Lumba-lumba sisi-putih pasifik adalah spesies lumba-lumba laut yang hidup di perairan Samudra Pasifik bagian utara. Spesies ini dikenal karena perilakunya yang aktif dan sering melompat, serta warna tubuhnya yang mencolok dengan sisi tubuh putih dan punggung gelap.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lumba-lumba sisi-putih pasifik | |
|---|---|
| Ukuran dibandingkan dengan manusia rata-rata | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Artiodactyla |
| Infraordo: | Cetacea |
| Famili: | Delphinidae |
| Genus: | Lagenorhynchus |
| Spesies: | L. obliquidens |
| Nama binomial | |
| Lagenorhynchus obliquidens (Gill, 1865) | |
| Sebaran spesies | |
Lumba-lumba sisi-putih pasifik (Lagenorhynchus obliquidens) adalah spesies lumba-lumba laut yang hidup di perairan Samudra Pasifik bagian utara. Spesies ini dikenal karena perilakunya yang aktif dan sering melompat, serta warna tubuhnya yang mencolok dengan sisi tubuh putih dan punggung gelap.
Lumba-lumba sisi-putih pasifik memiliki panjang tubuh antara 1,8 hingga 2,5 meter dan berat antara 150 hingga 200 kg. Ciri khasnya adalah warna putih pada sisi tubuh yang kontras dengan punggung abu-abu tua hingga hitam. Moncongnya pendek dan tumpul, dan spesies ini tidak memiliki paruh yang mencolok seperti lumba-lumba biasa.[4]
Spesies ini ditemukan di perairan pesisir dan laut terbuka Samudra Pasifik Utara, mulai dari perairan lepas Baja California di selatan, hingga Teluk Alaska dan Laut Okhotsk di utara, bahkan sampai ke perairan Jepang dan Kepulauan Kuril.[5]
Lumba-lumba ini dikenal sangat sosial dan sering terlihat dalam kelompok besar, kadang hingga ratusan ekor. Mereka sering berenang bersama kapal, melompat di permukaan air, dan melakukan aktivitas akrobatik. Mereka juga dapat ditemukan bersama spesies cetacea lain seperti paus pembunuh dan lumba-lumba umum.
Makanan utama lumba-lumba ini terdiri dari ikan pelagis seperti herring, mackerel, capelin, serta cumi-cumi dan krustasea. Mereka berburu secara kooperatif dalam kelompok menggunakan teknik pengepungan dan pengusiran.
Musim kawin terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Betina melahirkan satu anak setelah masa kehamilan sekitar 12 bulan. Anak disapih sekitar usia satu tahun dan mencapai kematangan seksual antara usia 7–10 tahun.
Menurut IUCN, Lumba-lumba sisi-putih pasifik berstatus Risiko Rendah (Least Concern). Namun demikian, mereka menghadapi ancaman dari:
Di masa lalu, spesies ini ditangkap dalam jumlah besar oleh perikanan Jepang. Kini perlindungan meningkat di banyak wilayah.[6]