuk bagi partai utama non-Buruh sejak Partai Australia Bersatu (pelopor langsung Partai Liberal) hanya memiliki 14 kursi pada tahun 1943. Perubahan signifikan terhadap Partai Liberal disebut "jahat" oleh mantan menteri dari pemerintahan Koalisi, Senator Simon Birmingham.[66]

Partai Liberal mengalami perubahan yang sangat signifikan di kursi-kursi metropolitan. Khususnya, Partai Liberal tidak memenangkan kursi di Adelaide untuk pertama kalinya sejak 1946; kandidat Liberal terakhir yang mewakili kota tersebut, James Stevens di Sturt, dikalahkan oleh penantang dari Partai Buruh, Claire Clutterham.[67] Partai Liberal hanya memenangkan dua dari lebih dari 400 bilik suara pada hari pemilihan metropolitan di tujuh kursi yang berbasis di Adelaide—Myrtle Bank di divisi Sturt, dan Unley Park di divisi Adelaide.[68] Partai Liberal hanya memperoleh tiga kursi di Sydney, tiga di Melbourne, dua di Brisbane, dan satu di Perth. Hal ini menambah kerugian besar yang mereka derita di daerah pemilihan metropolitan pada tahun 2022, dengan sejumlah kursi kaya yang selama beberapa dekade menjadi basis kekuatan partai dan pendahulunya jatuh ke tangan kandidat independen atau Partai Buruh.

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi pemerintahan Australia yang baru menjabat satu periode untuk kehilangan kursi dan beralih ke oposisi ketika mencalonkan diri untuk periode kedua. Namun, kemenangan Partai Buruh pada tahun 2025 adalah pertama kalinya pemerintahan petahana Australia menjalani masa jabatan pertama secara penuh dan memenangkan masa jabatan kedua dengan mayoritas yang meningkat dan kecenderungan untuk beralih ke sana. Terakhir kali sebuah pemerintah petahana masa jabatan pertama dipilih kembali dengan kursi yang lebih banyak adalah tahun 1943, di mana perdana menteri petahana John Curtin dari Buruh memimpin partainya menuju kemenangan mutlak tetapi baru saja menjabat di tengah masa jabatan setelah mengamankan perubahan pemerintahan melalui dukungan lintas bangku, bukan melalui pemilihan umum 1940 sebelumnya. Partai Buruh memenangkan 62,7% dari 150 kursi di DPR, menjadikan pemilihan umum 2025 sebagai hasil terbaik kedua dalam hal persentase DPR yang dikendalikan, mengalahkan rekor sebelumnya pada tahun 1983 di bawah Bob Hawke (60% kursi), 1929 (61,3% kursi di bawah James Scullin) tetapi masih kurang dari rekor sepanjang masa sebesar 66,2% kursi dalam pemilihan umum 1943. 94 kursi Partai Buruh di DPR adalah jumlah kursi tertinggi yang pernah dimenangkan oleh satu partai politik dalam pemilihan umum Australia, menyamai jumlah kursi yang dimenangkan oleh Koalisi pada pemilihan federal 1996.[69] Dalam pemilu ini, Buruh berhasil mempertahankan seluruh kursi dapil yang diraih dalam pemilu sebelumnya; pemerintah federal Australia tidak pernah berhasil mencapai pencapaian ini sejak 1966.[70] Di Senat, Partai Buruh meningkatkan perolehan kursinya menjadi 28, sementara Koalisi turun menjadi 27 kursi, menjadikan Partai Buruh blok terbesar di majelis tinggi untuk pertama kalinya sejak 1984.[71]

Acara hasil projeksi pemilu kali ini adalah acara terakhir Antony Green sebagai kepala analis pemilu setelah berdekade di posisi tersebut. Di siaran tersebut, ada tayangan video berupa salam perpisahan dari mantan perdana menteri John Howard, Kevin Rudd, Julia Gillard, Tony Abbott, Malcolm Turnbull, Scott Morrison dan perdana menteri petahana Anthony Albanese semuanya memuji dan memberi terima kasih kepada Green atas pekerjaannya di ABC.[72]

Partai politik

Tempat pemungutan suara di divisi Wills dengan materi untuk Peter Khalil dari Partai Buruh dan Samantha Ratnam dari Partai Hijau

Di dalam Partai Liberal dan Nasional, ada konsekuensi signifikan atas kekalahan tersebut, yang menimbulkan ketegangan antara kedua partai. Di Partai Liberal Australia, Wakil Ketua Umum Sussan Ley menggantikan Peter Dutton sebagai Ketua Umum setelah mengalahkan Bendahara Bayangan Angus Taylor dan Ted O'Brien dipilih menjadi wakilnya.[73] Sementara di Partai Nasional Australia, David Littleproud mempertahankan kursi ketua umumnya dari perlawanan Matt Canavan.[74] Senator Wilayah Utara Jacinta Nampijinpa Price ganti partai dari Nasional ke Liberal agar dapat bertanding sebagai calon wakil ketua untuk Angus Taylor, menyebabkan sayap moderat Partai Liberal tercengang.[75]

