Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Museum Gubug Wayang

Museum Gubug Wayang adalah museum khusus di Kota Mojokerto yang khusus menampilkan koleksi seni, budaya, dan etnografi. Perintisan museum berawal dari sebuah komunitas-komunitas di Pulau Jawa yang serius dalam pelestarian seni dan budaya. Pada tanggal 15 Agustus 2015, diadakan pembentukan sanggar yang mengawali perintisan Museum Gubung Wayang. Luas Sanggar Gubug Wayang awalnya hanya berukuran 3×3 m2. Aktivitas Sanggar Gubug Wayang kemudian meningkat sehingga memiliki 12 cabang sanggar dengan perhatian terhadap bidang seni dan budaya yang berbeda-beda. Pada tahun 2017, Sanggar Seni dan Galeri Budaya Museum Gubung Wayang berganti nama menjadi Museum Gubug Wayang. Bangunan museum ini menempati sebuah gedung peninggalan Hindia Belanda yang dibangun pada tahun 1912. Gedung tersebut dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan kain dan sarang burung walet. Museum Gubug Wayang berada dalam kepemilikan Sendjojo Njoto. Saat ini Museum Gubug Wayang memiliki program Temporary Museum yang sudah berkerjasama dengan Universitas Surabaya, Universitas Ciputra, Universitas dan Sekolah Binus. Serta memiliki koleksi artefak yang diletakan di Rumah dinas/kerja Wali kota Mojokerto, Rumah dinas/kerja Bupati Ponorogo, bahkan di Hotel Grand Mercure Malang Mirama. Jenis koleksi yang dipamerkan berupa wayang, topeng, terakota, keris, wayang Si Unyil, dan mainan tradisional. Museum ini beralamat di Jalan R.A Kartini Nomor 23, Kauman, Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Didirikan oleh Yensen Project Indonesia. Koleksi yang ada meliputi wayang dari berbagai daerah di Indonesia, pusaka asli Indonesia, alat musik tradisional, mainan anak–anak, topeng dan lain lainnya.
Diperbarui 12 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Museum Gubug Wayang
Tokoh Kancil Wayang Kulit Tokoh Si Kancil Wayang Kancil  Wayang Kancil pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat sejak tahun 1987 oleh Ki Ledjar Subroto atau lebih akrab dikenal dengan sapaan mbah Ledjar. Pria Kelahiran Wonosobo ini sudah memeperkenalkan Cerita Si Kancil lintas benua, seperti Eropa dan Amerika.
Wayang Kulit Tokoh Kancil

Museum Gubug Wayang adalah museum khusus di Kota Mojokerto yang khusus menampilkan koleksi seni, budaya, dan etnografi.[1] Perintisan museum berawal dari sebuah komunitas-komunitas di Pulau Jawa yang serius dalam pelestarian seni dan budaya.[butuh rujukan] Pada tanggal 15 Agustus 2015, diadakan pembentukan sanggar yang mengawali perintisan Museum Gubung Wayang.[2] Luas Sanggar Gubug Wayang awalnya hanya berukuran 3×3 m2.[3] Aktivitas Sanggar Gubug Wayang kemudian meningkat sehingga memiliki 12 cabang sanggar dengan perhatian terhadap bidang seni dan budaya yang berbeda-beda.[4] Pada tahun 2017, Sanggar Seni dan Galeri Budaya Museum Gubung Wayang berganti nama menjadi Museum Gubug Wayang. Bangunan museum ini menempati sebuah gedung peninggalan Hindia Belanda yang dibangun pada tahun 1912. Gedung tersebut dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan kain dan sarang burung walet. Museum Gubug Wayang berada dalam kepemilikan Sendjojo Njoto. Saat ini Museum Gubug Wayang memiliki program Temporary Museum yang sudah berkerjasama dengan Universitas Surabaya, Universitas Ciputra, Universitas dan Sekolah Binus. Serta memiliki koleksi artefak yang diletakan di Rumah dinas/kerja Wali kota Mojokerto, Rumah dinas/kerja Bupati Ponorogo, bahkan di Hotel Grand Mercure Malang Mirama. Jenis koleksi yang dipamerkan berupa wayang, topeng, terakota, keris, wayang Si Unyil, dan mainan tradisional. Museum ini beralamat di Jalan R.A Kartini Nomor 23, Kauman, Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.[5][6]

Informasi Umum

Tiket Masuk

Tiket masuk untuk pengunjung Museum Gubug Wayang dibedakan menjadi tiga kategori. Kategori pertama, para pelajar yang ingin berkunjung ke museum ini dikenakan biaya sebesar Rp 25.000/orang. Kategori kedua utnuk umum atau mahasiswa, yang dikenakan biaya sebesar Rp 30.000/orang. Ketegori ketiga bagi wisatawan mancanegara, yang dikenakan tarif sebesar Rp50.000/orang.[7]

