Pemberontakan Tentara Rakyat Baru, juga dikenal sebagai Pemberontakan NPA, merupakan konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara pemerintah Filipina dan Tentara Rakyat Baru, sayap militan dari Partai Komunis Filipina yang beraliran Marxisme-Leninisme-Maoisme. Pemberontakan ini merupakan konflik bersenjata komunis yang paling menonjol di Filipina, dengan lebih dari 43.000 korban jiwa terkait pemberontakan antara tahun 1969 dan 2008. Pemberontakan ini juga merupakan salah satu pemberontakan komunis yang paling lama berlangsung di dunia. Karena keterlibatan Front Demokrasi Nasional Filipina, sayap legal dari Partai Komunis Filipina, dalam konflik tersebut, konflik ini juga disebut sebagai konflik CPP–NPA–NDF, atau hanya konflik C/N/N, terutama dalam konteks perundingan perdamaian dengan pemerintah Filipina.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pemberontakan Tentara Rakyat Baru | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Dingin dan konflik sipil di Filipina | |||||||
Peta yang menunjukkan wilayah yang berada dalam pengaruh Tentara Rakyat Baru pada tahun 2011–2014[1] | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
Didukung oleh: |
Didukung oleh: | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
Pemimpin sipil Militer Kepolisian |
| ||||||
| Pasukan | |||||||
|
| |||||||
| Kekuatan | |||||||
|
150.000 (Tentara)[9] 228.000 (Kepolisian) |
| ||||||
| Korban | |||||||
| 1.132 tewas (1969–2022) (menurut Angkatan Darat Filipina) | 62.841 tewas (1969–2022) (menurut Angkatan Darat Filipina) | ||||||
Pemberontakan Tentara Rakyat Baru, juga dikenal sebagai Pemberontakan NPA (NPA merupakan singkatan bahasa Inggris dari Tentara Rakyat Baru, New People's Army), merupakan konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara pemerintah Filipina dan Tentara Rakyat Baru, sayap militan dari Partai Komunis Filipina (Inggris: Communist Party of the Philippinescode: en is deprecated , disingkat CPP) yang beraliran Marxisme-Leninisme-Maoisme.[2][11] Pemberontakan ini merupakan konflik bersenjata komunis yang paling menonjol di Filipina,[11] dengan lebih dari 43.000 korban jiwa terkait pemberontakan antara tahun 1969 dan 2008.[12] Pemberontakan ini juga merupakan salah satu pemberontakan komunis yang paling lama berlangsung di dunia. Karena keterlibatan Front Demokrasi Nasional Filipina (Inggris: National Democratic Front of the Philippinescode: en is deprecated ), sayap legal dari Partai Komunis Filipina, dalam konflik tersebut, konflik ini juga disebut sebagai konflik CPP–NPA–NDF, atau hanya konflik C/N/N, terutama dalam konteks perundingan perdamaian dengan pemerintah Filipina.[13]
Sejarah pemberontakan dapat ditelusuri kembali pada tanggal 29 Maret 1969, ketika Partai Komunis Filipina yang baru dibentuk oleh Jose Maria Sison bersekutu dengan kelompok bersenjata kecil yang dipimpin oleh Bernabe Buscayno. Kelompok Buscayno, yang awalnya merupakan unit di bawah Partido Komunista ng Pilipinas-1930, yang beraliran Marxisme-Leninisme, yang merupakan partai yang sama dengan partai Sison sebelum CPP, berganti nama menjadi Tentara Rakyat Baru dan menjadi sayap militan Partai Komunis Filipina.[14] Kurang dari dua tahun kemudian, Presiden Ferdinand Marcos memberlakukan darurat militer,[15][16] yang menyebabkan radikalisasi banyak pemuda dan pertumbuhan pesat CPP-NPA[17][18]
Pada tahun 1992, NPA terpecah menjadi dua faksi: faksi reaffirmis, yang dipimpin oleh Sison, dan faksi penolakan, yang menganjurkan pembentukan unit militer yang lebih besar dan pemberontakan di wilayah perkotaan. Beberapa kelompok pemberontak yang lebih kecil juga muncul dari perpecahan tersebut. Hal ini mencakup pemberontakan Partai Pekerja Revolusioner yang beraliran Marxisme-Leninisme[19] dan pemberontakan Partai Marxis-Leninis Filipina dan sayap bersenjatanya, Rebolusyonaryong Hukbong Bayan,[20]: 682 yang memisahkan diri dari Partai Komunis Filipina pada tahun 1998 dan sejak itu berkonflik dengan pemerintah dan Partai Komunis Filipina.[21] Sebelum perpecahan tahun 1992, ada satu kelompok pecahan penting lainnya, yakni Tentara Pembebasan Rakyat Cordillera yang memilih untuk lebih menekankan otonomi regional untuk region Cordillera.[22]
Tahun 2022 ditandai dengan kematian Sison dan pasangan suami-istri Benito dan Wilma Tiamzon, yang keduanya diduga sebagai pemimpin NPA. Pada tahun 2024, jumlah pemberontak komunis aktif tercatat telah turun menjadi sekitar 1.000 orang di tengah melemahnya pemberontakan secara bertahap dan dimulainya kembali negosiasi perdamaian dengan pemerintah.[23][24][25][26]
In a statement, National Security Adviser Eduardo Año identified the arrested person as Wigberto "Baylon" Villarico.