Louis Martin dan Azélie-Marie "Zélie" Guérin Martin adalah seorang pasangan Katolik Prancis dan orangtua dari lima biarawati, termasuk Thérèse dari Lisieux, seorang Karmelit yang dikanonisasi oleh Gereja Katolik pada 1925, dan kakaknya Léonie Martin, seorang Suster Visitasi yang diangkat menjadi Pelayan Tuhan pada 2015. Pada tahun yang sama, pasangan tersebut menjadi pasangan pertama dalam sejarah Katolik yang dikanonisasikan bersama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Louis Joseph Aloys Stanislaus Martin | |
|---|---|
| Lahir | Louis Joseph Aloys Stanislaus Martin (1823-08-22)22 Agustus 1823 Bordeaux, Gironde, Kerajaan Prancis |
| Meninggal | 29 Juli 1894(1894-07-29) (umur 70) Arnières-sur-Iton, Eure, Prancis |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma |
| Beatifikasi | 19 Oktober 2008, Basilique de Sainte-Thérèse, Prancis oleh Paus Benediktus XVI |
| Kanonisasi | 18 Oktober 2015, Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan oleh Paus Fransiskus |
| Pesta | 12 Juli |
Azélie-Marie Guérin Martin | |
|---|---|
| Lahir | Azélie-Marie Guérin (1831-12-23)23 Desember 1831 Gandelain, Orne, Kerajaan Prancis |
| Meninggal | 28 Agustus 1877(1877-08-28) (umur 45) Alençon, Orne, Prancis |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma |
| Beatifikasi | 19 Oktober 2008, Basilique de Sainte-Thérèse, Prancis oleh Paus Benediktus XVI |
| Kanonisasi | 18 Oktober 2015, Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan oleh Paus Fransiskus |
| Pesta | 12 Juli |
Louis Martin (22 Agustus 1823 – 29 Juli 1894) dan Azélie-Marie "Zélie" Guérin Martin (23 Desember 1831 – 28 Agustus 1877) adalah seorang pasangan Katolik Prancis dan orangtua dari lima biarawati, termasuk Thérèse dari Lisieux, seorang Karmelit yang dikanonisasi oleh Gereja Katolik pada 1925, dan kakaknya Léonie Martin, seorang Suster Visitasi yang diangkat menjadi Pelayan Tuhan pada 2015. Pada tahun yang sama, pasangan tersebut menjadi pasangan pertama dalam sejarah Katolik yang dikanonisasikan bersama.[1]