Jam Operasional

Waktu kunjungan untuk Museum Gubug Wayang yaitu:[7]

  • Selasa, 09:00 - 20:00
  • Rabu, 09:00 - 20:00
  • Kamis, 09:00 - 20:00
  • Jumat, 09:00 - 20:00
  • Sabtu, 09:00 - 20:00
  • Minggu, 09:00 - 20:00

Para pengunjung yang ingin datang ke Museum Gubug Wayang secara berkelompok, diwajibkan untuk reservasi minimal seminggu sebelum kedatangan.[7]

Wayang Kulit Cina Jawa (Wacinwa)  Etnis Cina dan Jawa adalah etnis yang sudah lama mendiami Nusantara, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Kedua etnis tersebut hidup berdampingan membentuk budaya Cina – Jawa. Keberagaman budaya dari persilangan Cina – Jawa meliputi kuliner, pakaian, arsitektur bangununan hingga seni pertunjukan. Sejarah mencatat, tahun 1925 di Daerah Istimewa Yogyakarta muncul wayang Cina – Jawa atau Wacinwa sebagai salah satu perpaduan dalam seni pertunjukan.Gan Thwan Sing (1885 – 1967) adalah pembuat dan juga dalang Wacinwa yang lahir dan dibesarkan di Jatinom, Klaten. Sebagai keturunan Cina, Gan Thwan Sing mewarisi tradisi Cina dari kakeknya, Gan Ing Kwat.  Awal abad ke 20, Gwan Thwan Sing pindah ke Yogyakarta untuk mendalami seni pertunjukan dengan belajar seni pedalangan dan karawitan. dari situlah Gwan memperoleh ide untuk mengembangkan kesenian wayang yang memadukan unsur dua budaya, Cina dan Jawa.
Wayang Kulit Cina Jawa (Wacinwa)

Koleksi

Museum Gubug Wayang memiliki koleksi hingga 9.800 koleksi yang terdiri atas wayang, gamelan, pusaka asli Indonesia, topeng, alat musik tradisional, hingga mainan anak-anak. Para pengunjung disuguhkan dengan patung Pak Raden seniman yang menciptakan tokoh Si Unyil.[8]

Pada lantai satu, terdapat sejumlah besar pusaka asli Indonesia seperti keris dan tombak yang dipamerkan. Contohnya adalah Keris Puser Wengkon Isen, Melati Saronce, Ceplok, Ceplok Wengkong, Sodo Sakler, Tunggak Semi, Ombak Segoro, Tri Warna, Bulu Ayam, Sepang, Sisik Sewu, Parung Sari, Lar Sak Ukel, Setan Kober Pajajaran, Bindo Segodo, Broto Sewu, dan Keris Junjung Derajat. Selain itu, ada juga Tombak Trisula Bali, Dwi Sula, Lok 7 Bali, Bali Lurus, dan Mojopahit Pamor Bulu Ayam. Para pengunjung akan terpesona oleh kumpulan pertunjukan wayang kulit lengkap dengan figur dalang dan alat musik gamelan. Di belakangnya, ada rangkaian boneka yang menggambarkan semua karakter cerita anak-anak dari Si Unyil, yang dibuat oleh Pak Raden. Panggung pertunjukan Si Unyil juga dipamerkan di museum ini.[8]

Koleksi Wayang

Museum Gubuk Wayang menawarkan pengalaman menyelami khazanah budaya Indonesia yang kaya. Koleksinya meliputi:

  • Berbagai jenis wayang golek: Hanoman, Gocinda, Odol, Punokawan dari Bandung dan Karawang, serta tokoh spesial seperti Mahatma Gandhi dan Punokawan Bogor.[8]
  • Wayang kulit: Koleksi dari Cirebon dan Solo, termasuk Wayang Kulit Wali Songo yang bercerita tentang wali penyebar agama Islam dan wayang kulit dengan tema dagelan (lucu).[8]
  • Wayang lainnya: Wayang Bobo dan Wayang Thengul dari Bojonegoro dengan bentuk 3 dimensi yang unik, serta Wayang Wahyu hasil karya Pastur Adisoedjono.[8]

Artefak

  • Koleksi kaset dari zaman dulu hingga modern, yang merekam perkembangan media hiburan.[8]
  • Kitab Lontar Dharma Patanjala, naskah kuno yang bernilai sejarah.[8]
  • 27 boneka asli tokoh Si Unyil buatan Pak Raden atau Suyadi, tokoh legendaris di dunia anak-anak.[8]
  • Foto para seniman Indonesia, yang turut melestarikan budaya.[8]
  • Permainan tradisional umbulan wayang, lengkap dengan peralatan pembuatannya.[8]