Perjanjian Koalisi antara Liberal dan Nasional tidak dilanjutkan setelah pemilu ini, menyebabkan Partai Liberal menjadi satu-satunya partai oposisi sementara Partai Nasional bergabung dengan kursi tengah.[76][77] Keputusan untuk berpisah dikarenakan perbedaan kebijakan dan ketidaksepakatan ekspektasi solidaritas kabinet bayangan.[78]

Kursi Buruh yang naik di DPR dan Senat menyebabkan penataan kembali faksional, memengaruhi portfolio kementerian. Kader dari Buruh Kanan Ed Husic dan Jaksa Agung Mark Dreyfus tidak dilantik kembali ke Kabinet Albanese II, digantikan oleh kader yang berafiliasi dengan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles.[79] Hal ini menimbulkan keresahan yang signifikan di dalam Partai Buruh, karena kedua menteri dianggap telah berkinerja baik pada periode sebelumnya.[80][81] Mantan Perdana Menteri Paul Keating juga berbicara secara terbuka menentang pengaruh para pemegang kekuasaan faksi.[82]

Penelitian yang dilakukan pada bulan Juni 2025 oleh DemosAU menemukan bahwa 75% warga Australia percaya bahwa suara mereka dihitung secara adil pada pemilu dibandingkan dengan 13% yang tidak, termasuk 67% yang memercayai Komisi Pemilihan Umum Australia. 69% juga percaya bahwa demokrasi di Australia adalah sesuatu yang patut dibanggakan.[83]

