Pakudha Kaccāyana adalah seorang guru dan filsuf India yang hidup sekitar abad ke-6 SM, sezaman dengan Mahavira dan Sang Buddha. Ia adalah seorang atomis yang percaya bahwa segala sesuatu terbuat dari tujuh unsur abadi – tanah, air, api, udara, kebahagiaan, penderitaan, dan jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pakudha Kaccāyana adalah seorang guru dan filsuf India yang hidup sekitar abad ke-6 SM, sezaman dengan Mahavira dan Sang Buddha. Ia adalah seorang atomis yang percaya bahwa segala sesuatu terbuat dari tujuh unsur abadi – tanah, air, api, udara, kebahagiaan, penderitaan, dan jiwa.
Menurut Kanon Pali, Kacayana adalah nama marganya dan konon ia berasal dari Keluarga Baman (yang berarti pengikut dharma). Ia terkadang disebut Pakkudha Katiyana, atau Kadhudha Katiyana.[1]
| Pandangan enam guru sesat |
|---|
| Pandangan dari enam samaṇa dalam Tripitaka Pali, juga dikenal sebagai enam guru sesat, sesuai Sāmaññaphala Sutta (DN 2).[2] |
| Pūraṇa Kassapa |
| Makkhali Gosāla (Ājīvika) |
| Ajita Kesakambalī (Carwaka) |
| Pakudha Kaccāyana |
| Nigaṇṭha Nāṭaputta (Jainisme) |
| Sañjaya Belaṭṭhiputta (Ajñana) |
|
|
Menurut Pakudha, ada tujuh "unsur" abadi: Tanah, Air, Api, Udara, Sukacita, Dukacita, dan Kehidupan. Pakudha lebih lanjut menegaskan bahwa unsur-unsur ini tidak berinteraksi satu sama lain.