Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Masjid Raya Al-Mubaraq

Masjid Raya Al-Mubaraq merupakan masjid tua yang berada di Pulau Karimun. Masjid ini berada di Kelurahan Meral, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Masjid bersejarah ini didirikan oleh Raja Abdullah bin Raja Ahmad Engku Tuah, yang pada saat itu menjabat sebagai Penasehat Kerajaan Riau.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Masjid Raya Al-Mubaraq
Masjid Raya Al-Mubaraq
Agama
AfiliasiIslam
Lokasi
LokasiMeral Kota, Kec. Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau 29664
Koordinat0°59′35″N 103°23′47″E / 0.9930009343344062°N 103.3963432512716°E / 0.9930009343344062; 103.3963432512716
Arsitektur
GayaArsitektur campuran Melayu dan kolonial
Didirikan1301 Hijriah/1883 Masehi
Spesifikasi
Kapasitas200 jamaah
Lebar100 meter
Kubah1


Masjid Raya Al-Mubaraq merupakan masjid tua yang berada di Pulau Karimun. Masjid ini berada di Kelurahan Meral, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Masjid bersejarah ini didirikan oleh Raja Abdullah bin Raja Ahmad Engku Tuah, yang pada saat itu menjabat sebagai Penasehat Kerajaan Riau.[1]

Pembangunan masjid ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Raja Abdullah sebagai amir, yakni wakil Kerajaan Pulau Penyengat Sri Indra Sakti yang saat itu menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau. Seiring berjalannya waktu, pihak kerajaan melihat Karimun memiliki posisi yang strategis dari segi ekonomi maupun politik.[1]

Kemudian kerajaan mengutus perwakilan yang dikirim untuk meninjau kawasan Karimun. Hingga kemudian Raja Abdullah dipercaya untuk memimpin wilayah tersebut sebagai amir yang berkuasa atas wilayah yang meliputi Karimun, Moro, Kundur, serta Pulau Kateman di wilayah Indragiri.[1]

Sejarah

Awal keberadaan Masjid Raya Al-Mubaraq ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Islam di Pulau Karimun, serta perjalanan Meral yang awalnya merupakan sebuah perkampungan (Kampung Meral). Kisah ini juga berkaitan erat dengan dinamika pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga di Karimun dan pulau-pulau di sekitarnya setelah Perang Karimun berakhir pada 18 November 1827.[2]

Perang tersebut pada satu sisi merupakan sebuah peristiwa kelam yang dipicu oleh persaingan Inggris dan Belanda dalam menentukan suksesi kekuasaan di wilayah Riau-Lingga, Johor dan Pahang. Kondisi itu menimbulkan konflik berkepanjangan hingga melahirkan dua pusat kesultanan di Singapura dan Lingga. Hal ini diperparah dengan bunyi pasal 12 Traktat London 1824, yang kemudian menjadi sumber ketegangan tersembunyi di kawasan tersebut. Namun di balik peristiwa itu, perang tersebut justru membuka jalan bagi dua fase pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga di wilayah Karimun, yang memiliki peran penting dalam memunculkan simbol-simbol penting penyebaran Islam di Meral.[2]

Masjid Raya Al-Mubaraq menjadi salah satu simbol syiar Islam yang penting, dan menjadi peninggalan sejarah zaman kerajaan Riau-Lingga di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, dan kini masih berfungsi dan terawat dengan baik.[2]

Tahun pembangunan masjid

Masjid ini bertarikh 1301 Hijriah, bersamaan dengan tarikh 1883 Masehi. Terdapat bukti tertulis mengenai tahun masjid ini, yakni: angka tahun yang dicantum pada kaligrafi haddis dalam lingkaran bermahkota yang menghiasi corak gunungan diatas ‘pintu gerbang’ mimbar tua berukir yang ada di mihrab Masjid Raya Al-Mubaraq. Lafas hadis tersebut menurut hasil pembacaan oleh Ali Akbar “Juam’ata lah, sanah 1301, yang artinya, “apabila khatib telah naik minbar hendaknya tidak ada seorang pun yang berbicara ; barangsiapa berbicara, sia sialah ibadahnya dan barang siapa yang sia-sia ibadahnya, tak ada ibadah jumat baginya”. Sanah 1301.[3]

Makna angka sanah 1301 ini merujuk pada tarikh pembangunan masjid jika disandingkan dengan angka sanah yang terdapat pada kaligrafi kedua di atas pintu masuk teras masjid bagian selatan. Selain itu, juga terdapat informasi dalam bahasa Arab, yakni: hadza al-masjid al-Mubaraq Engku Raja Haji Abdullah, sanah 1301, yang artinya: Ini al Masjid al Mubaraq Engku Raja Haji Abdullah, dibangun tahun 1301 bertepatan dengan tahun 1883.[3]

Bangunan Masjid

Menurut sumber tipologi masjid bersejarah, pembangunan Masjid Raya Al-Mubaraq menggunakan material batu bata yang berasal dari pabrik batu bata di Pulau Buru, pulau di seberangnya. Batu bata dari kawasan Pulau Buru tersebut juga digunakan untuk mendirikan Masjid Raja Haji Abdul Ghani di Pulau Buru, Kecamatan Buru.[4]

Arsitektur bangunan awal Masjid Raya Al-Mubaraq menampilkan perpaduan arsitektur campuran, tetapi tetap menonjolkan karakter arsitektur masjid Melayu tradisional.[4]

Pada area pintu masuk, terdapat ukiran ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa masjid ini berdiri atas dasar keimanan serta ketakwaan.[1]

Pada bagian dalam masjid, terdapat empat tiang yang berdiri tegak dan kokoh. Keempat tiang tersebut melambangkan sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.[1]

Pada mimbar masjid, arsitekturnya dirancang dengan sentuhan seni ala Turki dan Eropa, namun tetap memuat unsur budaya Melayu seperti motif pucuk rebung. Mimbar ini hanya boleh dinaiki oleh ulama atau tokoh agama yang dianggap layak dengan keilmuan dan kedudukannya.[1]

Masjid Al-Mubaraq masih aktif dan sangat terawat, dan hingga saat ini mampu menampung hingga 200 jemaah.[1]

Renovasi pada masjid

Pada perkembangannya, Masjid Raya Al-Mubaraq telah mengalami renovasi pada bagian sayap kanan dan kiri masjid. Walaupun telah direnovasi, namun arsitektur masjid tetap mengedepankan gaya arsitektur Melayu sehingga tetap memiliki ciri khas Melayu yang kental.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Mengenal Lebih Dekat Masjid Al Mubaraq, Masjid Tertua di Karimun dan Sejarahnya". Tribunbatam.id. Diakses tanggal 2025-11-23.
  2. 1 2 3 "Sistem Informasi Masjid". simas.kemenag.go.id. Diakses tanggal 2025-11-23.
  3. 1 2 admin (2022-07-22). "MASJID RAYA AL MUBARAQ "MASJID TUA BERSEJARAH"". Diakses tanggal 2025-11-23.
  4. 1 2 MelayuPedia. "Masjid Al-Mubarak, Bangunan Bersejarah Syiar Islam Abad ke-17 di Pulau Karimun - melayupedia.com". www.melayupedia.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-11-23. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Tahun pembangunan masjid
  3. Bangunan Masjid
  4. Renovasi pada masjid
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Muhammad Amin Al-Banjari

Ulama Banjar

Tarmizi Abbas

Ulama Indonesia

Daftar tempat wisata di Kepulauan Riau

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026