Pembantaian Guangxi, atau Pembantaian Revolusi Kebudayaan Guangxi, adalah serangkaian peristiwa yang melibatkan penghakiman massa dan pembantaian langsung di Guangxi pada Revolusi Kebudayaan (1966-1976). Catatan resmi menunjukkan perkiraan jumlah korban tewas dari 100.000 sampai 150.000. Metode-metode penjagalan meliputi pemenggalan, penikaman, penguburan hidup-hidup, perajaman, penenggelaman, perebusan dan pengambilan organ dalam. Di wilayah tertentu yang meliputi Kabupaten Wuxuan dan Distrik Wuming, kanibalisme manusia masif terjadi bahkan meskipun tidak ada bencana kelaparan. Menurut catatan publik yang tersedia, sekitar 137 orang—mungkin ratusan lebih—menyantap satu sama lain dan setidaknya ribuan orang ikut serta dalam kanibalisme. Para peneliti lain menekankan bahwa di sebuah kabupaten sendiri, 421 orang telah disantap, dan terdapat laporan kanibalisme di sepanjang puluhan kabupaten di Guangxi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pembantaian Guangxi | |
|---|---|
| Bagian dari Revolusi Kebudayaan di Tiongkok | |
| Lokasi | Guangxi, Tiongkok |
| Tanggal | 1967 - 1976 |
Jenis serangan | Pembantaian, Kanibalisme, Politisida, Penghakiman massa, Pemerkosaan, Pemenggalan, Penikaman, Penguburan Hidup-hidup, Perajaman, Perebusan, Pengambilan organ dalam |
| Tewas | 7.,400[1] - 500.000[1] (Resmi: 100.000 - 150.000) |
| Korban | Pembangkang Politik, Musuh Kelas |
| Pelaku | Garda Merah, anggota Partai Komunis, Militia, dll |
| Motif | Penafsiran Garda Merah terhadap Maoisme |
Pembantaian Guangxi (Hanzi sederhana: 广西大屠杀; Hanzi tradisional: 廣西大屠殺; Pinyin: Guǎngxī Dàtúshā), atau Pembantaian Revolusi Kebudayaan Guangxi (广西文革大屠杀; 廣西文革大屠殺; Guǎngxī Wéngé Dàtúshā), adalah serangkaian peristiwa yang melibatkan penghakiman massa dan pembantaian langsung di Guangxi pada Revolusi Kebudayaan (1966-1976).[1][2][3][4][5] Catatan resmi menunjukkan perkiraan jumlah korban tewas dari 100.000 sampai 150.000.[1][4] Metode-metode penjagalan meliputi pemenggalan, penikaman, penguburan hidup-hidup, perajaman, penenggelaman, perebusan dan pengambilan organ dalam.[1][6] Di wilayah tertentu yang meliputi Kabupaten Wuxuan dan Distrik Wuming, kanibalisme manusia masif terjadi bahkan meskipun tidak ada bencana kelaparan. Menurut catatan publik yang tersedia, sekitar 137 orang—mungkin ratusan lebih—menyantap satu sama lain dan setidaknya ribuan orang ikut serta dalam kanibalisme.[1][2][3][4][5][7][8] Para peneliti lain menekankan bahwa di sebuah kabupaten sendiri, 421 orang telah disantap, dan terdapat laporan kanibalisme di sepanjang puluhan kabupaten di Guangxi.[4][7]
Setelah Revolusi Kebudayaan, orang-orang yang terlibat dalam pembantaian atau kanibalisme menerima hukuman ringan pada masa "Boluan Fanzheng"; di Kabupaten Wuxuan dimana sekitar 38 orang disantap, empat belas partisipan diadili, diberi 14 tahun penjara, sementara sembilan puluh satu anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) dikeluarkan dari partai dan tiga puluh sembilan pejabat non-partai menerima pencopotan atau potong gaji.[1][5][6][9] Meskipun kanibalisme didukung oleh pihak-pihak lokal Partai Komunis dan militia, tak ada bukti langsung yang menyatakan bahwa suatu pihak dalam kepemimpinan Partai Komunis nasional termasuk Mao Zedong mendorong kanibalisme atau bahkan mengetahuinya.[5][7][9]