Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabupaten Ogan Ilir

Kabupaten Ogan Ilir adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Ibu kota Ogan Ilir berada di kecamatan Indralaya. Pada akhir tahun 2024, jumlah penduduk kabupaten ini sebanyak 446.020 jiwa.

kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan
Diperbarui 28 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Ogan Ilir
Kabupaten in Sumatera SelatanTemplat:SHORTDESC:Kabupaten in Sumatera Selatan
Kabupaten Ogan Ilir
Kabupaten
Transkripsi bahasa daerah
 • Melayu Pegagan𞜀𞜔𞜂𞜕𞜗𞜀𞜓𞜏𞜓𞜙
 • Jawiاوڬن ايلير
Masjid Hadji Bajumi Wahab Indralaya
Masjid Hadji Bajumi Wahab Indralaya
Lambang resmi Kabupaten Ogan Ilir
Lambang
Motto: 
𞜄𞜕𞜎𞜕𞜌𞜜𞜑𞜂𞜔𞜂𞜔𞜁𞜜
Caram Seguguk
(Bahasa Penesak) Kekeluargaan yang Kompak
Indonesia#
Indonesia#
Kabupaten Ogan Ilir
Koordinat: 3.43186°S 104.62727°E
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Selatan
Tanggal berdiri18 Desember 2003
Dasar hukumUU No.37 Tahun 2003
Hari jadi18 Desember 2003 (umur 22)
Dinamai berdasarkanHilir dari Sungai Ogan
Ibu kotaIndralaya
Jumlah satuan pemerintahan[1]
Daftar
  • Kecamatan: 16
  • Kelurahan: 14
  • Desa: 227
Pemerintahan
 • BupatiPanca Wijaya Akbar
 • Wakil BupatiArdani
 • Sekretaris DaerahMuhsin Abdullah
Luas
[1]
 • Total2.302,9 km2 (889,2 sq mi)
Peringkatke-11
Ketinggian
[2]
8 m (26 ft)
Ketinggian tertinggi
52 m (171 ft)
Ketinggian terendah
4,5 m (14,8 ft)
Populasi
 (31 Desember 2024)[1]
 • Total446.020
 • Peringkatke-8
 • Kepadatan190/km2 (500/sq mi)
 • Peringkat kepadatanke-6
 • Laki-laki
225.871
 • Perempuan
220.149
Demografi
[1]
 • Agama
  • 99,72% Islam
    • 0,21% Kekristenan
      • 0,18% Protestan
      • 0,03% Katolik
  • 0,07% Buddha
 • Bahasa
Daftar
  • Bahasa Nasional
    Indonesia (resmi)
    Bahasa Daerah
    Melayu (dominan)
    – Melayu Pegagan
    – Melayu Penesak
    – Melayu Ogan
    Komering
    BISINDO
    Lainnya
 • IPMKenaikan 72,01 (2023)
 Tinggi [3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1610 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0711
Pelat kendaraanBG xxxx T**
Kode Kemendagri16.10 Suntingan nilai di Wikidata
Rumah adatRumah Limas
Rumah Panggung
Rumah Ulu
Senjata tradisionalRukam
Flora resmiDuku
Fauna resmiKerbau rawa
Lagu daerah"Caram Seguguk"
"Pindang Pegagan"
Situs webwww.oganilirkab.go.id

Kabupaten Ogan Ilir adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Ibu kota Ogan Ilir berada di kecamatan Indralaya. Pada akhir tahun 2024, jumlah penduduk kabupaten ini sebanyak 446.020 jiwa.[1][4]

Ogan Ilir berada di jalur lintas timur Sumatra dan pusat pemerintahannya terletak sekitar 35 km dari Kota Palembang. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Landasan hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 37 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan yang disahkan pada 18 Desember 2003.[5]

Geografi

Secara geografis, istilah Ogan Ilir dikaitkan dengan keberadaan wilayahnya yang terletak di bagian hilir Sungai Ogan. Sungai Ogan merupakan satu dari sembilan sungai besar di wilayah Provinsi Sumatera Selatan atau disebut Batanghari Sembilan, yaitu: 1) Sungai Ogan; 2) Sungai Komering; 3) Sungai Lematang; 4) Sungai Kelingi; 5) Sungai Lakitan; 6) Sungai Rawas; 7) Sungai Rupit; 8) Sungai Batang Hari Leko; dan 9) sungai terbesar Sungai Musi.

