Pada tanggal 8 Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost terpilih menjadi Paus. Ia mengadopsi versi modifikasi dari lambang kepausan dan motto yang sama yang ia gunakan saat menjabat sebagai kardinal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa en:wiki. (Mei 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
| Lambang Paus Leo XIV | |
|---|---|
| Detail | |
| Pemangku | Paus Leo XIV |
| Digunakan sejak | 2025 |
| Semboyan | In illo Uno unumcode: la is deprecated (Latin untuk 'Dalam Kristus yang satu, kita adalah satu') |

Pada tanggal 8 Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost terpilih menjadi Paus. Ia mengadopsi versi modifikasi dari lambang kepausan dan motto yang sama yang ia gunakan saat menjabat sebagai kardinal.
Perisai ini menggambarkan devosi Paus terhadap Yesus, Maria, dan Gereja. Perisai ini juga mencerminkan keterkaitannya dengan Ordo Santo Agustinus.[butuh rujukan]
Perisai ini dibagi menjadi dua bagian, yang menggambarkan dua lambang:[1][2]
Bagian atas memiliki latar belakang biru dengan sebuah fleur-de-lis putih, melambangkan Perawan Maria.
Bagian bawah memiliki latar belakang terang dan menggambarkan sebuah hati merah yang tertusuk oleh sebuah panah, terletak di atas sebuah buku tertutup. Imaji ini terinspirasi oleh Santo Agustinus, yang menggambarkan bagaimana Sabda Allah menembus hatinya, simbol dari pertobatannya.
Lambang kepausan ini juga mencakup simbol-simbol tradisional kepausan:[1]
Sebuah mitra (penutup kepala liturgis),
Dua kunci yang bersilangan di belakang perisai.
Secara tradisional, lambang seorang Paus dihiasi secara eksternal hanya dengan tiara kepausan bertingkat tiga dengan lappet dan kunci Santo Petrus yang bersilangan dengan tali. Tiara melambangkan peran otoritas Paus, sementara kunci melambangkan kuasa untuk melepaskan dan mengikat di Surga seperti di bumi.[3] Lambang Paus Leo XIV mempertahankan simbol kunci, tetapi mengganti tiara (seperti yang juga dilakukan oleh para pendahulunya Fransiskus dan Benediktus XVI) dengan sebuah mitra bertiga garis.
Tiara dan kunci tetap menjadi simbol kepausan dan muncul pada lambang Tahta Suci serta (dalam bentuk terbalik) pada bendera Kota Vatikan.
Moto dalam bahasa Latin adalah In illo Uno unumcode: la is deprecated , yang berarti "Dalam Yang Esa, kita adalah satu". Moto ini diambil dari tulisan Santo Agustinus dan mengungkapkan gagasan bahwa umat Kristiani dipersatukan dalam Yesus Kristus.[1][2][4]
Lambang ini mencerminkan keinginan Paus Leo XIV untuk mempromosikan kasih kepada Yesus, penghormatan kepada Maria, dan persatuan dalam Gereja. Lambang ini mewujudkan iman serta warisan spiritualnya sebagai seorang Agustinian.[1][2]