Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hamba Allah

Pelayan Tuhan, disebut juga Hamba Tuhan atau Hamba Allah, adalah gelar yang diberikan kepada seorang individu dalam berbagai agama; dan secara umum adalah orang yang diyakini memiliki kesalehan dalam imannya. Pada Gereja Katolik, secara khusus, gelar tersebut menunjuk kepada seseorang yang memasuki tahap penyelidikan oleh Gereja untuk kemungkinan kesucian. Di gereja-gereja Ortodoks Timur, istilah ini mengacu pada setiap orang Kristen Orthodoks Timur.

Gelar yang diberikan kepada seseorang yang memasuki tahap pertama dalam proses kanonisasi (penggelaran kudus)
Diperbarui 8 Juni 2018

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hamba Allah (bahasa Latin: Servus Deicode: la is deprecated , bahasa Inggris: Servant of Godcode: en is deprecated ; disebut juga Hamba Tuhan atau Pelayan Tuhan) adalah gelar yang diberikan kepada seorang individu dalam berbagai agama; dan secara umum adalah orang yang diyakini memiliki kesalehan dalam imannya. Pada Gereja Katolik, secara khusus, gelar tersebut menunjuk kepada seseorang yang memasuki tahap penyelidikan oleh Gereja untuk kemungkinan kesucian. Di gereja-gereja Ortodoks Timur, istilah ini mengacu pada setiap orang Kristen Orthodoks Timur.

Gereja Katolik

Proses kanonisasi dimulai di keuskupan setempat. Uskup (atau ordinaris) tidaklah menentukan, tetapi membuka kesempatan penyelidikan terhadap calon 'para kudus' (santo/santa) itu, yaitu dalam hal kebajikannya, sebagai tanggapan dari permohonan umat / kaum beriman. Penyelidikan umumnya dimulai setelah 5 tahun orang tersebut meninggal dunia; walau untuk kasus tertentu Paus dapat mempercepat proses ini, contohnya dalam kasus Bunda Teresa dan Paus Yohanes Paulus II. Saat Tribunal Keuskupan secara resmi membuka proses kanonisasi dan uskup menandatangani dekret untuk membuka penyelidikan, maka sejak saat itu sang calon dapat disebut Pelayan Tuhan (Latin: Servus Dei).

Untuk proses selanjutnya, uskup akan menunjuk seorang postulator (biasanya berasal dari tarekat yang sama dengan calon jikalau calon berasal dari kalangan biarawan atau biarawati). Postulator bertugas untuk mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan tentang kehidupan sang "Pelayan Tuhan", dan kemudian dibuat laporan (positio) untuk dipresentasikan kepada Kuria Roma (dalam hal ini yang berwenang adalah Kongregasi Penggelaran Kudus atau Congregation for the Causes of Saints—sebelum 8 Mei 1969 namanya adalah Sacred Congregation for Rites).

Sebelum dapat diajukan ke Paus dan memasuki tahap kedua (Venerabilis), positio tersebut harus mendapat persetujuan dari komite para sejarawan ahli dan juga komite para teolog ahli dari Kongregasi Penggelaran Kudus. Kemudian diadakan penggalian makam untuk pemeriksaan jenazah sang Pelayan Tuhan (seandainya makam atau jenazahnya masih ada).

Lihat pula

  • Kanonisasi
  • Kongregasi Penggelaran Kudus
  • Daftar santo
  • Santo pelindung

Pranala luar

  • (Indonesia) Tay, Stefanus dan Ingrid (2012). Kriteris seorang diberi gelar Santo/Santa. katolisitas.org.
  • (Inggris) IOANNES PAULUS PP II (1983). Apostolic Constitution Divinus Perfectionis Magister. Libreria Editrice Vaticana - Holy See.
  • (Inggris) Cardinal José Saraiva Martins, C.M.F. New Procedures in The Rite of Beatification. Congregation for the Causes of Saints - Holy See.
  • (Inggris) Knight, Kevin. Beatification and Canonization. New Advent.
Tahapan Kanonisasi dalam Gereja Katolik
  Hamba Allah   →   Venerabilis   →   Beatifikasi   →   Santo/Santa  

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Gereja Katolik
  2. Lihat pula
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Kanonisasi

sebuah proses menjadikan seseorang menjadi santo dan melibatkan pembuktian bahwa kandidat telah menjalani hidup yang layak menjadi santo

Paus Yohanes Paulus I

Paus Gereja Katolik Roma Ke-263

Paus Paulus VI

Paus Gereja Katolik Roma Ke-262

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026