Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pembenaran (epistemologi)

Justifikasi adalah suatu sifat dari kepercayaan yang memenuhi norma-norma tertentu tentang apa yang seharusnya diyakini seseorang. Para epistemolog kerap mengidentifikasi justifikasi sebagai salah satu unsur pokok pengetahuan, yang membedakannya dari sekadar opini yang kebetulan benar. Mereka menelaah alasan-alasan yang melandasi seseorang dalam memegang suatu keyakinan. Dengan demikian, epistemolog memperhatikan berbagai dimensi dari keyakinan, termasuk gagasan tentang warrant, pengetahuan, rasionalitas, dan probabilitas, di antara tema-tema lainnya.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bagian dari seri
Epistemologi
  • Kerangka
  • Kategori
Aliran
  • Koherensisme
  • Kontekstualisme
  • Dogmatisme
  • Empirisme
  • Falisme
  • Fideisme
  • Fondasionalisme
  • Infallibilisme
  • Infinitisme
  • Naturalisme
  • Perspektivisme
  • Pragmatisme
  • Rasionalisme
  • Relativisme
  • Skeptisisme
  • Solipsisme
  • Strukturalisme
Konsep
  • Tindakan
  • Distingsi analitik–sintetik
  • A priori dan a posteriori
  • Kepercayaan
  • Kredensi
  • Kepastian
  • Data
  • Pengalaman
  • Informasi
  • Pembenaran
  • Induksi
  • Pengetahuan
  • Makna
  • Rasionalitas
  • Akal
  • Kebenaran
  • Kebijaksanaan
Ranah
  • Epistemologi terapan
  • Epistemologi evolusioner
  • Epistemologi formal
  • Epistemologi historis
  • Metaepistemologi
  • Epistemologi sosial
  • Epistemologi kebajikan
Para epistemolog
  • Aristoteles
  • Sextus Empiricus
  • Edmund Gettier
  • Wang Yangming
  • René Descartes
  • David Hume
  • Immanuel Kant
  • W. V. O. Quine
  • selengkapnya...
Bidang terkait
  • Kognisi epistemik
  • Logika epistemik
  • Filsafat persepsi
  • Filsafat sains
  • l
  • b
  • s

Justifikasi (juga disebut justifikasi epistemik) adalah suatu sifat dari kepercayaan yang memenuhi norma-norma tertentu tentang apa yang seharusnya diyakini seseorang.[1][2] Para epistemolog kerap mengidentifikasi justifikasi sebagai salah satu unsur pokok pengetahuan, yang membedakannya dari sekadar opini yang kebetulan benar.[3] Mereka menelaah alasan-alasan yang melandasi seseorang dalam memegang suatu keyakinan.[4] Dengan demikian, epistemolog memperhatikan berbagai dimensi dari keyakinan, termasuk gagasan tentang warrant (dasar pembenaran yang sahih bagi suatu keyakinan), pengetahuan, rasionalitas, dan probabilitas, di antara tema-tema lainnya.

Perdebatan seputar justifikasi epistemik sering kali berkisar pada persoalan mengenai struktur justifikasi: apakah terdapat keyakinan dasar yang secara fundamental dibenarkan, ataukah sekadar koherensi sudah memadai untuk menjadikan keseluruhan sistem keyakinan itu sah disebut terjustifikasi. Persoalan besar lainnya adalah mengenai sumber justifikasi itu sendiri, yang bisa mencakup pengalaman inderawi (bukti yang diberikan oleh pancaindra), akal, serta kesaksian yang dianggap memiliki otoritas, di antara sumber-sumber lain.

Lihat pula

  • Argumen mimpi
  • Argumen regresi (epistemologi)
  • Trilema Münchhausen

Referensi

  1. ↑ Blaauw, Martijn; Pritchard, Duncan (2005). Epistemology A-Z. Edinburgh University Press. hlm. 92–93. ISBN 978-0-7486-2213-9.
  2. ↑ Goldman, Alvin; Bender, John (2005). "Justification, Epistemic". Dalam Honderich, Ted (ed.). The Oxford Companion to Philosophy. Oxford University Press. hlm. 465. ISBN 978-0-19-926479-7.
  3. ↑ Kvanvig, Jonathan L. (2011). "Epistemic justification". Dalam Bernecker, Sven; Pritchard, Duncan (ed.). The Routledge Companion to Epistemology (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 25–26. ISBN 978-1-136-88200-5.
  4. ↑ "Epistemic Justification". Internet Encyclopedia of Philosophy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 August 2020. Diakses tanggal 6 July 2020.