Internasional

  •  Amerika Serikat: Sekretaris Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memberikan selamat kepada Albanese atas kemenangan pemilu, menyatalan bahwa ia bersedia untuk memperkuat hubungan dengan Australia untuk mengedepankan kepentingan bersama dan meneggakan kebebasan dan stabilitas di Indo-Pasifik dan global.[84] Presiden Donald Trump setelah turun dari Marine One memberi keterangan media bahwa ia telah mengucapkan selamat kepada Albanese, berkata bahwa ia memiliki hubungan hangat dengan Albanese dan ia "tidak ada ide siapa yang melawannya", merujuk ke Dutton. Dalam konferensi pers mengenai percakapannya dengan Trump, Albanese berkata, "Kita akan terus terlibat".[85]
  •  Belanda: Perdana Menteri Dick Schoof memberi ucapan selamat kepada Albanese melalui media sosial.[86]
  •  Britania Raya: Perdana Menteri Keir Starmer mengucapkan selamat kepada Albanese, berkata "Pertemanan jarak jauh bisa jadi yang terkuat" dan bersedia untuk "tetap bekerja sama demi ambisi yang serupa".[87]
  •  Estonia: Perdana Menteri Kristen Michal mengucapkan selamat kepada Albanese atas terpilihnya kembali dan menekankan hubungan jarak jauh kedua negara.[88]
  •  Fiji: Perdana Menteri Sitiveni Rabuka memberikan selamat kepada Albanese, mengatakan ia berharap untuk melanjutkan kemitraan mereka, yang didasarkan pada rasa saling menghormati, kerja sama pembangunan, dan stabilitas regional.[89]
  •  Filipina: Presiden Bongbong Marcos memberi selamat kepada Albanese, menyatakan "Hubungan kedua negara kita semakin kuat setiap tahun yang lewat. Berlabuh bukan hanya dalam nilai yang sama, tapi juga persahabatan tulus. Mungkin ini adalah sebuah petanda untuk melakukan kunjungan lagi, baik di sebuah flat putih di bawah sana atau secangkir kopi di Manila Tua".[90]
  •  Jerman: Kanselir Olaf Scholz memberikan selamat kepada Albanese dan Partai Buruh melalui media sosial.[91]
  •  India: Perdana Menteri Narendra Modi mengucapkan selamat kepada Albanese atas kemenangan dan pemilihannya kembali. Ia mengatakan bahwa "mandat yang tegas ini menunjukkan kepercayaan abadi rakyat Australia terhadap kepemimpinan Anda. Saya berharap dapat bekerja sama untuk lebih memperdalam Kemitraan Strategis Komprehensif India-Australia dan memajukan visi bersama kita untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik."[92]
  •  Indonesia: Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Albanese di media sosial, menyatakan bahwa ia berharap untuk melanjutkan dan memperkuat kemitraan Indonesia dengan Australia dan bekerja sama untuk mengatasi tantangan bersama dan mengejar tujuan bersama di kawasan dan sekitarnya.[93] Prabowo kemudian menelepon Albanese untuk sekali lagi mengucapkan selamat, menyatakan bahwa ia sangat senang mendengar kabar kemenangan tersebut dan memenuhi keinginan Albanese untuk mengunjungi Indonesia setelah pemilu.[94]
  •  Irlandia: Taoiseach Micheál Martin memberikan selamat kepada Albanese di media sosial.[95]
  •  Jepang: Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengucapkan selamat kepada Albanese atas hasil pemilihan federal Australia, dengan mengatakan, "Saya berharap dapat terus berkolaborasi dengan Anda untuk lebih mengembangkan hubungan kita, sebagai 'Mitra Strategis Khusus', dan untuk mewujudkan 'Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka'."[96]
  •  Kanada: Perdana Menteri Mark Carney memberi selamat kepada Albanese di media sosial, berkata: "Di dunia yang terus terpecah belah, Kanada dan Australia adalah dua mitra dekat dan teman yang bisa diandalkan".[97][98]
  •  Latvia: Presiden Edgars Rinkēvičs mengucapkan selamat kepada Albanese atas kemenangan pemilunya, dengan mengatakan bahwa ia "berharap untuk terus mengembangkan hubungan antara Latvia dan Australia, memperkuat keamanan global dan regional serta kerja sama yang erat dalam organisasi internasional."[99] Perdana Menteri Evika Siliņa memberikan selamat kepada Albanese atas kemenangan yang meyakinkan dalam pemilu tersebut.[100]
  •  Malaysia: Perdana Menteri Anwar Ibrahim memberi selamat kepada Albanese melalui media sosial, menyebut bahwa hasil pemilu tersebut berbicara banyak tentang kepemimpinannya. Ia kemudian berkata bahwa perhatian Albanese terhadap Asia Tenggara tidak terpungkiri dan berharap untuk bisa terus bekerja sama dalam mempertahankan stabilitas, meningkatkan ketahanan, dan membentuk masa depan kesejahteraan bersama.[101]
  •  Norwegia: Perdana Menteri Jonas Gahr Støre memberi selamat kepada Albanese atas pemilihannya kembali sebagai Perdana Menteri Australia. Ia berkata bahwa Norwegia berharap untuk memperkuat kerja sama dengan Australia, termasuk di beberapa bidang penting seperti pertahanan dan keamanan.[102]
  •  Papua Nugini: Perdana Menteri James Marape mengucapkan selamat kepada Albanese dan mengumumkan bahwa Albanese akan menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Papua Nugini.[103]
  •  Prancis: Presiden Emmanuel Macron mengucapkan selamat kepada Albanese atas terpilihnya kembali dirinya, dan berkata: "Dalam menghadapi tantangan global, Australia dan Prancis memiliki banyak hal untuk dicapai bersama — khususnya di Indo-Pasifik. Mari kita terus menulis, dengan ambisi dan persahabatan, babak baru kemitraan kita."[104]
  •  Selandia Baru: Perdana Menteri Christopher Luxon memberi selamat kepada Albanese, berkata bahwa "Selandia Baru tidak memiliki teman dan sekutu yang lebih baik daripada Australia" dan menantikan kerja sama yang erat.[103][105][106]
  •  Singapura: Perdana Menteri Lawrence Wong mengirim sebuah surat mengucapkan selamat kepada Albanese, menyatakan bahwa kedua negara memiliki pemikiran yang sama dengan kepentingan bersama dalam meneggakan tatanan global yang terbuka, inklusif dan berdasarkan peraturan.[107] Albanese menjawab surat Wong dengan memberikan selamat atas kemenangan Wong dalam pemilihan umum Singapura 2025 yang juga diselenggarakan pada hari yang sama.[108]
  •  Spanyol: Perdana Menteri Pedro Sánchez memberi selamat kepada Albanese dan Partai Buruh di media sosial, menyatakan bahwa Australia dan Spanyol akan terus bekerja sama untuk keadilan sosial dan mempertahankan nilai-nilai bersama.[109]
  •  Taiwan: Presiden Lai Ching-te memberi selamat kepada Albanese, memuji hubungan positif Taiwan dengan Australia.[110]
  •  Tibet: Sikyong Penpa Tsering memberi selamat kepada Albanese dan memuji keramahannya terhadap pengungsi Tibet.[111]
  •  Tiongkok: Kementerian Luar Negeri Tiongkok memberikan ucapan selamat kepada Albanese dan berkata bahwa "Tiongkok siap untuk bekerja sama dengan pemerintahan baru Australia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Albanese" untuk memajukan “kemitraan strategis komprehensif yang lebih matang, stabil, dan produktif”.[112]
  •  Ukraina: Presiden Volodymyr Zelenskyy memberi selamat kepada Albanese atas kemenangan pemilunya dan mendoakan sukses dalam melayani rakyat Australia dan mencapai keberhasilan bermakna.[113]

Organisasi

  •  Uni Eropa: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengucapkan selamat kepada Albanese dan partainya atas kemenangan gemilang dalam pemilu federal Australia. Von der Leyen menyebut bahwa hubungan Eropa dan Australia bukan hanya teman, melainkan saudara.[114]

Individu

  • Dalai Lama: Dalai Lama ke-14 menulis surat kepada Albanese untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali dirinya sebagai Perdana Menteri menyusul kemenangan partainya dan mengungkapkan "rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah Australia dan rakyatnya atas perhatian dan dukungan mereka terhadap kebebasan dan martabat rakyat Tibet".[115]

Lihat pula

  • Pemilihan umum di Australia
  • Pemilihan umum Singapura 2025
  • Pemilihan umum federal Kanada 2025