Batas wilayah

UtaraKota Palembang
TimurKabupaten Ogan Komering Ilir
SelatanKabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
BaratKabupaten Muara Enim

Sejarah Ogan Ilir

Masa Kolonial Belanda

Dari sudut pandang politik, Ogan Ilir sudah digunakan Pemerintahan Kolonial Belanda untuk menyebut salah satu wilayah geografi dan administrasi yang berada dalam kekuasaan mereka. Dalam Regeering Almanak yang diterbitkan Belanda pada 1870, Ogan Ilir dan Belida merupakan zona ekonomi afdeeling yang langsung berada di bawah Keresidenan Palembang. Pada waktu itu, Keresidenan Palembang memiliki 9 afdeeling, yaitu:

  1. Afdeeling Palembang
  2. Afdeeling Tebing Tinggi
  3. Afdeeling Lematang Ulu dan Lematang Ilir
  4. Afdeeling Komering Ulu, Ogan Ulu dan Enim
  5. Afdeeling Rawas
  6. Afdeeling Musi Ilir
  7. Afdeeling Ogan Ilir dan Belida
  8. Afdeeling Komering Ilir
  9. Afdeeling Iliran dan Banyuasin.

Pembagian wilayah afdeling ini mengalami beberapa kali perubahan. Pada 1872 terjadi peristiwa regrouping (penggabungan) dari 9 afdeeling menjadi 7 afdeeling. Pada 1878, dari 7 afdeeling menjadi 6 afdeeling. Pada 1918, sebagaimana termaktub dalam Staatblad 1918 Nomor 612 berubah lagi dari 6 afdeeling menjadi 4 afdeling, yaitu:

  1. Afdeeling Hofdspaats Palembang (Kota Palembang dan sekitarnya)
  2. Afdeeling Palembangsche Boevenlanden (Palembang Hulu)
  3. Afdeeling Komering Ulu dan Ogan Ulu
  4. Afdeeling Palembangsche Benedenlanden (Palembang Hilir).

Pada 1921, melalui Staatblad nomor 465 dan pada tahun 1930 melalui Staadblad nomor 352, Keresidenan Palembang di Sumatera Selatan diubah menjadi 3 afdeeling, yaitu:

  1. Afdeeling Palembang Hilir di bawah seorang Asisten Residen yang berkedudukan di Kota Palembang
  2. Afdeeling Palembang Hulu di bawah seorang Asisten Residen berkedudukan di Lahat
  3. Afdeeling Ogan dan Komering Ulu di bawah seorang Asisten Residen berkedudukan di Baturaja.

Pada waktu itu, Ogan Ilir tidak lagi sebagai Afdeling tetapi berubah menjadi Onder Afdeling Ogan Ilir yang pusat pemerintahannya berada di Tanjung Raja, tepatnya di tepian Sungai Ogan, dengan 19 (sembilan belas) pemerintahan marga, yakni:

  • 13 Marga Pemerintahan, termasuk dalam Wilayah Kabupaten Ogan Ilir, yaitu:
  1. Marga Pegagan Ilir Suku 1
  2. Marga Rantau Alai
  3. Marga Pegagan Ulu Suku 2
  4. Marga Pegagan Ilir Suku 2
  5. Marga Pemulutan
  6. Marga Sakatiga
  7. Marga Meranjat
  8. Marga Burai
  9. Marga Tanjung Batu
  10. Marga Parit
  11. Marga Muara Kuang
  12. Marga Lubuk Keliat, dan
  13. Marga Tambangan Kelekar
  • 6 Marga Pemerintahan yang termasuk dalam Wilayah Kabupaten Muara Enim yaitu:
  1. Marga Gelumbang
  2. Marga Alai
  3. Marga Lembak
  4. Marga Kerta Mulia
  5. Marga Lubai Suku 1
  6. Marga Rambang Empat Suku

Marga dipimpin seorang Pesirah yang ditetapkan berdasarkan hasil pemilihan langsung oleh rakyat mirip dengan pemilu yang disebut dengan Mancang. Pemerintahan marga membawahi beberapa pemerintahan dusun. Pemerintahan dusun dipimpin oleh seorang Kerio. Pada tahun 1983 sebutan DUSUN diganti dengan DESA dan sebutan MARGA dihapuskan.[6] Situasi ini merupakan imbas penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan Daerah yang dikeluarkan rezim Orde Baru yang berusaha menafikan kebhinekaan melalui strategi Jawanisasi.

Pada Januari 1939, Onder Afdeling Ogan Ilir dipimpin oleh A.V. Peggemeier.

