Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pasang surut

Pasang surut adalah fenomena pasang (naik) dan surut (turun) permukaan air laut yang disebabkan oleh gabungan dari pengaruh gaya gravitasi Bulan serta pengaruh dari gaya orbit Bulan yang mengelilingi Bumi.

naik atau turunnya permukaan air laut yang disebabkan pengaruh gaya gravitasi bulan
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pasang surut
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Pasang surut" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Teluk Fundy saat pasang
Teluk Fundy saat surut
Ketampakan di Teluk Fundy, Kanada saat pasang (kiri) dan saat surut (kanan).
Skema sederhana fenomena pasang surut di Bumi jika hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi Bulan. Gambar ini menampilkan pasang tertinggi (yang dilebih-lebihkan) pada titik sublunar (titik tepat di bawah Bulan) dan antipodenya pada diagram Bumi yang memiliki ketampakan laut dengan kedalaman tetap tanpa daratan, serta asumsi bahwa Bumi tidak berotasi pada sumbu tertentu. Pengaruh gravitasi Matahari tidak ditunjukkan di sini.

Pasang surut[1] (disingkat pasut) adalah fenomena pasang (naik) dan surut (turun) permukaan air laut yang disebabkan oleh gabungan dari pengaruh gaya gravitasi Bulan (dan juga Matahari dengan pengaruh yang lebih kecil) serta pengaruh dari gaya orbit Bulan yang mengelilingi Bumi.

Ada tiga sumber gaya yang saling berinteraksi: laut, Matahari, dan Bulan.[2] Pasang laut menyebabkan perubahan kedalaman perairan dan mengakibatkan arus pusaran yang dikenal sebagai arus pasang, sehingga perkiraan kejadian pasang sangat diperlukan dalam navigasi pantai. Wilayah pantai yang terbenam sewaktu pasang naik dan terpapar sewaktu pasang surut, disebut zona intertidal.

Periode pasang surut laut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Panjang periode pasang surut 12 jam 25 menit atau 24 jam 50 menit.

Tipe Pasang Air Laut

1. Pasang surut harian ganda (semi diurnal tide)

Dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama dan pasang surut terjadi secara berurutan secara teratur. Periode pasang surut adalah 12 jam 24 menit. Pada jenis harian ganda misalnya terdapat di perairan Selat Malaka sampai ke Laut Andaman.

2. Pasang surut harian tunggal (diurnal tide)

Dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. Periode pasang surut rata-rata adalah 24 jam 50 menit. Jenis harian tunggal misalnya terdapat di perairan sekitar selat Karimata, antara Sumatra dan Kalimantan.

3. Pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal)

Dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut, tetapi tinggi dan periodenya berbeda. Pada pasang-surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide, prevailing semidiurnal) misalnya terjadi di sebagian besar perairan Indonesia bagian timur.

4. Pasang surut campuran condong ke harian tunggal (mixed tide prevailing diurnal)

Pada tipe ini dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut, tetapi kadang-kadang untuk sementara waktu terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda. Sedangkan jenis campuran condong ke harian tunggal (mixed tide, prevailing diurnal) contohnya terdapat di pantai selatan Kalimantan dan pantai utara Jawa Barat.

Penyebab pasang laut

Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. Rentang pasang laut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera.

Pasang laut merupakan hasil dari gaya gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi (bumi). Gravitasi bervariasi secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari Matahari, tetapi gaya gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik Matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak Matahari ke bumi. Gaya gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan Matahari dan menghasilkan dua tonjolan pasang surut gravitasional di laut. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi, sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan Matahari.

Pasang laut purnama (spring tide) terjadi ketika bumi, bulan dan Matahari berada dalam suatu garis lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang naik yang sangat tinggi dan pasang surut yang sangat rendah. Pasang laut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama.[3]

Pasang laut perbani (neap tide) terjadi ketika bumi, bulan dan Matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang naik yang rendah dan pasang surut yang tinggi. Pasang laut perbani ini terjadi pada saat bulan kuarter pertama dan kuarter ketiga.

Pasang laut dan transportasi perairan

Pengetahuan tentang pasang laut sangat diperlukan dalam transportasi perairan, kegiatan di pelabuhan, pembangunan di daerah pesisir pantai, dan lain-lain. Karena sifat pasang laut yang periodik, maka ia dapat diramalkan.

Untuk dapat meramalkan pasang laut, diperlukan data amplitudo dan beda fase dari masing-masing komponen pembangkit pasang laut. Seperti telah disebutkan, komponen-komponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. Namun, karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai, superposisi antar komponen pasang laut utama, dan faktor-faktor lainnya akan mengakibatkan terbentuknya komponen-komponen pasang laut yang baru.