Referensi

  1. ↑ "Enrolment statistics". Australian Electoral Commission. 11 April 2025. Certified List at the 2025 federal election. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 April 2025. Diakses tanggal 19 April 2025.
  2. 1 2 Dhanji, Krishani; Cassidy, Caitlin; Touma, Rafqa; and Doherty, Ben (3 May 2025). "Labor on track for huge majority after landslide win – as it happened". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  3. 1 2 Worthington, Brett (3 May 2025). "Anthony Albanese and Labor claim landslide election win as Peter Dutton loses seat". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  4. 1 2 Olbrycht-Palmer, Joseph; Williamson, Joanne (4 May 2025). "Federal Election 2025: Winners and Losers after Labor's landslide". NewsWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025 – via news.com.au.
  5. 1 2 Chrysanthos, Natassia (17 April 2025). "Where Albanese and Dutton stand on the eight key issues in this election". The Sydney Morning Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 March 2025. Diakses tanggal 6 May 2025.
  6. 1 2 Messenger, Andrew (3 May 2025). "Who is Ali France, the Labor candidate who has unseated Peter Dutton in Dickson?". The Guardian. ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025.
  7. 1 2 3 Pal, Alasdair (3 May 2025). Menon, Praveen (ed.). "Australia state broadcaster ABC projects opposition leader Dutton to lose seat". Reuters. Sydney. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025.
  8. 1 2 3 4 Dhanji, Krishani; Cassidy, Caitlin; Touma, Rafqa; and Doherty, Ben (4 May 2025). "Australian election 2025: Labor secures historic and emphatic victory". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  9. ↑ Green, Antony (23 June 2022) [21 March 2022]. "Australian Federal Election 2022 Live Results". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 May 2022. Diakses tanggal 2 June 2022.
  10. ↑ Green, Antony (23 June 2022) [21 March 2022]. "Senate Results". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 November 2023. Diakses tanggal 22 June 2022.
  11. ↑ Hitch, Georgia (30 May 2022). "Peter Dutton elected new Liberal Party leader, Sussan Ley becomes deputy leader". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 May 2022. Diakses tanggal 30 May 2022.
  12. ↑ Karp, Paul (23 December 2022). "Nationals MP Andrew Gee quits party citing its opposition to Indigenous voice". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 April 2023. Diakses tanggal 23 December 2022.
  13. ↑ Yu, Andi (1 April 2023). "Labor snatches historic victory in Aston by-election in Melbourne's outer east". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 April 2023. Diakses tanggal 1 April 2023.
  14. ↑ Rachwani, Mostafa and Rose, Tamsin (14 May 2023). "Independent MP Dai le looks to spin success in western Sydney into new political movement". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 May 2023. Diakses tanggal 18 May 2023.
  15. ↑ Spencer, Millicent; Whittaker, Jarrod (14 November 2023). "Outspoken backbencher Russell Broadbent quits Liberal Party after preselection loss". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 November 2023. Diakses tanggal 14 November 2023.
  16. ↑ Evans, Jake (2023-09-08). "Liberal senator Marise Payne to retire from politics". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 October 2024. Diakses tanggal 2024-10-17.
  17. ↑ Remeikis, Amy (2023-11-26). "Moderate Dave Sharma wins NSW Liberal Senate spot after beating both Peter Dutton-endorsed candidates". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2023. Diakses tanggal 2024-10-17.
  18. ↑ Australian Associated Press (26 August 2024). "Gerard Rennick quits LNP and reveals plan to register 'People First' party". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 March 2025. Diakses tanggal 21 April 2025.
  19. ↑ Watson, Katy and Relph, Daniela (22 October 2024). "Indigenous Australian senator defends heckling King". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Canberra. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 April 2025. Diakses tanggal 2024-12-06.
  20. ↑ Jervis-Bardy, Dan (2025-01-05). "Anthony Albanese switches to election footing with blitz of three campaign battlegrounds". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 March 2025. Diakses tanggal 2025-01-12.
  21. ↑ Jervis-Bardy, Dan (2025-01-12). "What we learned – and didn't – from Peter Dutton's unofficial campaign launch". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 March 2025. Diakses tanggal 2025-01-12.
  22. ↑ Savva, Niki (29 April 2025). "Dutton has led one of the worst election campaigns in living memory". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 4 May 2025.
  23. ↑ Tingle, Laura (4 May 2025). "This election result shows Labor learned a lesson that the Coalition did not". ABC News. Diakses tanggal 4 May 2025.
  24. ↑ Melzer, Max (4 May 2025). "Veteran journalist Chris Uhlmann, Sky News' Andrew Clennell deliver brutal verdict on Coalition's 'worst' ever campaign and 'approaches to policy'". Sky News Australia. Diakses tanggal 4 May 2025.
  25. ↑ Truu, Maani (28 March 2025). "Campaign kicks off ahead of May 3 federal election, with lines drawn on cost of living and energy". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 March 2025. Diakses tanggal 6 April 2025.
  26. ↑ Cox, Lisa and Rachwani, Mostafa (2025-03-29). "Protesters turn up at Dutton's events despite secret travel plans – as it happened". The Guardian (dalam bahasa Australian English). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 March 2025. Diakses tanggal 29 March 2025.
