Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ndalem Purbonegaran

Ndalem Purbonegaran merupakan bangunan bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1895 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII di Keraton Yogyakarta. Bangunan ini awalnya dihuni oleh GPH Notoprojo, kemudian beralih kepemilikan kepada BRAy. Purbonegoro yang merupakan putri kedua puluh satu Sri Sultan Hamengku Buwana VII. Setelah BRAy. Purbonegoro wafat, kediaman ini ditempati oleh BRM Danangjoyo, putra Sri Sultan Hamengku Buwana VII dari permaisuri BRAy. Retnohadiningrum. Pada masa sekarang, bangunan ini tidak lagi dihuni dan tercatat sebagai aset inventaris milik GBRAy. Darmokusumo, putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Keberadaan Ndalem Purbonegaran menjadi bagian penting dari warisan arsitektur dan sejarah keluarga kerajaan Yogyakarta.

Wikipedia article
Diperbarui 22 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ndalem Purbonegaran merupakan bangunan bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1895 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII di Keraton Yogyakarta. Bangunan ini awalnya dihuni oleh GPH Notoprojo, kemudian beralih kepemilikan kepada BRAy. Purbonegoro yang merupakan putri kedua puluh satu Sri Sultan Hamengku Buwana VII. Setelah BRAy. Purbonegoro wafat, kediaman ini ditempati oleh BRM Danangjoyo, putra Sri Sultan Hamengku Buwana VII dari permaisuri BRAy. Retnohadiningrum. Pada masa sekarang, bangunan ini tidak lagi dihuni dan tercatat sebagai aset inventaris milik GBRAy. Darmokusumo, putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Keberadaan Ndalem Purbonegaran menjadi bagian penting dari warisan arsitektur dan sejarah keluarga kerajaan Yogyakarta.[1]

Makna dan Latar Belakang Penamaan Ndalem Purbonegaran

Istilah Ndalem Purbonegaran terbentuk dari dua komponen bahasa Jawa yang memiliki makna historis dan kultural. Kata ndalem dalam konteks ini mengacu pada kediaman resmi yang biasanya diperuntukkan bagi bangsawan atau kerabat dekat keraton, yang diberikan sebagai hak pakai oleh Sultan. Secara filosofis, konsep ndalem merepresentasikan mikrokosmos dalam tradisi Jawa, yang mencerminkan hubungan simbolis dengan keraton sebagai makrokosmos.

Bagian kedua dari nama ini, Purbonegaran, diduga terkait dengan BRAy. Purbonegoro, putri kedua puluh satu Sri Sultan Hamengku Buwana VII yang pernah menghuni bangunan tersebut. Keterkaitan ini semakin diperkuat dengan keberadaan Kampung Purbonegaran di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta, yang menunjukkan pengaruh tokoh tersebut dalam penamaan wilayah.

Dengan demikian, Ndalem Purbonegaran dapat diartikan sebagai kediaman yang memiliki hubungan historis dengan BRAy. Purbonegoro, sekaligus mencerminkan peran bangunan ini dalam struktur sosial-budaya lingkungan Keraton Yogyakarta.[2]

Karakteristik Arsitektural Ndalem Purbonegaran[1][3][4]

Ndalem Purbonegaran merupakan contoh arsitektur tradisional Jawa yang dibangun pada tahun 1895 selama masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII di Keraton Yogyakarta. Bangunan ini berorientasi ke utara dengan denah berbentuk empat persegi panjang dan terbagi menjadi tiga bagian struktural utama.

Bagian pertama berupa pendopo dengan atap joglo yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu dan kegiatan sosial. Bagian kedua terdiri dari pringgitan dan rumah induk dengan atap limasan yang berperan sebagai ruang transisi dan area hunian pribadi. Secara konstruktif, bangunan ini menampilkan perpaduan teknik tradisional dan pengaruh modern melalui penggunaan lantai semen, dinding tembok, serta atap genteng.

Kompleks ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Nomor PM.89/PM.007/MKP/2011. Dalam tata ruangnya, Ndalem Purbonegaran menerapkan prinsip arsitektur joglo Jawa tradisional dengan pembagian zona yang jelas antara area publik dan privat, termasuk halaman depan untuk kegiatan umum dan halaman belakang untuk aktivitas keluarga. Sebagai kediaman bangsawan keraton, bangunan ini merefleksikan stratifikasi sosial dan nilai-nilai budaya Jawa masa kolonial.

Referensi

  1. 1 2 "Dalem Purbonegaran – Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-19.
  2. ↑ Adianti, Istiana. "TIPOLOGI TATA RUANG RUMAH BANGSAWAN DI DALAM BALUWARTI KRATON YOGYAKARTA, BERDASARKAN GELAR KEBANGSAWANAN". Jurnal Arsitektur Pendopo: 28–30.
  3. ↑ "Kawasan Cagar Budaya Kraton". geoparkjogja.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-19.
  4. ↑ "JOGJACAGAR | Sistem Informasi Cagar Budaya". jogjacagar.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-19.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Makna dan Latar Belakang Penamaan Ndalem Purbonegaran
  2. Karakteristik Arsitektural Ndalem Purbonegaran[1][3][4]
  3. Referensi

Artikel Terkait

Daftar cagar budaya di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026