Perang Saudara Yaman terjadi saat ini, antara dua pihak yang masing-masing mengklaim sebagai pemerintah Yaman yang sah. Pihak pertama mendukung pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi dan berbasis di Aden, dan pihak yang lain mendukung pemerintah Komite Revolusi yang dibentuk oleh kelompok Houthi dan didukung oleh mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang sejak Januari 2015 menguasai ibu kota Sana'a. Selain itu, kelompok Al-Qaeda Semenanjung Arab dan ISIS juga menguasai beberapa wilayah di pedalaman dan sekitar garis pantai Yaman.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perang Saudara Yaman terjadi saat ini, antara dua pihak yang masing-masing mengklaim sebagai pemerintah Yaman yang sah. Pihak pertama mendukung pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi dan berbasis di Aden, dan pihak yang lain mendukung pemerintah Komite Revolusi yang dibentuk oleh kelompok Houthi dan didukung oleh mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang sejak Januari 2015 menguasai ibu kota Sana'a.[1] Selain itu, kelompok Al-Qaeda Semenanjung Arab dan ISIS juga menguasai beberapa wilayah di pedalaman dan sekitar garis pantai Yaman.
Pada 25 Maret 2015, Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi melarikan diri dari Yaman, dan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan militer untuk mendukung kelompok pendukung Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi.[10]