  27. ↑ Truu, Maani (30 March 2025) [29 March 2025]. "Labor sets election promise to outlaw supermarket price gouging, after inquiry could not substantiate allegations". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 April 2025. Diakses tanggal 21 April 2025.
  28. ↑ Greber, Jacob (3 May 2025). "Voters reject Peter Dutton's vision, giving Labor a remarkable victory and the Liberals a difficult future". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 July 2025. Diakses tanggal 26 August 2025. He mused prematurely about living in Kirribilli and scoffed on the first Saturday of the campaign that "nobody" expected Albanese to win a majority.
  29. ↑ Greene, Andrew and Dziedzic, Stephen (21 February 2025). "Chinese gave live fire warning with planes 'literally flying across the Tasman'". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 May 2025. Diakses tanggal 26 August 2025.
  30. ↑ Greene, Andrew and Dziedzic, Stephen (31 March 2025). "Australia monitoring Chinese research vessel off south coast". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 26 August 2025.
  31. ↑ Belot, Henry (31 March 2025). "Peter Dutton's plan to move to Sydney instead of Canberra if elected 'arrogant', Labor says". The Guardian (dalam bahasa Australian English). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 July 2025. Diakses tanggal 26 August 2025.
  32. ↑ Xiao, Alison (4 April 2025). "Coalition and Labor pledge to retake control of Chinese-controlled Port of Darwin". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 April 2025. Diakses tanggal 6 April 2025.
  33. ↑ Chrysanthos, Natassia and Foley, Mike (5 April 2025). "Cameraman left bloodied after Dutton's football kick goes astray". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2025. Diakses tanggal 2025-08-25.
  34. ↑ "Reprieve for Canberra bulk-billing health service as private operator steps in". ABC News. 15 April 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 April 2025. Diakses tanggal 29 April 2025.
  35. ↑ Lamb, Kate; Butler, Josh (2025-04-15). "Indonesia dismisses report Russia seeking to base aircraft in country as 'simply not true', Australia says". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-04-17.
  36. ↑ Knott, Matthew; Rompies, Karuni (15 April 2025). "'Simply not true': Indonesia rejects reports of Russian military base". The Sydney Morning Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 April 2025. Diakses tanggal 21 April 2025.
  37. ↑ Sorongan, Tommy Patrio. "Heboh Politisi Australia Karang Pernyataan Prabowo Soal Markas Rusia". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-04-17.
  38. ↑ Gould, Courtney; Hewson, Georgie; Boscaini, Joshua; Thorpe, Andrew; and Johnson, Paul (15 April 2025). "Federal Election 2025: Bandt says a Green Brisbane is the key to keeping 'Dutton out' — as it happened". ABC News. Greensland key to keeping Dutton out of PM's office. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 April 2025. Diakses tanggal 21 April 2025.
  39. ↑ "ABC to host election leaders' debate on April 16". ABC News. 3 April 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 April 2025. Diakses tanggal 6 April 2025.
  40. ↑ "Peter Dutton admits mistake over 'extraordinary' Indonesia claim". www.9news.com.au. 2025-04-16. Diakses tanggal 2025-04-17.
  41. ↑ Ore, Adeshola and Touma, Rafqa (22 April 2025). "'He stood for love and peace': Australian parishioners and politicians pay tribute to Pope Francis". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2025. Diakses tanggal 25 April 2025.
  42. ↑ Gore, Charlotte; Frost, Harry (22 April 2025). "Federal Labor commits to additional $10 million for aged care respite beds in Canberra after facility closure announced". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2025. Diakses tanggal 29 April 2025.
  43. ↑ "In pictures: Thousands of Australians mark Anzac Day at events across the country". SBS News. AAP. 25 April 2025. Federal leaders pause campaign to reflect. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2025. Diakses tanggal 25 April 2025.
  44. 1 2 Manns, Howard (2 April 2025). "Australia's 2025 election has given us a pair of F-grade slogans". Monash University. Old English rhymes for the time. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 April 2025. Diakses tanggal 25 April 2025.
  45. ↑ "On May 3rd, Change Starts With Your Vote" (dalam bahasa Inggris). The Australian Greens. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 April 2025. Diakses tanggal 8 April 2025.
  46. ↑ "'Make Australia great again': Palmer returns, with Trumpist pledge". The New Daily (dalam bahasa Inggris). AAP. 19 February 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 April 2025. Diakses tanggal 2025-04-28.
  47. ↑ Crabb, Annabel (23 April 2025). "Coalition cosies up to One Nation with preferences in ceasefire after 30-year war". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2025. Diakses tanggal 25 April 2025.
  48. ↑ Martino, Matt; Shatoba, Katia; Brettell, Thomas; Palmer, Alex; and Doman, Mark (1 May 2025). "How major parties want you to number the ballot in your electorate". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 May 2025. Diakses tanggal 1 May 2025.
  49. 1 2 Xiao, Alison and Tregenza, Holly (24 April 2025). "How preference deals could change who wins in some seats". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 April 2025. Diakses tanggal 25 April 2025.
