Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Moa

Moa adalah burung asli Selandia Baru yang tidak dapat terbang. Mereka unik karena tidak memiliki sayap, bahkan tidak memiliki sayap kecil. Limabelas spesies pada besar yang bervariasi, dengan yang terbesar, moa raksasa, mencapai tinggi sekitar 3.6 m dan berat 250 kg. Mereka adalah hewan herbivora di ekosistem hutan Selandia Baru. Daun, ranting dan buah memainkan peran penting untuk makanan mereka.

bangsa burung yang telah punah
Diperbarui 19 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Moa

Moa
Rentang waktu: Miosen – Holosen,
17–0.0006 jtyl
PreЄ
Є
O
S
D
C
P
T
J
K
Pg
N
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Infrakelas: Palaeognathae
Klad: Notopalaeognathae
Ordo: †Dinornithiformes
Bonaparte
Diversitas
6 genera, 9 spesies
Sinonim[1]
  • Dinornithes Gadow, 1893
  • Immanes Newton, 1884
Artikel takson sembarang

Moa adalah burung asli Selandia Baru yang tidak dapat terbang. Mereka unik karena tidak memiliki sayap, bahkan tidak memiliki sayap kecil. Limabelas spesies pada besar yang bervariasi, dengan yang terbesar, moa raksasa (Dinornis robustus dan Dinornis novaezelandiae), mencapai tinggi sekitar 3.6 m dan berat 250 kg. Mereka adalah hewan herbivora di ekosistem hutan Selandia Baru. Daun, ranting dan buah memainkan peran penting untuk makanan mereka.

Moa diburu oleh elang Haast, elang terbesar di dunia yang juga telah punah. Kepunahan moa diakibatkan oleh perburuan dan pembersihan hutan oleh suku Māori. Semua Moa diperkirakan tewas pada tahun 1500.

Ini adalah daftar spesies burung dari keluarga Dinornithidae.[2]

Pachyornis

  • †Pachyornis elephantopus
  • †Pachyornis mappini
  • †Pachyornis australis[3]

Euryapteryx

  • †Euryapteryx curtus

Emeus

  • †Emeus crassus

Anomalopteryx

  • †Anomalopteryx didiformis

Dinornis

  • †Dinornis novaezealandiae
  • †Dinornis robustus

Megalapteryx

  • †Megalapteryx didinus

Referensi

  1. ↑ Brodkob, Pierce (1963). "Catalogue of fossil birds 1. Archaeopterygiformes through Ardeiformes". Biological Sciences, Bulletin of the Florida State Museum. 7 (4): 180–293. Diakses tanggal 30 December 2015.
  2. ↑ Davies, S. J. J. F. (2003)
  3. ↑ Stephenson, Brent (01/05/09)
  • Davies, S. J. J. F. (2003). "Moas (Dinornithidae)". Dalam Hutchins, Michael; Jackson, Jerome A.; Bock, Walter J.; Olendorf, Donna (ed.). Grzimek's Animal Life Encyclopedia. Vol. 8 Birds I Tinamous and Ratites to Hoatzins. Joseph E. Trumpey, Chief Scientific Illustrator (Edisi 2nd). Farmington Hills, MI: Gale Group. hlm. 95–102. ISBN 0-7876-5784-0.
  • Stephenson, Brent (2009-01-05). "New Zealand Recognised Bird Names (NZRBN) database". New Zealand: Ornithological Society of New Zealand. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-25. Diakses tanggal 2010-05-10.
  • Baker, Allan J.; Huynen, Leon J.; Haddrath, Oliver; Millar, Craig D. & Lambert, David M. (2005): Reconstructing the tempo and mode of evolution in an extinct clade of birds with ancient DNA: The giant moas of New Zealand. PNAS 102(23): 8257-8262. DOI:10.1073/pnas.0409435102 PDF fulltext Diarsipkan 2007-10-14 di Wayback Machine. Supporting Information Diarsipkan 2007-10-14 di Wayback Machine.
  • Bunce, Michael; Worthy, Trevor H.; Ford, Tom; Hoppitt, Will; Willerslev, Eske; Drummond, Alexei & Cooper, Alan (2003): Extreme reversed sexual size dimorphism in the extinct New Zealand moa Dinornis. Nature 425(6954): 172-175. DOI:10.1038/nature01871 HTML abstract Supplementary information
  • Dieffenbach, E. (1843): Travels in New Zealand. Two volumes. John Murray:London, Vol. II, p. 195.
  • Hill, H, 1913. "The Moa - Legendary, Historical and Geographical - Why and When the Moa disappeared". Transactions and Proceedings of the Royal Society of New Zealand, Volume 46, 1913, p.330. Diakses tanggal 2007-06-18. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  • Huynen, Leon J.; Millar, Craig D.; Scofield, R. P. & Lambert, David M. (2003): Nuclear DNA sequences detect species limits in ancient moa. Nature 425(6954): 175-178. DOI:10.1038/nature01838 HTML abstract Supplementary information
  • Millener, P. R. (1982): And then there were twelve: the taxonomic status of Anomalopteryx oweni (Aves: Dinornithidae). Notornis 29: 165-170.
  • Polack, J. S. (1838): New Zealand: Being a Narrative of Travels and Adventures During a Residence in that Country Between the Years 1831 and 1837. Two volumes. Richard Bentley:London, Vol. I, p. 303, 307.
  • Turvey, Samuel T.; Green, Owen R. & Holdaway, Richard N. (2005): Cortical growth marks reveal extended juvenile development in New Zealand moa. Nature 435(7044): 940-943. DOI:10.1038/nature03635 HTML abstract

Pranala luar

  • TerraNature list of New Zealand's extinct birds
  • TerraNature page on Moa
  • Tree of Life classification and references Diarsipkan 2020-12-05 di Wayback Machine.
  • Big Bird´s Last Stand Diarsipkan 2006-05-10 di Wayback Machine.
Pengidentifikasi takson
Dinornithiformes
  • Wikidata: Q452969
  • Wikispecies: Dinornithiformes
  • BOLD: 751501
  • EoL: 4433427
  • IRMNG: 10316
  • NCBI: 8808
  • NZOR: a8c35225-5f72-4c82-8a08-ef7b88fe5104
  • Paleobiology Database: 39294
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Jepang
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pachyornis
  2. Euryapteryx
  3. Emeus
  4. Anomalopteryx
  5. Dinornis
  6. Megalapteryx
  7. Referensi
  8. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026