Museum Seni Bela Diri Kungfu Wonosobo adalah sebuah museum yang berlokasi di Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini menjadi museum pertama dan satu-satunya yang bertemakan seni bela diri kungfu di Indonesia. Pendiri museum ini adalah Shifu Odi Purwanto. Odi Purwanto adalah seorang seniman bela diri sekaligus pelukis yang dikenal atas dedikasinya terhadap pengembangan seni bela diri, khususnya kungfu. Ia telah meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas kiprahnya dalam dunia seni bela diri.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
museum | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 7°25′33.60601″S 109°51′46.01221″E / 7.4260016694°S 109.8627811694°E / -7.4260016694; 109.8627811694 | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Jawa Tengah |
| Kabupaten | Wonosobo |
| Kecamatan | Leksono |
| Desa | Selokromo |
| Negara | Indonesia |
Museum Seni Bela Diri Kungfu Wonosobo adalah sebuah museum yang berlokasi di Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini menjadi museum pertama dan satu-satunya yang bertemakan seni bela diri kungfu di Indonesia. Pendiri museum ini adalah Shifu Odi Purwanto. Odi Purwanto adalah seorang seniman bela diri sekaligus pelukis yang dikenal atas dedikasinya terhadap pengembangan seni bela diri, khususnya kungfu. Ia telah meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas kiprahnya dalam dunia seni bela diri.[1][2]
Pendirian museum ini berawal dari minat mendalam Odi Purwanto terhadap seni bela diri yang ia tekuni. Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama pendirian museum adalah untuk mempopulerkan dan menggelorakan semangat kungfu di Indonesia, sekaligus mempererat persaudaraan di antara para praktisi, guru, pelatih, dan atlet bela diri lintas cabang di Indonesia.[3] Sejak tahun 2023, museum ini semakin dikenal luas setelah mulai dibuka untuk kunjungan publik dan menarik minat para pecinta seni bela diri dari berbagai daerah.[4]
Pada 9 Oktober 2023, galeri yang semula dikenal sebagai Gallery Kungfu Wonosobo & Sasana Bela Diri resmi berganti nama menjadi Museum Seni Bela Diri Kungfu Wonosobo (MSBK Wonosobo).[5] Keberadaan museum ini kemudian diakui oleh berbagai komunitas seni bela diri, termasuk Keluarga Besar Seni Tarung Kenki, sebagai museum kungfu pertama di Indonesia.[5]
Bangunan museum ini berdiri di rumah tua bergaya tradisional yang dibangun pada tahun 1957.[5] Rumah tersebut merupakan bangunan tertua di Dusun Selonegoro, tempat museum ini berada. Dengan gaya arsitektur khas tempo doeloe yang antik, bangunan museum memberi suasana klasik yang berpadu dengan koleksi seni bela diri di dalamnya.[5][6] Museum ini berdiri di atas lahan keluarga Odi Purwanto, yang kemudian diatur untuk menjadi galeri dan pusat dokumentasi sejarah kungfu di Indonesia.[7]
Odi Purwanto mulai mengumpulkan koleksi untuk museum ini secara bertahap sejak tahun 2004. Koleksi yang dipamerkan mencakup empat kelompok besar.[4] Pertama, berbagai aksesoris dan senjata seni bela diri kungfu, seperti senjata panjang, pendek, lentur, dan ganda, yang terdiri atas beragam jenis dan kategori dan mencapai lebih dari 300 koleksi.[1] Kedua, koleksi literatur yang terdiri atas lebih dari 900 buku tentang kungfu dan berbagai gaya bela diri dari Indonesia, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, termasuk buku-buku mengenai tenaga dalam dan prana.[1] Ketiga, koleksi multimedia berupa lebih dari 900 video edukasi, tutorial, hiburan, dan motivasi tentang kungfu maupun bela diri lainnya.[1] Keempat, beragam penghargaan berupa piala, medali, sertifikat dari dalam dan luar negeri, plakat, sabuk kehormatan, serta dokumen penting terkait seni bela diri, dengan jumlah yang mencapai lebih dari 700 buah.[1] Selain itu, museum ini juga memajang lukisan-lukisan karya Shifu Odi, yang memperlihatkan suatu dimensi artistik.[1]