Moa dataran tinggi sebuah spesies moa punah yang endemik dari Selandia Baru. Moa adalah hewan ratite, yaitu pengelompokan burung yang tidak mampu untuk terbang dan tidak memiliki lunas di sternum-nya. Spesies ini menjadi spesies moa terakhir yang punah, lenyap sekitar 1500 SM, dan sebelumnya umum ditemukan di lingkungan gunung dan sub-gunung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Moa dataran tinggi Rentang waktu: Pleistosen-Holosen | |
|---|---|
| Kerangka terpajang dari Gua Bukit Sarang Madu, Koleksi Te Papa | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Infrakelas: | Palaeognathae |
| Klad: | Notopalaeognathae |
| Ordo: | †Dinornithiformes |
| Famili: | †Megalapterygidae Bunce et al., 2009 |
| Genus: | †Megalapteryx Haast 1886[2] |
| Spesies: | †M. didinus |
| Nama binomial | |
| †Megalapteryx didinus | |
| Sinonim | |
|
list
| |
Moa dataran tinggi (Megalapteryx didinus) sebuah spesies moa punah yang endemik dari Selandia Baru. Moa adalah hewan ratite, yaitu pengelompokan burung yang tidak mampu untuk terbang dan tidak memiliki lunas (semacam tulang pipih) di sternum-nya. Spesies ini menjadi spesies moa terakhir yang punah, lenyap sekitar 1500 SM, dan sebelumnya umum ditemukan di lingkungan gunung dan sub-gunung.[4]