Masa Kemerdekaan Indonesia (1945-sekarang)

Keberadaan Ogan Ilir sebagai satu kesatuan wilayah tersendiri telah ada sejak masa sebelum kemerdekaan, yaitu Afdeling Ogan Ilir yang kemudian berbubah menjadi Onder Afdeling Ogan Ilir. Pada waktu itu, wilayah Ogan Ilir berstatus sebagai wilayah Kewedanaan dengan ibu kota tetap berada di Tanjung Raja, meliputi marga-marga dalam Onder Afdeling Ogan Ilir setelah dikurangi marga yang digabung ke Kabupaten Muara Enim. Setelah 17 Agustus 1945, bersama-sama dengan Onder Afdeling Komering Ilir, marga-marga dalam wilayah ini digabungkan dan bernaung dalam satu kabupaten yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir.[7]

Gagasan pembentukan Kabupaten Ogan Ilir sudah muncul sejak lama. Pada 1958, ide sudah disuarakan oleh para mahasiswa Ogan Ilir yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Ogan Ilir (IPOI) yang sedang menuntut di beragam perguruan tinggi di Kota Jogjakarta. Waktu itu, ketua IPOI adalah Dr. H. Ahmad Asof (desa Tanjung Raja), Dr. H. Hasan Zaini sebagai sekretaris (desa Kerinjing), dan Prof. Dr. Ki. Amri Yahya (desa Sukaraja) sebagai bendahara. Target gerakan pelajar dan mahasiswa ini hanya sebatas memindahkan ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir dari Kayu Agung ke Tanjung Raja. Dewasa ini, IPOI menjelma menjadi Asrama KABOKI Jogjakarta dan Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan Komisariat Bende Seguguk dan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan Komisariat Caram Seguguk.

Pada 2000, di pasca Reformasi 1998, rencana pembentukan Kabupaten Ogan Ilir mencuat kembali. Munculnya kembali rencana pemekaran kabupaten Ogan Ilir ini dipicu diskusi tidak sengaja dalam seminar tentang Tata Ruang Kecamatan Indralaya di kampus Universitas Sriwijaya yang turut dihadiri Pembantu Rektor I Universitas Sriwijaya, Dr. Mahyuddin, Sp. Og. Dalam pembahasan tata ruang ini disimpulkan rencana pembentukan Kota Indralaya sebagai Kota Satelit.[8] Dalam seminar itu, sesuai dengan keberadaannya sebagai Kota Satelit, pihak Universitas Sriwijaya meminta kepada Pemerintah Kabupaten OKI agar Kecamatan Indralaya mendapatkan perhatian lebih untuk menunjang aktivitas mahasiswa Universitas Sriwijaya di kampus baru mereka yang berlokasi di kawasan Indralaya (saat ini berada di Kecamatan Indralaya Utara). Tuntutan ini kemudian ditanggapi Drs. Abdul Rahman Rosyidi (Camat Indralaya) yang mewakili Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang mengatakan bahwa selama Indralaya berstatus kecamatan, maka sangat tidak mungkin ia mendapat perlakuan khusus dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Percepatan pembangunan, demikian diungkapkan Drs. Abdul Rahman Rosyidi, kawasan Indralaya untuk menopang kampus baru Universitas Sriwijaya hanya dilakukan jika Ogan Ilir menjadi kabupaten. Ide pemekaran kabupaten ini kemudian ditindak-lanjuti oleh beragam elemen masyarakat. Tentu saja, beberapa orang menolak pemekaran kabupaten Ogan Ilir.

Perjuangan pemekaran Ogan Ilir mandapat titik terang setelah melalui BAPPEDA Kabupaten Ogan Komering Ilir pada 2001 menganggarkan dana kegiatan Survey Potensi Wilayah Rencana Pemekaran Kabupaten OKI bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya. Sangat disayangkan, meskipun pihak Universitas Sriwijaya berhasil membuat skenario pemekaran (misalnya, Barat-Timur, Utara-Selatan, Ogan Ilir-Komering Ilir), tetapi mereka merekomendasikan untuk tidak memekarkan Kabupaten Ogan Ilir pada 2001. Mensikapi hasil riset yang diinisiasi pihak eksekutif ini, Ir. H. Mawardi Yahya yang waktu itu menjabat Ketua DPRD Ogan Komering Ilir mendorong ide pembentukan Kabupaten Ogan Ilir menjadi inisiatif legislatif. Langkah pertama yang ditempuh pihak legislatif adalah melaksanakan survey kelayakan pemekaran dengan menggandeng STPD Jatinangor. Sama seperti tim Universitas Sriwijaya, tim STPDN Jatinangor juga mengacu ke 7 kriteria pemekaran daerah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000. Kesimpulan STPDN Jatinangor menegaskan bahwa Kabupaten Ogan Komering Ilir sangat layak dimekarkan menjadi 2 kabupaten yakni Kabupaten Ogan Ilir dengan wilayah 6 kecamatan dan Kabupaten OKI induk dengan wilayah 12 kecamatan.