  50. ↑ Sakkal, Paul (23 April 2025). "Bandt retaliates against Labor by putting teals, Payman before government". The Sydney Morning Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 April 2025. Diakses tanggal 25 April 2025.
  51. ↑ Chrysanthos, Natassia and Sakkal, Paul (18 April 2025). "Teal independents to get an unlikely preference boost – from Clive Palmer". The Sydney Morning Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 April 2025. Diakses tanggal 30 April 2025.
  52. ↑ Sorbello, Nikki (23 January 2025). "By-election unlikely for Hinkler seat after Keith Pitt officially resigns". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 January 2025. Diakses tanggal 23 January 2025.
  53. ↑ "Statement from the Hon. Bill Shorten MP, Minister for the NDIS and Government Services and Member for Maribyrnong" (Press release). The Hon Bill Shorten MP. 16 January 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 January 2025. Diakses tanggal 18 January 2025 – via Ministers for the Department of Social Services.
  54. ↑ Mansfield, Evelyn (5 May 2025). "Record-breaking number of women to enter Parliament". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 July 2025. Diakses tanggal 2025-08-24.
  55. ↑ Maguire, Danielle (4 May 2025). "Who won the 2025 Australian federal election? What happened to Peter Dutton?". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  56. ↑ Green, Antony (14 May 2025) [3 May 2025]. "Australian Federal Election 2025 Live Results". ABC News. Diakses tanggal 14 May 2025.
  57. 1 2 3 4 Butler, Gavin, ed. (2 May 2025). "Australian opposition party reeling after Albanese's landslide election win". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025.
  58. ↑ Telegraph View (5 May 2025). "The Trump effect has placed both Canada and Australia under left-wing rule". The Telegraph. ISSN 0307-1235. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2025. Diakses tanggal 6 May 2025.
  59. 1 2 Smith, David (4 May 2025). "Blaming Donald Trump for conservative losses in both Canada and Australia is being too kind to Peter Dutton". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025.
  60. ↑ Duncan, Grant (5 May 2025). "A 'Trump slump' has lifted the left in Canada and now Australia – what are the lessons for NZ?". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025.
  61. ↑ Watson, Katy; Ng, Kelly (3 May 2025). "He wanted to be Australia's PM. But a 'Trump effect' thwarted Peter Dutton". BBC News. Sydney and Brisbane. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025.
  62. ↑ Mizen, Ronald (4 May 2025). "Dutton's political legacy will be a cautionary tale of what not to do". Australian Financial Review (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 26 August 2025.
  63. ↑ Knaus, Christopher and Belot, Henry (2025-04-06). "Rebranding Peter Dutton: has he done enough to shed 'heartless hard-ass' image to win top job?". The Guardian (dalam bahasa Australian English). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 May 2025. Diakses tanggal 2025-08-26.
  64. ↑ Karvelas, Patricia (28 April 2025). "Albanese and Dutton in a character contest as election day nears". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 April 2025. Diakses tanggal 26 August 2025.
  65. ↑ Green, Antony (20 February 2021). "The Gurgle Hole of History – Leaders who've lost their Seats at Elections". Antony Green's Election Blog. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 February 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  66. ↑ Yussuf, Ahmed; Apap, Veronica; Hewson, Georgie; Wiseman, Lewis; Cooper, Luke; Thorpe, Andrew; Rawling, Caitlin; Truu, Maani; Tregenza, Holly; Boscaini, Joshua; and Gould, Courtney (3 May 2025). "Federal Election 2025: Anthony Albanese claims victory for Labor as Peter Dutton voted out of seat of Dickson — as it happened". ABC News. Diakses tanggal 3 May 2025.
  67. ↑ MacLennan, Leah (4 May 2025). "Liberals left with no Adelaide seats as SA party elder laments 'diabolical' result". ABC News (dalam bahasa Australian English). Australian Broadcasting Corporation. Analysis. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  68. ↑ Starick, Paul (7 May 2025). "Senior SA Liberals fear Tom Venning losing grip on Grey as primary vote plummets". The Advertiser. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 May 2025. Diakses tanggal 29 May 2025. Across Adelaide, the only booths won by the Liberals were Unley Park (Adelaide electorate), Myrtle Bank, Boothby and Sturt pre-poll centres, One Tree Hill (Spence) and three special hospital booths at multiple sites in Makin and Sturt.
  69. ↑ Bongiorno, Frank (2025-05-14). "Political parties can recover after a devastating election loss. But the Liberals will need to think differently". The Conversation (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 July 2025. Diakses tanggal 2025-08-19.
  70. ↑ Godsell, Oscar (26 May 2025). "Labor extends its victory as Basem Abdo secures Calwell, growing Anthony Albanese's super majority in the lower house". Sky News Australia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 August 2025.
  71. ↑ Jeffrey, Daniel (27 May 2025). "Jacqui Lambie beats Pauline Hanson's daughter to Tasmanian Senate seat". 9news.com.au. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2025. Diakses tanggal 28 May 2025.
