Pemilihan umum Gubernur Bali 2013 adalah sebuah pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2013 untuk memilih Gubernur Bali periode 2013–2018.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

15 Mei 2013 | |||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 2.918.824 | ||||||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 71,01% | ||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||
Hasil suara
| |||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara | |||||||||||||||||||||||
Hasil per Kabupaten/Kota Pastika Puspayoga | |||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||
Pemilihan umum Gubernur Bali 2013 adalah sebuah pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2013 untuk memilih Gubernur Bali periode 2013–2018.
Terdapat dua pasangan calon yang bersaing dalam pemilu ini, yaitu Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (mantan Wali Kota Denpasar dan Wakil Gubernur Bali sebelumnya) dan Dewa Nyoman Sukrawan yang diusung oleh partai PDI-P. Dan I Made Mangku Pastika (Gubernur Bali sebelumnya) dan I Ketut Sudikerta yang diusung oleh Partai Demokrat. Pemilihan umum ini akhirnya dimenangkan oleh pasangan Pastika-Kerta dengan perolehan suara 1.063.734 atau 50,02% sementara pasangan Puspayoga-Sukrawan mendapat 1.062.738 suara atau 49,98%. hasil ini kemudian disahkan setelah keputusan KPU Provinsi Bali pada 26 Mei 2013.
Pemilihan umum ini diikuti oleh dua calon pasangan gubernur dan wakil gubernur. Gubernur petahana, I Made Mangku Pastika maju didampingi I Ketut Sudikerta, Wakil Bupati Badung dan PDIP mengusung Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang merupakan Wakil Gubernur Bali berpasangan dengan Dewa Nyoman Sukrawan, Ketua DPRD Buleleng.[1]
| Nomor urut | Kandidat gubernur | Kandidat wakil gubernur | Partai politik | Jumlah kursi DPRD | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 25 / 55 |
[2][3][4] | |||
| 2 |
Pengusung: Demokrat |
29 / 55 |
[5] |
Pada detik-detik menjelang penutupan pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Mantan Bupati Jembrana yakni I Gede Winasa dan seorang pengusaha I Putu Sudiartana tiba-tiba muncul dan mendaftar sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di kantor KPU Provinsi Bali pukul 15.00 WITA sebelum penutupan.[6] Paket Winasa-Sudiartana ini diusung oleh 28 parpol dengan perolehan suara 338.479 atau 18,27%.[7] Namun, pasangan ini gagal mendaftar menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali karena gagal melengkapi berkas hingga jam yang sudah ditentukan oleh KPU.
| Kandidat | Partai | Suara | % |
|---|---|---|---|
| PAS | PDI Perjuangan dan PNI Marhaenisme | 1.062.738 | 49,98% |
| Pasti-Kerta | Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, Partai Gerindra, Partai HANURA,
PKPI, PKPB, PNBK, dan Partai Karya Perjuangan |
1.063.734 | 50,02% |
| Tidak sah/Golput | 792.352 | ||
| Total | 2.159.234 | 100% | |
| Pemilih terdaftar | 2.918.824 | ||
| Sumber:[8] | |||