Berdasarkan hasil riset STPDN Jatinangor, DPRD Ogan Komering Ilir kemudian mengeluarkan Surat Keputusan DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 12 Tahun 2002 tanggal 2 September 2002 tentang Persetujuan atas usul Pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk pembentukan Kabupaten Ogan Ilir. Surat keputusan ini ditanda-tangani oleh Ketua DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ir. H. Mawardi Yahya. Fakta inilah yang mendorong masyarakat Ogan Ilir memberi gelar Bapak Pemekaran Ogan Ilir kepada sosok Ir. H. Mawardi Yahya. Atas dasar surat keputusan ini, pihak legislatif dan eksekutif menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 22 Tahun 2002 tanggal 12 Agustus 2002 tentang Rekomendasi Pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Tahap selanjutnya adalah membawa usulan pemekaran kabupaten ini ke tingkat provinsi. Upaya pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ilir ini mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Sumsel dengan Surat Keputusan DPRD Provinsi Sumatera Selatan Nomor 12 Tahun 2002 tanggal 11 September 2002 tentang Dukungan dan Persetujuan terhadap Rencana Pemekaran Kabupaten OKI di Provinsi Sumsel. Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan keluarnya Surat Gubernur Sumsel Nomor 130/4081/i yang ditanda-tangani Ir. H. Syahrial Oesman. Berkas-berkas yang ada ini kemudian disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri RI dan DPR RI di Jakarta. Pada saat yang bersamaan, beragam elemen masyarakat melakukan gerakan sosial untuk mendukung upaya pembentukan Kabupaten Ogan Ilir. Puncak gerakan sosial ini adalah rapat akbar masyarakat Ogan Ilir di Lapangan Polsek Indralaya yang dihadiri tim dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan anggota DPR RI. Rapat akbar ini menghasilkan Deklarasi Kebulatan Tekad masyarakat Ogan Ilir untuk membentuk Kabupaten Ogan Ilir.

Ketika masih bergabung dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir hingga awal terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir, wilayah Ogan Ilir terdiri dari 6 kecamatan dan terdiri atas 161 desa/kelurahan, yaitu:

  • Kecamatan Indralaya, terdapat 28 desa
  • Kecamatan Tanjung Raja, terdapat 26 desa dan 3 kelurahan
  • Kecamatan Tanjung Batu, terdapat 31 desa
  • Kecamatan Muara Kuang, terdapat 27 desa
  • Kecamatan Pemulutan, terdapat 28 desa dan
  • Kecamatan Rantau Alai.terdapat 21 desa.

Pada awalnya kabupaten Ogan Ilir hanya memiliki 1 Sekolah menengah Pertama Negeri yaitu SMP 1 Indralaya, tanpa ada Sekolah Menengah Atas. Pembangunan SMA Negeri 1 Indralaya digagas oleh salah seorang putra daerah pensiunan POLRI Mayor Pol (Purn) H. Noengtjik A.Roni yang saat itu merupakan anggota DPRD OKI Fraksi ABRI POLRI, beliau juga sebagai salah satu penggagas berdirinya Masjid Raya Al-Muhajirin (sebelumnya sebuah langgar) melalui sumbangan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila. Saat ini almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ogan Ilir.

Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan otonomi daerah secara penuh dan terpisah dari kabupaten induk (Kabupaten Ogan Komering Ilir) melalui Undang-Undang Nomor 37 tahun 2003 yang ditetapkan pada 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Ogan Ilir diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta pada Tanggal 7 Januari 2004 bersama-sama dengan pembentukan 24 kabupaten/kota di Indonesia. Peresmian Kabupaten Ogan Ilir dilaksanakan di Aula Departemen Dalam Negeri Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 07 Jakarta Pusat oleh Menteri Dalam Negeri H. Moh. Ma'ruf dihadiri perwakilan 24 kabupaten/kota baru tersebut. Pada kesempatan peresmian Menteri Dalam Negeri RI berpesan agar pelaksanaan pemerintah kabupaten/kota pemekaran benar-benar berpihak pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki secara arif dan bijaksana.

