Makkhali Gosala atau Manthaliputra Goshalak adalah seorang pertapa dan guru aliran Ājīvika di India kuno. Ia hidup sezaman dengan Buddha Gautama, serta Mahavira, Tīrthankara ke-24 sekaligus terakhir dalam tradisi Jainisme.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Makkhali Gosāla | |
|---|---|
| Kehidupan religius | |
| Agama | Pendiri dari Ājīvika |
| Pandangan enam guru sesat |
|---|
| Pandangan dari enam samaṇa dalam Tripitaka Pali, juga dikenal sebagai enam guru sesat, sesuai Sāmaññaphala Sutta (DN 2).[2] |
| Pūraṇa Kassapa |
| Makkhali Gosāla (Ājīvika) |
| Ajita Kesakambalī (Carwaka) |
| Pakudha Kaccāyana |
| Nigaṇṭha Nāṭaputta (Jainisme) |
| Sañjaya Belaṭṭhiputta (Ajñana) |
|
|
Makkhali Gosala (Pāli; BHS: Maskarin Gośāla; Sumber Prakrit Jain: Gosala Mankhaliputta) atau Manthaliputra Goshalak (sekitar abad ke-6 sampai ke-5 SM) adalah seorang pertapa dan guru aliran Ājīvika di India kuno. Ia hidup sezaman dengan Buddha Gautama, serta Mahavira, Tīrthankara ke-24 sekaligus terakhir dalam tradisi Jainisme.
Informasi mengenai kehidupan Gosala sangat terbatas. Semua keterangan yang tersedia tentang dirinya maupun tentang gerakan Ājīvika berasal dari sumber-sumber Buddhis dan Jain. Karena ajaran Gosala tampaknya menjadi pesaing bagi ajaran para pemimpin Buddhis dan Jain pada masanya, sebagian besar sarjana menilai bahwa informasi tersebut kuat dipengaruhi oleh bias sektarian.
Dua sumber utama yang menggambarkan kehidupan dan ajaran Gosala adalah Bhagavati Sutra, dan komentar dari Buddhaghosa atas Sammannaphala Sutta.[4]: 35 Bhagavati Sutra memberikan uraian rinci mengenai perjalanan hidup Makkhali Gosala dan hubungannya dengan Mahavira. Sementara itu, Sāmaññaphala Sutta sendiri hanya menyebut Gosala secara singkat sebagai salah satu dari enam guru filsafat terkemuka pada masa Buddha, dan komentar Buddhaghosa menambahkan rincian lebih lanjut tentang kehidupan serta ajarannya.