Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Oksikam

Oksikam adalah golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), yang berarti obat tersebut memiliki efek terapeutik antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik. Oksikam berikatan erat dengan protein plasma. Kebanyakan oksikam adalah penghambat enzim siklooksigenase (COX) yang tidak selektif. Pengecualiannya adalah meloksikam dengan sedikit preferensi (10:1) terhadap COX-2, tetapi hanya relevan secara klinis pada dosis rendah.

Wikipedia article
Diperbarui 28 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Oksikam
Piroksikam, obat golongan oksikam yang paling terkenal.[1]

Oksikam adalah golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS),[2] yang berarti obat tersebut memiliki efek terapeutik antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik. Oksikam berikatan erat dengan protein plasma.[1] Kebanyakan oksikam adalah penghambat enzim siklooksigenase (COX) yang tidak selektif. Pengecualiannya adalah meloksikam dengan sedikit preferensi (10:1) terhadap COX-2, tetapi hanya relevan secara klinis pada dosis rendah.[3]

Obat golongan oksikam yang paling populer adalah piroksikam. Contoh lainnya termasuk: ampiroksikam, droksikam, pivoksikam, tenoksikam, lornoksikam,[1] dan meloksikam.

Isoksikam telah ditangguhkan karena menimbulkan reaksi kulit yang fatal.[1]

Kimia

Karakteristik fisikokimia molekul-molekul ini sangat bervariasi tergantung pada lingkungan.[4]

Berbeda dengan kebanyakan OAINS lainnya, oksikam bukanlah asam karboksilat. Mereka bersifat tautomerik, dan dapat eksis sebagai sejumlah tautomer (tautomerisme keto-enol), berikut dicontohkan oleh piroksikam:[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Olkkola KT, Brunetto AV, Mattila MJ (February 1994). "Pharmacokinetics of oxicam nonsteroidal anti-inflammatory agents". Clinical Pharmacokinetics. 26 (2): 107–20. doi:10.2165/00003088-199426020-00004. PMID 8162655. S2CID 13300943.
  2. 1 2 Ivanova D, Deneva V, Nedeltcheva D, Kamounah FS, Gergov G, Hansen PE, Kawauchi S, Antonov L (March 2015). "Tautomeric transformations of piroxicam in solution: a combined experimental and theoretical study". RSC Advances. 5 (40). England, UK: Royal Society of Chemistry: 31852–31860. Bibcode:2015RSCAd...531852I. doi:10.1039/c5ra03653d.
  3. ↑ Mutschler, Ernst; Gerd Geisslinger; Heyo K. Kroemer; Monika Schäfer-Korting (2001). Mutschler Arzneimittelwirkungen: Lehrbuch der Pharmakologie und Toxikologie ; mit einführenden Kapiteln in die Anatomie, Physiologie und Pathophysiologie [Mutster medicine effects: Textbook of pharmacology and toxicology; with introductory chapters in anatomy, physiology and pathophysiology] (dalam bahasa German) (Edisi 8). Stuttgart, Germany: Wissenschaftliche Verlagsgesellschaft. hlm. 233. ISBN 3-8047-1763-2. OCLC 48723029. OL 12928661M. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Banerjee R, Chakraborty H, Sarkar M (April 2003). "Photophysical studies of oxicam group of NSAIDs: piroxicam, meloxicam and tenoxicam". Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy. 59 (6). Elsevier: 1213–22. Bibcode:2003AcSpA..59.1213B. doi:10.1016/S1386-1425(02)00300-1. PMID 12659890.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kimia
  2. Referensi

Artikel Terkait

Meloksikam

senyawa kimia

Piroksikam

senyawa kimia

Tenoksikam

senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026