Pemerintahan

Daftar Bupati

Artikel utama: Daftar Bupati Kabupaten Ogan Ilir

Berikut adalah daftar Bupati Ogan Ilir secara definitif sejak tahun 2005 pasca pemekaran Kabupaten Ogan Ilir dari Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Bupati Ogan Ilir
No. Bupati Potret Partai Awal Akhir Periode Masa jabatan Pemilihan umum Wakil Ref.
1 Mawardi Yahya
(lahir 1958)
Golkar 22 Agustus 2005 22 Agustus 2010 2005–2010 5 tahun, 0 hari 1
(2005)
Iskandar
22 Agustus 2010 7 Agustus 2015 2010–2015 4 tahun, 350 hari 2
(2010)
Muhammad Daud Hasyim
Transisi (2015-2016)
2   Ahmad Wazir Noviadi
(lahir 1988)
Golkar 17 Februari 2016 21 Maret 2016 2016–2021 33 hari 3
(2015)
Ilyas Panji Alam [ket. 1][10]
3   Ilyas Panji Alam
(lahir 1966)
PDI-P 7 Agustus 2017 17 Februari 2021 3 tahun, 194 hari Lowong [11]
4 Panca Wijaya Akbar
(lahir 1991)
Gerindra 26 Februari 2021 20 Februari 2025 2021–2025 3 tahun, 360 hari 4
(2020)
Ardani [12]
20 Februari 2025 Petahana 2025–2026 1 tahun, 62 hari 5
(2024)
[13]

Pengganti sementara

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil bupati, termasuk ketika posisi bupati berada dalam masa transisi.

Pejabat Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Bupati definitif Ref.
  Indra Rusdi
(1954-2012)
(Penjabat)
Nonpartisipan 14 Januari 2004 22 Agustus 2005 1 tahun, 220 hari Transisi (2004–2005)
  Muhammad Daud Hasyim
(1952-2019)
(Pelaksana Harian)
PPP 7 Agustus 2015 22 Agustus 2015 15 hari Transisi (2015)
  Yulizar Dinoto
(1956-2021)
(Penjabat)
Nonpartisipan 25 Agustus 2015 17 Februari 2016 176 hari Transisi (2015–2016)
Aufa Syahrizal Sarkomi
(?-)
(Penjabat Sementara)
Nonpartisipan 26 September 2020 5 Desember 2020 70 hari Ilyas Panji Alam [a]
Aufa Syahrizal Sarkomi
(?-)
(Pelaksana Harian)
17 Februari 2021 26 Februari 2021 9 hari Transisi (2021-2021)
Keterangan
  1. ↑ Bupati petahana dinonaktifkan karena dia menggunakan narkoba.[9]
  1. ↑ Bupati Ilyas Panji Alam cuti kampanye pada Pemilihan umum Bupati Ogan Ilir 2020 dari 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020, jabatan bupati sementara dipegang oleh Pejabat Sementara (Pjs.) Bupati Aufa Syahrizal Sarkomi.

Dewan Perwakilan

Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ogan Ilir

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[14] 2019–2024[15] 2024–2029
PKB 1 Kenaikan 2 Steady 2
Gerindra 3 Penurunan 1 Kenaikan 12
PDI-P 5 Kenaikan 7 Penurunan 6
Golkar 7 Kenaikan 8 Penurunan 1
NasDem 7 Penurunan 5 Steady 5
PKS 0 Kenaikan 1 Kenaikan 4
Hanura 1 Kenaikan 2 Steady 2
PAN 5 Penurunan 4 Penurunan 2
PBB 2 Penurunan 1 Penurunan 0
Demokrat 4 Penurunan 2 Kenaikan 3
Perindo (baru) 2 Penurunan 0
PPP 5 Penurunan 4 Penurunan 3
Berkarya (baru) 1
Jumlah Anggota 40 Steady 40 Steady 40
Jumlah Partai 10 Kenaikan 13 Penurunan 10

Kecamatan

Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Ogan Ilir

Kabupaten Ogan Ilir memiliki 16 kecamatan, 14 kelurahan dan 227 desa (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatera Selatan). Pada akhir tahun 2023, jumlah penduduknya sebesar 439.469 jiwa dengan luas wilayahnya 2.302,86 km² dan sebaran penduduk 191 jiwa/km².

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Ogan Ilir, adalah sebagai berikut:

