Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pakudha Kaccāyana

Pakudha Kaccāyana adalah seorang guru dan filsuf India yang hidup sekitar abad ke-6 SM, sezaman dengan Mahavira dan Sang Buddha. Ia adalah seorang atomis yang percaya bahwa segala sesuatu terbuat dari tujuh unsur abadi – tanah, air, api, udara, kebahagiaan, penderitaan, dan jiwa.

Filsuf India abad ke-6 SM
Diperbarui 14 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pakudha Kaccāyana adalah seorang guru dan filsuf India yang hidup sekitar abad ke-6 SM, sezaman dengan Mahavira dan Sang Buddha. Ia adalah seorang atomis yang percaya bahwa segala sesuatu terbuat dari tujuh unsur abadi – tanah, air, api, udara, kebahagiaan, penderitaan, dan jiwa.

Kehidupan Awal

Menurut Kanon Pali, Kacayana adalah nama marganya dan konon ia berasal dari Keluarga Baman (yang berarti pengikut dharma). Ia terkadang disebut Pakkudha Katiyana, atau Kadhudha Katiyana.[1]

Ajaran

Pandangan enam guru sesat
Pandangan dari enam samaṇa dalam Tripitaka Pali, juga dikenal sebagai enam guru sesat, sesuai Sāmaññaphala Sutta (DN 2).[2]
Pūraṇa Kassapa
Amoralisme
(akiriyavāda; natthikavāda)
Tidak ada pahala atau hukuman atas perbuatan baik maupun buruk.
Makkhali Gosāla (Ājīvika)
Fatalisme
(ahetukavāda; niyativāda)
Kita tak berdaya; penderitaan sudah ditakdirkan.
Ajita Kesakambalī (Carwaka)
Materialisme
(ucchedavāda; natthikavāda)
Hiduplah bersenang-senang; dengan kematian, semuanya akan musnah.
Pakudha Kaccāyana
Eternalisme dan kategorialisme (sassatavāda; sattakāyavāda)
Empat unsur, kesenangan, kesakitan, dan jiwa adalah abadi dan tidak berinteraksi.
Nigaṇṭha Nāṭaputta (Jainisme)
Brata
(mahāvrata)
Diberkahi, dibersihkan oleh, dan dipenuhi [hanya] dengan penghindaran terhadap segala kejahatan.[3]
Sañjaya Belaṭṭhiputta (Ajñana)
Agnostisisme
(amarāvikkhepavāda)
"Aku tak berpikir begitu. Aku tak berpikir demikian pula atau sebaliknya. Aku tak berpikir tidak atau bukan-tidak." Penundaan penilaian.
  • lihat
  • bicara
  • sunting

Menurut Pakudha, ada tujuh "unsur" abadi: Tanah, Air, Api, Udara, Sukacita, Dukacita, dan Kehidupan. Pakudha lebih lanjut menegaskan bahwa unsur-unsur ini tidak berinteraksi satu sama lain.

Referensi

  1. ↑ "Enam Guru Buddha Kontemporer" (PDF). stylomilo.com. Diakses tanggal 2021-04-21.
  2. ↑ "DN 2 Sāmaññaphala Sutta; The Fruits of the Contemplative Life". dhammatalks.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 Juli 2024.
  3. ↑ Bhikkhu Ñāṇamoli; Bhikkhu Bodhi (9 November 1995). The Middle Length Discourses of the Buddha: A Translation of the Majjhima Nikaya (dalam bahasa Inggris) (Edisi 4). Simon and Schuster. hlm. 1258–59. ISBN 978-0-86171-072-0. Diakses tanggal 10 Juli 2024.

Artikel bertopik biografi India ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Ajaran
  3. Referensi

Artikel Terkait

Sanjaya Belatthiputta

"Sañjaya dari klan Belattha"), adalah seorang filsuf pertapa India yang hidup sekitar abad ke-7 ― abad ke-6 SM di wilayah Magadha. Dia sezaman dengan Mahavira

Ajita Kesakambalī

Filsuf materialis India abad ke-6 SM

Pythagoras

filsuf dan ahli mistis Yunani kuno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026