Pranala luar

  • Entri Stanford Encyclopedia of Philosophy tentang Teori Fondasionalis Justifikasi Epistemik
  • Entri Stanford Encyclopedia of Philosophy tentang Epistemologi, 2. Apa itu Justifikasi?
  • Entri Stanford Encyclopedia of Philosophy tentang Konsepsi Internalist vs. Externalist dalam Justifikasi Epistemik
  • Entri Stanford Encyclopedia of Philosophy tentang Teori Koherens Justifikasi Epistemik

Internet Encyclopedia of Philosophy

  • Entri Internet Encyclopedia of Philosophy tentang Justifikasi Epistemik
  • Entri Internet Encyclopedia of Philosophy tentang Hak Epistemik
  • Entri Internet Encyclopedia of Philosophy tentang Internalism dan Externalism dalam Epistemologi
  • Entri Internet Encyclopedia of Philosophy tentang Konsekuensialisme Epistemik
  • Entri Internet Encyclopedia of Philosophy tentang Koherensian dalam Epistemologi
  • Entri Internet Encyclopedia of Philosophy tentang Kontekstualisme dalam Epistemologi
  • Entri Internet Encyclopedia of Philosophy tentang Teori "Knowledge-First" dalam Justifikasi
  • l
  • b
  • s
Epistemologi
Epistemolog
  • Thomas Aquinas
  • Agustinus dari Hippo
  • William Alston
  • Robert Audi
  • A. J. Ayer
  • George Berkeley
  • Laurence BonJour
  • René Descartes
  • Edmund Gettier
  • Alvin Goldman
  • Nelson Goodman
  • Paul Grice
  • David Hume
  • Immanuel Kant
  • Søren Kierkegaard
  • Saul Kripke
  • David Lewis
  • John Locke
  • G. E. Moore
  • Robert Nozick
  • Alvin Plantinga
  • Plato
  • Hilary Putnam
  • Thomas Reid
  • Gilbert Ryle
  • P. F. Strawson
  • Willard Van Orman Quine
  • Bertrand Russell
  • Timothy Williamson
  • Ludwig Wittgenstein
  • Nicholas Wolterstorff
  • Lingkaran Wina
Teori
  • Koherentisme
  • Epistemologi konstruktivis
  • Kontekstualisme
  • Determinisme
  • Empirisisme
  • Epistemologi evolusi
  • Falibilisme
  • Epistemologi feminis
  • Fideisme
  • Pondasionalisme
  • Epistemologi genetik
  • Holisme
  • Infinitisme
  • Inatisme
  • Internalisme dan eksternalisme
  • Realisme naif
  • Epistemologi alami
  • Fenomenalisme
  • Positivisme
  • Reduksionisme
  • Reliabilisme
  • Realisme representatif
  • Rasionalisme
  • Skeptisisme
  • Teori bentuk
  • Idealisme transendental
  • Uniformitarianisme
Konsep
  • Pengetahuan apriori
  • Analssis
  • Perbedaan analitis–sintetis
  • Kepercayaan
  • Kausalitas
  • Akal sehat
  • Pengetahuan deskriptif
  • Pikiran eksploratif
  • Masalah Gettier
  • Pembenaran
  • Pengetahuan
  • Induksi
  • Objektivitas
  • Masalah induksi
  • Masalah pikiran lain
  • Persepsi
  • Proposisi
  • Argumen mundur
  • Kesederhanaan
  • Penalaran spekulatif
  • Kebenaran
  • Lainnya...
Artikel terkait
  • Garis besar epistemologi
  • Alethiologi
  • Keyakinan dan rasionalitas
  • Epistemologi formal
  • Meta-epistemologi
  • Filsafat persepsi
  • Filsafat ilmu
  • Epistemologi sosial
  • Portal
  • Kategori
  • Rintisan
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
  3. Pranala luar
  4. Internet Encyclopedia of Philosophy

Artikel Terkait

Epistemologi

cabang filsafat yang mempelajari sifat dan lingkup pengetahuan

Filsafat ilmu

cabang dari kajian filsafat yang membahas dasar, metode dan implikasi dari ilmu pengetahuan

Penalaran deduktif

metode penalaran yang menarik kesimpulan spesifik dari premis atau pernyataan umum yang dianggap benar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026