Kode KemendagriKecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
16.10.04 Indralaya 317Desa
  • Lubuk Sakti
  • Muara Penimbung Ilir
  • Muara Penimbung Ulu
  • Penyandingan
  • Sakatiga
  • Sakatiga Seberang
  • Sejaro Sakti
  • Sudimampir
  • Talang Aur
  • Tanjung Agung
  • Tanjung Gelam
  • Tanjung Sejaro
  • Tanjung Seteko
  • Tunas Aur
  • Ulak Banding
  • Ulak Bedil
  • Ulak Segelung
Kelurahan
  • Indralaya Indah
  • Indralaya Mulya
  • Indralaya Raya
16.10.08 Indralaya Selatan 14Desa
  • Arisan Gading
  • Beti
  • Mandi Angin
  • Meranjat I
  • Meranjat II
  • Meranjat III
  • Meranjat Ilir
  • Sukaraja Baru
  • Sukaraja Lama
  • Tanjung Dayang Selatan
  • Tanjung Dayang Utara
  • Tanjung Lubuk
  • Tebing Gerinting Selatan
  • Tebing Gerinting Utara
16.10.07 Indralaya Utara 115Desa
  • Bakung
  • Lorok
  • Palem Raya
  • Parit
  • Payakabung
  • Permata Baru
  • Pulau Kabai
  • Pulau Semambu
  • Purnajaya
  • Soak Batok
  • Suka Mulia
  • Sungai Rambutan
  • Tanjung Baru
  • Tanjung Pering
  • Tanjung Pule
Kelurahan
  • Timbangan
16.10.13 Kandis 12Desa
  • Kandis I
  • Kandis II
  • Kumbang Ilir
  • Kumbang Ulu
  • Lubuk Rukam
  • Lubuk Segonang
  • Miji
  • Muara Kumbang
  • Pandan Arang
  • Santapan Barat
  • Santapan Timur
  • Tanjung Alai
16.10.15 Lubuk Keliat 10Desa
  • Betung I
  • Betung II
  • Embacang
  • Kasih Raja
  • Ketiau
  • Lubuk Keliat
  • Payalingkung
  • Talang Tengah Darat
  • Talang Tengah Laut
  • Ulak Kembahang
16.10.01 Muara Kuang 113Desa
  • Kelampadu
  • Kasah
  • Kuang Anyar
  • Munggu
  • Nagasari
  • Ramakasih
  • Rantau Sialang
  • Seri Kembang
  • Seri Menanti
  • Suka Cinta
  • Sukajadi
  • Tanabang Ilir
  • Tanabang Ulu
Kelurahan
  • Muara Kuang
16.10.16 Payaraman 211Desa
  • Lubuk Bandung
  • Paya Besar
  • Rengas I
  • Rengas II
  • Seri Kembang I
  • Seri Kembang II
  • Seri Kembang III
  • Talang Seleman
  • Tanjung Lalang
  • Tebedak I
  • Tebedak II
Kelurahan
  • Payaraman Barat
  • Payaraman Timur
16.10.05 Pemulutan 25Desa
  • Aurstanding
  • Babatan Saudagar
  • Harapan
  • Ibul Besar I
  • Ibul Besar II
  • Ibul Besar III
  • Kedukan Bujang
  • Lebung Jangkar
  • Mekar Jaya
  • Muara Baru
  • Muara Dua
  • Palu
  • Pegayut
  • Pelabuhan Dalam
  • Pemulutan Ilir
  • Pemulutan Ulu
  • Pipa Putih
  • Rawa Jaya
  • Sembadak
  • Simpang Pelabuhan Dalam
  • Sukarami
  • Sungai Buaya
  • Sungai Rasau
  • Tanjung Pasir
  • Teluk Kecapi
16.10.10 Pemulutan Barat 11Desa
  • Arisan Jaya
  • Kamal
  • Pulau Negara
  • Saranglang
  • Sribanding
  • Suka Merindu
  • Talang Pangeran Ilir
  • Talang Pangeran Ulu
  • Ulak Kembahang I
  • Ulak Kembahang II
  • Ulak Petangisan
16.10.09 Pemulutan Selatan 15Desa
  • Cahaya Marga
  • Harimau Tandang
  • Kapuk
  • Lebak Pering
  • Maju Jaya
  • Mayapati
  • Naikan Tembakang
  • Pematang Bangsal
  • Pematang Bungur
  • Segayam
  • Sungai Keli
  • Sungai Lebung
  • Sungai Lebung Ulu
  • Sungai Ondok
  • Ulak Aurstanding
16.10.14 Rambang Kuang 13Desa
  • Beringin Dalam
  • Ibul Dalam
  • Kayu Ara
  • Kuang Dalam Barat
  • Kuang Dalam Timur
  • Lubuk Tunggal
  • Sukananti
  • Sunur
  • Tambang Rambang
  • Tangai
  • Tanjung Bulan
  • Tanjung Miring
  • Ulak Segara
16.10.06 Rantau Alai 13Desa
  • Kelampaian
  • Kerta Bayang
  • Lebung Bandung
  • Mekar Sari
  • Rantau Alai
  • Sanding Marga
  • Sirah Pulau Kilip
  • Sukamarga
  • Sukamaju
  • Sukananti
  • Sukananti Baru
  • Talang Sari
  • Tanjung Mas
16.10.11 Rantau Panjang 12Desa
  • Arisan Deras
  • Jagalano
  • Jagaraja
  • Ketapang I
  • Ketapang II
  • Kota Daro I
  • Kota Daro II
  • Rantau Panjang Ilir
  • Rantau Panjang Ulu
  • Sejangko I
  • Sejangko II
  • Sungai Rotan
16.10.12 Sungai Pinang 112Desa
  • Penyandingan
  • Pinang Jaya
  • Pinang Mas
  • Serijabo
  • Serijabo Baru
  • Sungai Pinang I
  • Sungai Pinang II
  • Sungai Pinang III
  • Sungai Pinang Lagati
  • Sungai Pinang Nibung
  • Talang Dukun
  • Tanjung Serian
Kelurahan
  • Sungai Pinang
16.10.02 Tanjung Batu 219Desa
  • Bangun Jaya
  • Burai
  • Limbang Jaya I
  • Limbang Jaya II
  • Pajar Bulan
  • Sentul
  • Senuro Barat
  • Senuro Timur
  • Seri Bandung
  • Seri Tanjung
  • Tanjung Atap
  • Tanjung Atap Barat
  • Tanjung Baru Petai
  • Tanjung Batu Seberang
  • Tanjung Laut
  • Tanjung Pinang I
  • Tanjung Pinang II
  • Tanjung Tambak
  • Tanjung Tambak Baru
Kelurahan
  • Tanjung Batu
  • Tanjung Batu Timur
16.10.03 Tanjung Raja 415Desa
  • Belanti
  • Kerinjing
  • Siring Alam
  • Skonjing
  • Seri Dalam
  • Suka Pindah
  • Talang Balai Baru I
  • Talang Balai Baru II
  • Talang Balai Lama
  • Tanjung Agas
  • Tanjung Harapan
  • Tanjung Raja Selatan
  • Tanjung Temiang
  • Ulak Kerbau Baru
  • Ulak Kerbau Lama
Kelurahan
  • Tanjung Raja
  • Tanjung Raja Barat
  • Tanjung Raja Timur
  • Tanjung Raja Utara
TOTAL14227

