Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Teori gelombang Airy

Teori Gelombang Airy dikenal juga sebagai teori gelombang linear merupakan model matematis dalam dinamika fluida yang memberikan deskripsi linear mengenai perambatan gelombang gravitasi di permukaan fluida homogen. Teori ini mengasumsikan bahwa lapisan fluida memiliki kedalaman rata-rata yang seragam serta bersifat tak kental (inviscid), tak termampatkan (incompressible), dan tanpa pusaran (irrotational). Teori ini pertama kali dipublikasikan oleh George Biddell Airy pada abad ke-19.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Teori Gelombang Airy dikenal juga sebagai teori gelombang linear (linear wave theory) merupakan model matematis dalam dinamika fluida yang memberikan deskripsi linear mengenai perambatan gelombang gravitasi di permukaan fluida homogen. Teori ini mengasumsikan bahwa lapisan fluida memiliki kedalaman rata-rata yang seragam serta bersifat tak kental (inviscid), tak termampatkan (incompressible), dan tanpa pusaran (irrotational). Teori ini pertama kali dipublikasikan oleh George Biddell Airy pada abad ke-19.[1]

Teori Gelombang Airy banyak diterapkan dalam bidang rekayasa kelautan dan rekayasa pesisir untuk memodelkan keadaan laut acak (random sea states). Teori ini mampu memberikan deskripsi kinematika dan dinamika gelombang dengan tingkat ketepatan yang memadai untuk berbagai keperluan praktis.[2][3] Selain itu, beberapa sifat nonlinier orde kedua dari gelombang gravitasi permukaan dapat diturunkan dari hasil teori ini. Pendekatan ini juga digunakan untuk memperkirakan perilaku gelombang tsunami di laut dalam sebelum gelombang tersebut meningkat dan menjadi curam di dekat pantai.[4]

Sebagai teori linear, model ini digunakan untuk memberikan perkiraan awal mengenai karakteristik gelombang serta dampaknya. Akurasinya bergantung pada rasio antara tinggi gelombang dan kedalaman air (untuk gelombang perairan dangkal) serta antara tinggi gelombang dan panjang gelombang (untuk gelombang laut dalam).

Deskripsi

Teori Gelombang Airy menggunakan pendekatan aliran potensial (potential flow) untuk menggambarkan gerak gelombang gravitasi di permukaan fluida. Meskipun pendekatan ini mengabaikan viskositas, turbulensi, dan pemisahan aliran, penerapannya pada gelombang air cukup berhasil. Keberhasilan ini disebabkan oleh fakta bahwa vortisitas akibat gelombang hanya terbatas pada lapisan batas osilasi tipis di sekitar batas domain fluida.[5]

Dalam rekayasa kelautan dan pesisir, teori ini digunakan untuk memodelkan gelombang acak atau wave turbulence. Evolusi statistik gelombang, termasuk spektrum gelombang, dapat diprediksi dengan baik untuk jarak perambatan yang relatif pendek dan pada kedalaman yang tidak terlalu dangkal. Fenomena seperti difraksi, shoaling (perubahan tinggi gelombang akibat variasi kedalaman), dan refraksi (pembelokan arah rambatan gelombang) dapat dijelaskan melalui teori ini dengan bantuan pendekatan WKB.[2]

Sebelum Airy, sejumlah ilmuwan seperti Laplace, Poisson, Cauchy, dan Kelland telah berupaya menjelaskan gelombang gravitasi permukaan menggunakan teori aliran potensial.[1] Namun, Airy merupakan tokoh pertama yang mempublikasikan turunan dan formulasi yang benar pada tahun 1841. Kemudian, pada tahun 1847, teori linear Airy dikembangkan lebih lanjut oleh Stokes menjadi teori nonlinier hingga orde ketiga, yang dikenal sebagai teori gelombang Stokes.[6] Sebelum munculnya teori linear Airy, Gerstner telah mengembangkan teori gelombang trokoidal nonlinier pada tahun 1802. Namun, teori tersebut tidak memenuhi kondisi irrotasional.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Craik, Alex D. D. (2004-01-01). "THE ORIGINS OF WATER WAVE THEORY". Annual Review of Fluid Mechanics (dalam bahasa Inggris). 36 (Volume 36, 2004): 1–28. doi:10.1146/annurev.fluid.36.050802.122118. ISSN 0066-4189.
  2. 1 2 Goda, Yoshimi (2008). Random seas and design of maritime structures. Advanced series on ocean engineering (Edisi 2. ed., Reprint). New Yersey: World Scientific. ISBN 978-981-02-3256-6.
  3. ↑ Dean, Robert George; Dalrymple, Robert A. (2007). Water wave mechanics for engineers and scientists. Advanced series on ocean engineering (Edisi Reprint). Singapore: World Scientific. ISBN 978-981-02-0420-4.
  4. ↑ Phillips, Owen M. (1977). The dynamics of the upper ocean. Cambridge monographs on mechanics and applied mathematics (Edisi 2. ed). Cambridge: Cambridge Univ. Pr. ISBN 978-0-521-29801-8.
  5. ↑ Lighthill, James (1986-12). "Fundamentals concerning wave loading on offshore structures". Journal of Fluid Mechanics (dalam bahasa Inggris). 173: 667–681. doi:10.1017/S0022112086001313. ISSN 1469-7645.
  6. ↑ Stokes, George Gabriel; Larmor, Joseph; Rayleigh, John William Strutt (1880–1905). Mathematical and physical papers. University of California Libraries. Cambridge : University Press. Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Referensi

Artikel Terkait

Dasar gelombang

Dasar gelombang (bahasa Inggris: wave base) merupakan sebuah istilah dalam oseanografi fisik yang berarti kedalaman maksimum pengaruh gelombang terhadap

Pendangkalan gelombang

Dalam dinamika fluida, pendangkalan gelombang (bahasa Inggris: shoaling) merupakan efek perubahan tinggi gelombang air ketika ombak merambat pada perairan

James Clerk Maxwell

Fisikawan Skotlandia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026