  72. ↑ "Has Antony Green called the election yet? Former PMs farewell a 'legend'". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2025-05-03. Diakses tanggal 2025-05-21.
  73. ↑ Truu, Maani (2025-05-13). "Sussan Ley becomes first woman to lead Liberal Party". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2025-05-20.
  74. ↑ Dhanji, Krishani (2025-05-12). "David Littleproud re-elected National party leader after challenge from Matt Canavan". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-05-20.
  75. ↑ Grattan, Michelle (2025-05-12). "If Jacinta Nampijinpa Price becomes Liberal deputy it will be a wild ride for the party – and whoever is leader". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-05-20.
  76. ↑ McIlroy, Tom (2025-05-20). "Nationals split from Coalition as Sussan Ley says Liberal party's door 'remains open'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-05-20.
  77. ↑ Jervis-Bardy, Dan (2025-05-20). "The Coalition partners need each other to regain power – but their breakup may do the Liberal party some good". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-05-20.
  78. ↑ Greber, Jacob (20 May 2025). "Coalition split leaves Liberals and Nationals without any excuses". ABC News. Diakses tanggal 20 May 2025.
  79. ↑ Belot, Henry (2025-05-13). "Political influence and powerful allies: how relative unknown Sam Rae catapulted himself into Labor's ministry". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-05-20.
  80. ↑ McIlroy, Tom (2025-05-08). "Mark Dreyfus and Ed Husic dumped from Albanese's cabinet after 'ruthless' factional fight over frontbench". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-05-20.
  81. ↑ Whittaker, Jason (2025-05-12). "'It was just gratuitous': Ed Husic's swipe at Labor's reshuffle". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2025-05-20.
  82. ↑ Mizen, Ronald; Coorey, Phillip (2025-05-08). "Keating slams brutal dumping of ministers as factions sully Labor win". Australian Financial Review (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-20.
  83. ↑ "Does Federal Parliament Need More MPs? A majority of Australians don't think so". DemosAU (dalam bahasa American English). 2025-07-22. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 July 2025. Diakses tanggal 2025-07-22.
  84. ↑ Rubio, Marco; Secretary of State (3 May 2025). "Australian Federal Election" (Press release) (dalam bahasa American English). United States Department of State. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  85. ↑ Koziol, Michael (5 May 2025). "Trump calls Albanese after saying he had 'no idea' who PM's opponent was in election". The Sydney Morning Herald. Washington. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025.
  86. ↑ https://x.com/MinPres/status/1918656205863493994
  87. ↑ Corbett, Helen (3 May 2025). "Starmer congratulates Albanese on re-election, hailing UK-Australia friendship". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025.
  88. ↑ Michal, Kristen [@KristenMichalPM] (3 May 2025). "Congratulations on your election victory, @AlboMP" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  89. ↑ Narawa, Alipate (4 Mei 2025). "Rabuka congratulates Albanese on re-election as Australian PM". www.fijivillage.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-14.
  90. ↑ Cabato, Luisa (8 May 2025). "Marcos congratulates Australian PM Albanese on his reelection". INQUIRER.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 8 May 2025.
  91. ↑ Scholz, Olaf [@Bundeskanzler] (3 May 2025). "Many congratulations to Australian Prime Minister @AlboMP and his party on the election victory" (Tweet). Diakses tanggal 7 May 2025 – via X.
  92. ↑ Modi, Narendra [@narendramodi] (3 May 2025). "Congratulations @AlboMP on your resounding victory and re-election as Prime Minister of Australia!" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  93. ↑ Subianto, Prabowo [@prabowo] (3 May 2025). "My heartfelt congratulations to the Honourable Anthony Albanese on his successful re-election as Prime Minister of Australia" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025 – via X.
  94. ↑ Yudha Saputra, Eka; Planasari, Sita; and Rosdalina, Ida (May 5, 2025). "Anthony Albanese Jadikan Indonesia Kunjungan Pertama Usai Menang Pemilu Australia" [Anthony Albanese Makes Indonesia His First Visit After Winning Australian Election]. Tempo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025.
  95. ↑ https://x.com/MichealMartinTD/status/1918659698724683926
  96. ↑ Shigeru, Ishiba [@shigeruishiba] (3 May 2025). "I express my heartfelt congratulations to @AlboMP on the result of the Australian federal election" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  97. ↑ Carney, Mark [@MarkJCarney] (3 May 2025). "Congratulations, @AlboMP, on your re-election today and the continued trust placed in you by Australians" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  98. ↑ "Anthony Albanese, riding anti-Trump wave, claims victory for Labor Party in Australia". CBC News. The Associated Press and Thomson Reuters. 3 May 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025.
  99. ↑ Rinkēvičs, Edgars [@edgarsrinkevics] (3 May 2025). "Congratulations to Australian Prime Minister @AlboMP on the electoral victory" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  100. ↑ https://x.com/EvikaSilina/status/1918716484173566237
  101. ↑ Ramayah, Umavathi (May 3, 2025). "Anwar ucap tahniah kepada Albanese, kekal Perdana Menteri Australia" [Anwar congratulates Albanese, who remains the Prime Minister of Australia]. Astro Awani (dalam bahasa Melayu). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 2025-05-04.