Demografi

Penduduk

Dari segi demografi penduduk Ogan Ilir Pada hasil sensus penduduk pertengahan tahun 2024 adalah 443.361 Jiwa yang terdiri atas 224.601 Jiwa Laki-laki, dan 218.760 Jiwa Perempuan, memiliki pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sekitar 1 persen per tahun, dan tingkat kepadatan sekitar 190 jiwa per km².

Kecamatan Luas Wilayah (km²) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan Penduduk (jiwa/km²)
Indralaya83,3843.785525
Indralaya Utara343,3541.482121
Indralaya Selatan39,0223.238596
Pemulutan116,9849.593424
Pemulutan Barat64,0614.619228
Pemulutan Selatan56,5818.124320
Rantau Panjang49,5118.013364
Sungai Pinang30,3627.500906
Tanjung Raja72,3646.006636
Kandis28,4811.314397
Rantau Alai77,0611.755153
Tanjung Batu276,0749.677180
Lubuk Keliat185,7418.565100
Payaraman182,9827.407150
Muara Kuang290,1621.00772
Rambang Kuang496,5921.27643
Ogan Ilir2.302,9443.361190

Suku bangsa

Berdasarkan data tahun 2010*, sebagian besar penduduk Kabupaten Ogan Ilir adalah beretnis Melayu Pegagan, Ogan dan Melayu Penesak. Lainnya yaitu Melayu Belida, Jawa, Melayu Rambang dan suku lainnya. Keberagaman suku bangsa di Kabupaten Ogan Ilir memengaruhi perbedaan budaya dan adat istiadat masyarakat. Berikut adalah besaran penduduk Kabupaten Ogan Ilir berdasarkan suku bangsa;

No Suku %
1 Pegagan 46,58%
2 Penesak 21,52%
3 Ogan 11,16%
4 Belida 6,91%
5 Jawa 5,31%
6 Rambang 4,30%
7 Suku lainnya 4,22%
Kabupaten Ogan Ilir 100%

Pariwisata

Objek wisata

  • Pantai Supi
  • Desa Warna Warni Burai
  • Lebak Meranjat
  • Ancol Tanjung Atap
  • Tanjung Senai
  • Teluk Seruo
  • Tanjung Putus
  • Lebung Karangan
  • Teluk Putih
  • Pantai Jodoh Tanjung Raja
  • Makam Putri Pinang Masak Di Desa Senuro
  • Kampung Warna warni Desa Burai
  • Jembatan Setan
  • Batang Kosetan Jagaraja