Referensi

  1. ↑ "Museum Gubug Wayang Mojokerto". Pemerintah Kota Mojokerto. 2025. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  2. ↑ Administrator (27 Januari 2023). "Museum Gubug Wayang Alternatif Wisata Edukasi di Mojokerto". Kabar Mojokerto. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  3. ↑ Aula (12 September 2023). "Museum Gubug Wayang Mojokerto: Koleksi, Jam Buka, dan Harga Tiket". Aula News. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  4. ↑ Lintang. Ahmad (ed.). "Wisata Edukasi Cagar Budaya, Ada 9.800 Koleksi di Museum Gubug Wayang Mojokerto". 16 Agustus 2024. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  5. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 116. ISBN 978-979-8250-67-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Prajurit Kulon". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025. ;
  7. 1 2 3 Noorca, Dhafintya. "Museum Gubug Wayang Mojokerto: Lokasi, Harga Tiket dan Koleksi". IDN Times Jatim (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2024-05-28. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Budianto, Enggran Eko. "Museum Gubuk Wayang Mojokerto, Koleksinya Pas Banget untuk Wisata Edukasi". detikjatim. Diakses tanggal 2024-05-28.
  • l
  • b
  • s
Wayang
Menurut
media
Kulit
  • Wayang purwa
  • Wayang madya
  • Wayang gedog
  • Wayang Yogyakarta
  • Wayang dupara
  • Wayang Cirebon
  • Wayang wahyu
  • Wayang suluh
  • Wayang kancil
  • Wayang calonarang
  • Wayang krucil
  • Wayang Sasak
  • Wayang Banjar
  • Wayang parwa
  • Wayang arja
  • Wayang gambuh
  • Wayang cupak
Kayu
  • Wayang Ajen
  • Wayang cepak
  • Wayang Gantung
  • Wayang golek
  • Wayang klithik
  • purwa
  • Wayang menak
  • Wayang potehi
  • Wayang thengul
  • Wayang timplong
Orang
  • Wayang Carita
  • Topeng Cirebon
  • Wayang gung
  • Ketoprak
  • Ludruk
  • Sriwedari
  • Wayang topeng
  • Wayang Topeng Malang
Bambu
  • Wayang bambu
  • Wayang bambu Osing
  • Wayang golek langkung
Kain
  • Wayang beber
  • Remeng
Rumput
  • Wayang suket



Menurut
asal
  • Wayang kulit Bali
  • Wayang golek Bandung
  • Wayang kulit Banjar
  • Wayang kulit Gagrag Banyumasan
  • Wayang kulit Betawi
  • Wayang Cina
  • Wayang Kulit Cirebon
  • Wayang Kulit Gagrag Pesisiran
  • Wayang kulit Ponorogo
  • Wayang Kedu Wonosaban
  • Wayang kulit gagrag Yogyakarta
  • Wayang Sasak Lombok
  • Wayang Kulit Palembang
  • Wayang siam
  • Wayang Thailand
Inovasi
  • Wayang arja
  • Wayang gremeng
  • Wayang listrik
  • Wayang revolusi
  • Wayang sadat (gedog)
  • Wayang siam
  • Wayang Suluh
  • Wayang wahyu
Properti dan
kesenian
pendukung
  • Blencong
  • Catur
  • Cempurit
  • Dalang
  • Gamelan
  • Gapit
  • Gunungan
  • Keprak
  • Kriya
  • Lakon
  • Pakeliran
  • Pathet
  • Pedalangan
  • Sabet
  • Sinden
  • Suluk
  • Tancepan
Sumber
cerita
  • Sastra Hindu
    • Mahabharata
    • Ramayana
  • Kakawin
    • Arjunawiwāha
    • Arjunawijaya
    • Bharatayuddha
    • Bomantaka
    • Kresnayana
  • Pustaka Raja Purwa (Serat)
Organisasi
  • Persatuan Pedalangan Indonesia
  • CenkBlonk
  • Indra Swara
  • Ngesti Pandowo
  • Sriwedari
Museum
  • Museum Wayang Beber Sekartaji (Bantul)
  • Museum Wayang Sendang Mas (Banyumas)
  • Museum Topeng Cirebon (Cirebon)
  • Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma (Gianyar)
  • Museum Wayang (Jakarta)
  • Museum Potehi Gudo Jombang (Jombang)
  • Museum Wayang Kekayon (Yogyakarta)
  • Museum Wayang R. Boediardjo (Magelang)
  • Museum Panji (Malang)
  • Museum Gubug Wayang (Mojokerto)
  • Museum Wayang dan Artefak Purbalingga (Purbalingga)
  • Museum Peradaban Asia (Singapura)
  • Museum Sonobudoyo (Yogyakarta)
  • Museum Wayang Indonesia (Wonogiri)
Lihat pula: Daftar tokoh dan lakon wayang
Portal · Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Informasi Umum
  2. Tiket Masuk
  3. Jam Operasional
  4. Koleksi
  5. Koleksi Wayang
  6. Artefak
  7. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026