  102. ↑ Gahr Støre, Jonas [@jonasgahrstore] (3 May 2025). "Warm congratulations to @AlboMP on his convincing re-election as Prime Minister of Australia" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  103. 1 2 Packham, Ben (4 May 2025). "World leaders laud Albanese's election win". The Australian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025.
  104. ↑ Macron, Emmanuel [@EmmanuelMacron] (3 May 2025). "Congratulations, dear Prime Minister @AlboMP, on your re-election" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  105. ↑ Luxon, Christopher [@chrisluxonmp] (3 May 2025). "Congratulations @AlboMP on your re-election" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  106. ↑ Rt Hon Christopher Luxon (4 May 2025). "Prime Minister congratulates Albanese and Wong" (Press release). Beehive.govt.nz. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025 – via New Zealand Government.
  107. ↑ "Prime Minister and Minister for Finance Lawrence Wong's Congratulatory Telephone Calls with Foreign Leaders, 5 May 2025" (Press release) (dalam bahasa Inggris). Singapore: Ministry of Foreign Affairs. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 May 2025. Diakses tanggal 6 May 2025.
  108. ↑ Raguraman, Anjali (6 May 2025). "GE2025: PM Wong receives congratulatory calls from foreign leaders on election victory". The Straits Times. Singapore. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2025. Diakses tanggal 6 May 2025.
  109. ↑ Sánchez, Pedro [@sanchezcastejon] (3 May 2025). "Enhorabuena @AlboMP y al Partido Laborista por vuestra clara victoria en las elecciones de hoy" [Congratulations @AlboMP and the Labor Party for your clear victory in today's elections.] (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 May 2025 – via X.
  110. ↑ Ching-te, Lai [@ChingteLai] (4 May 2025). "Sincere congratulations to @AlboMP on your election win" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025 – via X.
  111. ↑ "Sikyong Penpa Tsering Congratulates Australian Prime Minister Anthony Norman Albanese on His Re-election". Dharamshala: Central Tibetan Administration. 5 May 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 May 2025. Diakses tanggal 6 May 2025.
  112. ↑ Bela, Victoria (4 May 2025). "China congratulates Australia's Labor Party on federal election win". South China Morning Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025.
  113. ↑ Zelenskyy, Volodymyr [@ZelenskyyUa] (3 May 2025). "Congratulations to Prime Minister @AlboMP on a confident electoral victory. I wish you continued success in serving the people of Australia and delivering meaningful achievements" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  114. ↑ von der Leyen, Ursula [@vonderleyen] (3 May 2025). "Congratulations to @AlboMP and his party on their victory in the Australian federal election" (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 3 May 2025 – via X.
  115. ↑ "His Holiness the Dalai Lama Offers Congratulations to Anthony Albanese on His Re-election as Prime Minister of Australia". Dharamshala: Central Tibetan Administration. 4 May 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 May 2025. Diakses tanggal 5 May 2025.
  1. ↑
    • Labor gained the seat of Aston from the Liberals at a by-election in April 2023.
    • The seat of Maribyrnong became vacant in January 2025 following the resignation of Bill Shorten.
  2. ↑
    • In December 2022, Andrew Gee (MP for Calare) left the National Party and became an independent.
    • In April 2023, the Liberal Party lost the seat of Aston to Labor at a by-election.
    • In November 2023, Russell Broadbent (MP for Monash) left the Liberal Party following his preselection loss and sat as an independent.
    • In January 2025, Ian Goodenough (MP for Moore) left the Liberal Party following a preselection loss and sat as an independent.
    • The seat of Hinkler became vacant in January 2025 following the resignation of Keith Pitt.
  3. 1 2 3 4 5 As of 24 May 2025 at 1:50 am AEST with counting nearly complete, the AEC states parties hold leads in the following seats:
    • 94 seats for Labor (including Calwell, which has not been called by news organizations), of which 27 seats have been declared.
    • 43 seats for the Coalition, of which 7 seats have been declared.
    • 1 seat each for the Greens, Centre Alliance and Katter's Australian.
    • 9 seats for independents (not including Bradfield, which is listed as too close to attribute), of which 5 seats have been declared.
  4. ↑ Robbie Katter adalah ketua umum partai ini namun mengabdi sebagai anggota Dewan Legislatif Queensland dan tidak mengikuti pemilu federal.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pemilihan sebelumnya
  3. Komposisi Parlemen ke-47
  4. Kejadian selama Parlemen ke-47
  5. Kampanye
  6. Kampanye resmi
  7. Slogan partai
  8. Preferensi
  9. Anggota pensiun
  10. Buruh
  11. Koalisi
  12. Jajakan pendapat
  13. Pemilihan primer
  14. Preferensi dua partai
  15. Hasil
  16. Reaksi

Artikel Terkait

Pemilihan umum federal Australia 2019

Pemilihan umum federal Australia 2019 diadakan pada 18 Mei 2019 untuk memilih anggota Parlemen Australia. Pemilihan umum ini menentukan 151 kursi pada

Adam Bandt

Politikus Australia (kelahiran 1972)

Anthony Albanese

Perdana Menteri Australia ke-31

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026