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 Januari 2025.
  2. ↑ "BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN" (PDF). Diakses tanggal 4 November 2024.
  3. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023". Diakses tanggal 3 November 2024.
  4. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-07-02. Diakses tanggal 2017-06-17.
  5. ↑ "UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN, DAN KABUPATEN OGAN ILIR DI PROVINSI SUMATERA SELATAN". www.regulasip.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-16. Diakses tanggal 2023-05-16.
  6. ↑ Sejarah Kabupaten Ogan Ilir Diarsipkan 2014-09-21 di Wayback Machine. oganilirkab.go.id
  7. ↑ "Salinan arsip". kemendagri.go.id. Diarsipkan dari Profil Kabupaten Ogan Ilir%5d asli tanggal 2016-05-17. Diakses tanggal 2014-08-14. ;
  8. ↑ Selayang Pandang Kabupaten Ogan Ilir Diarsipkan 2014-08-14 di Wayback Machine. depnakertrans.go.id
  9. ↑ "Positif Pakai Narkoba, Bupati Ogan Ilir Dibawa ke BNN". Tempo. 14 Maret 2016 | 23.14 WIB. Diakses tanggal 2026-03-17.
  10. ↑ Kompasiana.com (2016-03-14). "Dugaan Kasus Narkoba, Bupati Ogan Ilir Ditangkap BNN". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-03-17.
  11. ↑ "Senin Besok, Gubernur Lantik Ilyas Panji Alam Menjadi Bupati Ogan Ilir Definitif". Sumsel Update. 2017-08-06. Diakses tanggal 2026-03-18.
  12. ↑ "Baru Dilantik, Bupati OI Panca Wijaya Akbar Dibebankan Tunggakan Listrik Lebih dari Rp2 Miliar". Sumsel Update. 2021-02-27. Diakses tanggal 2026-03-18.
  13. ↑ Sari, Kurnia (2025-02-20). "Bupati Panca Wijaya Akbar Dilantik untuk Periode Kedua, Ratusan Tamu Hadiri Syukuran". Sumsel Update. Diakses tanggal 2026-03-18.
  14. ↑ Perolehan Kursi DPRD Ogan Ilir 2014-2019
  15. ↑ Perolehan Kursi DPRD Ogan Ilir 2019-2024

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi Sunting ini di Wikidata
  • (Indonesia) Profil kabupaten di Kompas
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
  • Bupati: Panca Wijaya Akbar
  • Wakil Bupati: Ardani
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Indralaya
  • Indralaya Selatan
  • Indralaya Utara
  • Kandis
  • Lubuk Keliat
  • Muara Kuang
  • Payaraman
  • Pemulutan
  • Pemulutan Barat
  • Pemulutan Selatan
  • Rambang Kuang
  • Rantau Alai
  • Rantau Panjang
  • Sungai Pinang
  • Tanjung Batu
  • Tanjung Raja
Lambang Kabupaten Ogan Ilir
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Ogan Ilir
  • l
  • b
  • s
Patungraya Agung
  • Banyuasin
  • Muara Enim
  • Musi Banyuasin
  • Ogan Ilir
  • Ogan Komering Ilir
  • Palembang
  • Prabumulih
  • l
  • b
  • s
Sumatera Selatan, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Palembang
  • Gubernur: Herman Deru
  • Wakil Gubernur: Cik Ujang
Kabupaten
  • Banyuasin
  • Empat Lawang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Musi Banyuasin
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara
  • Ogan Ilir
  • Ogan Komering Ilir
  • Ogan Komering Ulu
  • Ogan Komering Ulu Selatan
  • Ogan Komering Ulu Timur
  • Penukal Abab Lematang Ilir
Lambang Sumatera Selatan
Kota
  • Lubuk Linggau
  • Pagar Alam
  • Palembang
  • Prabumulih
Topik
  • Kabupaten dan kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala dan wakil kepala daerah

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Geografi
  2. Batas wilayah
  3. Sejarah Ogan Ilir
  4. Masa Kolonial Belanda
  5. Masa Kemerdekaan Indonesia (1945-sekarang)
  6. Pemerintahan
  7. Daftar Bupati
  8. Pengganti sementara
  9. Dewan Perwakilan
  10. Kecamatan
  11. Demografi
  12. Penduduk
  13. Suku bangsa
  14. Pariwisata
  15. Objek wisata
  16. Referensi

Artikel Terkait

Daftar kabupaten dan kota di Sumatera Selatan

artikel daftar Wikimedia

Sumatera Selatan

provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia

Daftar kabupaten dan kota di Sumatera Utara

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026