Referensi

  1. ↑ "tide - glosarium pusat bahasa". bahasasastra.kemdikbud.go.id/glosarium/. Diakses tanggal 02-8-2022.
  2. ↑ US Department of Commerce, National Oceanic and Atmospheric Administration. "What are tides?". oceanservice.noaa.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-01-27.
  3. ↑ Patoding, Hestikah Eirene (2019). Buku Ajar Energi Dan Operasi Tenaga Listrik Dengan Aplikasi Etap. Deepublish. hlm. 53. ISBN 9786230200618. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • l
  • b
  • s
Oseanografi fisik
Ombak
  • Teori gelombang Airy
  • Skala Ballantine
  • Ketidakstabilan Benjamin–Feir
  • Aproksimasi Boussinesq
  • Gelombang pecah
  • Clapotis
  • Gelombang knodial
  • Gelombang laut persegi
  • Dispersi
  • Gelombang ekuatorial
  • Gelombang gravitasi
  • Hukum Green
  • Gelombang infragravitasi
  • Gelombang internal
  • Bilangan Iribarren
  • Gelombang Kelvin
  • Gelombang kinematik
  • Arus sejajar pantai
  • Prinsip variasi Luke
  • Tegangan radiasi
  • Gelombang raksasa
  • Gelombang Rossby
  • Keadaan laut
  • Seiche
  • Tinggi gelombang signifikan
  • Soliton
  • Lapisan batas Stokes
  • Pergeseran Stokes
  • Gelombang Stokes
  • Gelombang alun
  • Gelombang trochoidal
  • Tsunami
    • megatsunami
  • Bilangan Ursell
  • Dasar gelombang
  • Tinggi gelombang
  • Ketidaklinearan gelombang
  • Energi ombak
  • Radar gelombang
  • Pendangkalan gelombang
  • Turbulensi gelombang
  • Interaksi gelombang dan arus
  • Gelombang di perairan dangkal
    • Persamaan Saint-Venant dimensi satu
    • Persamaan perairan dangkal
  • ombak
    • Model
Upwelling





Antarctic bottom water
Sirkulasi
  • Sirkulasi atmosfer
  • Baroklinitas
  • Arus batas
  • Gaya Coriolis
  • Gaya Coriolis–Stokes
  • Gaya vorteks Craik–Leibovich
  • Downwelling
  • Eddy
  • Batas Ekman
  • Spiral Ekman
  • Transpor Ekman
  • El Niño–Osilasi Selatan
  • Arus geostropik
  • Global Ocean Data Analysis Project
  • Arus Teluk
  • Sirkulasi halotermal
  • Arus Humboldt
  • Sirkulasi hidrotermal
  • Sirkulasi Langmuir
  • Arus Loop
  • Arus laut
  • Dinamika laut
  • Pusaran samudra
  • Pemodelan Princeton
  • Arus pecah
  • Arus subpermukaan
  • Keseimbangan Sverdrup
  • Sirkulasi termohalin
    • berhenti
  • Upwelling
  • Arus akibat angin
  • Pusaran air
  • World Ocean Circulation Experiment
Pasang laut
  • Titik amphidromic
  • Pasang Bumi
  • Head of tide
  • Internal tide
  • Lunitidal interval
  • Perigean spring tide
  • Arus pecah
  • Rule of twelfths
  • Slack water
  • Tidal bore
  • Gaya pasang surut
  • Energi pasang surut
  • Tidal race
  • Tunggang pasang surut
  • Tidal resonance
  • Tide gauge
  • Tideline
  • Teori pasang laut
Bentang alam
  • Abyssal fan
  • Dataran abisal
  • Atol
  • Bathymetric chart
  • Geografi pesisir
  • Cold seep
  • Continental margin
  • Continental rise
  • Landas benua
  • Lubuk
  • Contourite
  • Guyot
  • Hidrografi
  • Cekungan samudra
  • Oceanic plateau
  • Palung samudra
  • Passive margin
  • Dasar laut
  • Gunung bawah laut
  • Lembah bawah laut
  • Gunung api bawah laut
Tektonika
lempeng
  • Batas divergen
  • Batas konvergen
  • Fracture zone
  • Ventilasi hidrotermal
  • Geologi kelautan
  • Mid-ocean ridge
  • Mohorovičić discontinuity
  • Hipotesis Vine–Matthews–Morley
  • Kerak samudra
  • Outer trench swell
  • Ridge push
  • Pemekaran lantai samudra
  • Slab pull
  • Slab suction
  • Slab window
  • Subduksi
  • Pergeseran sesar
  • Busur vulkanik
Zona samudra
  • Air laut dalam
  • Laut dalam
  • Litoral
  • Mesopelagik
  • Oceanic
  • Pelagik
  • Fotik
  • Selancar
  • Basah
Permukaan laut
  • Deep-ocean Assessment and Reporting of Tsunamis
  • Global Sea Level Observing System
  • North West Shelf Operational Oceanographic System
  • Sea-level curve
  • Kenaikan permukaan laut
  • Sistem Geodesi Dunia
Acoustics
  • Deep scattering layer
  • Hidroakustik
  • Tomografi akustik kelautan
  • Bom sofar
  • Saluran SOFAR
  • Akustik bawah air
Satelit
  • Jason-1
  • Jason-2 (Ocean Surface Topography Mission)
  • Jason-3
Terkait
  • Argo
  • Benthic lander
  • Warna air
  • DSV Alvin
  • Energi laut
  • Pencemaran laut
  • Mooring
  • National Oceanographic Data Center
  • Samudra
  • Penjelajahan samudra
  • Ocean observations
  • Ocean reanalysis
  • Ocean surface topography
  • Ocean thermal energy conversion
  • Oseanografi
    • Outline of oceanography
  • Pelagic sediment
  • Sea surface microlayer
  • Sea surface temperature
  • Air laut
  • Science On a Sphere
  • Termoklin
  • Underwater glider
  • Kolom air
  • World Ocean Atlas
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tipe Pasang Air Laut
  2. Penyebab pasang laut
  3. Pasang laut dan transportasi perairan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Bumi

planet ketiga di Tata Surya

Atmosfer Bumi

lapisan gas yang menyelimuti Planet Bumi

Bulan

satu-satunya satelit alami Bumi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026