Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kuil A-Ma

Kuil A-Má adalah sebuah kuil yang didedikasikan untuk Dewi Laut Tiongkok, Mazu, yang terletak di São Lourenço, Makau, Tiongkok. Dibangun pada tahun 1488, kuil ini merupakan salah satu kuil tertua di Makau dan diyakini sebagai asal-usul dari nama Macau untuk daerah tersebut.

kuil di Imperium Portugis
Diperbarui 1 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kuil A-Ma
Kuil A-Má
媽閣廟
A-Má Temple, Macau
Informasi umum
LokasiBarra, Makau
KotaMacau
NegaraMacau
Selesai dibangun1488
Kuil A-Ma

Main Hall
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 媽閣廟code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 妈阁庙code: zh is deprecated
Makna harfiah: Kuil Paviliun Ibu
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Mā Gé Miào
Min Nan
- Romanisasi POJ: Má Koh Biō
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Mā Gok Miuh
- Jyutping: maa1 gok3 miu6
Nama Portugis
Portugis: Templo de A-Má

Kuil A-Má adalah sebuah kuil yang didedikasikan untuk Dewi Laut Tiongkok, Mazu, yang terletak di São Lourenço, Makau, Tiongkok. Dibangun pada tahun 1488, kuil ini merupakan salah satu kuil tertua di Makau dan diyakini sebagai asal-usul dari nama Macau untuk daerah tersebut.

Sejarah

Nama Macau diyakini berasal dari nama kuil ini. Lihat Hokkien Hanzi: 阿媽; Pe̍h-ōe-jī: a-má; harfiah: 'nenek; wanita tua'; Cantonese Hanzi: 阿媽; Jyutping: aa3 maa5; Yale (Bahasa Kanton): a máh; harfiah: 'sebuah julukan Bahasa Fujian dewa laut Matsu (媽祖)'. Menurut cerita yang beredar, pada saat pelaut Portugis mendarat di pantai di luar kuil dan menanyakan nama tempat tersebut, penduduk setempat menjawab A-maa-gok (Cantonese Hanzi: 阿媽閣; Jyutping: aa3 maa5 gok3; Yale (Bahasa Kanton): a máh gok; harfiah: 'Pavililun dewa laut Matsu (媽祖)'; Hokkien Hanzi: 阿媽閣; Pe̍h-ōe-jī: A-má Koh; harfiah: 'Pelataran Ornamen Nenek') atau Maa-gok (Cantonese Hanzi: 媽閣; Jyutping: maa5 gok3; Yale (Bahasa Kanton): máh gok; harfiah: 'Pavilion Ibu'). Orang Portugis kemudian menamai semenanjung tersebut dengan berbagai bentuk sepanjang abad-abad, seperti "Amacão", "Ama Cuão", "amaquan", "Amacao", "Amacuão", "Amaquão", "Amangão", "Amagão", "Amaquam", kemudian huruf awal ⟨A⟩ dihilangkan dalam Bahasa Portugis kemungkinan karena kesalahpahaman dengan Portugis: a, har. 'menuju; ke; di; pada'code: pt is deprecated yang menghasilkan bentuk-bentuk berikut: "Macão", "Macao", "Macau", "Maquão", "Maçhoam", "Machoam".[1] Kuil ini dijelaskan dengan baik dalam teks-teks Tiongkok kuno serta digambarkan dalam lukisan-lukisan yang terkait dengan Macao. Kuil ini juga merupakan salah satu pemandangan pertama yang difoto di Macao.

Pada tahun 2005, kuil ini menjadi salah satu situs yang ditetapkan dalam Historic Centre of Macau, Situs Warisan Dunia UNESCO.

Arsitektur

Kuil ini terdiri dari enam bagian utama:[2] Paviliun Gerbang, Gerbang Peringatan, Ruang Doa, Ruang Kebaikan (bagian tertua dari kuil), Ruang Guanyin, Zhengjiao Chanlin - Paviliun Buddha.

Galeri

  • Sebuah lukisan abad ke-19 yang menggambarkan fasad Kuil A-Ma karya arsitek dan seniman Inggris Thomas Allom
    Sebuah lukisan abad ke-19 yang menggambarkan fasad Kuil A-Ma karya arsitek dan seniman Inggris Thomas Allom
  • Pintu masuk utama Kuil A-Ma
    Pintu masuk utama Kuil A-Ma
  • Tanda Warisan Dunia
    Tanda Warisan Dunia
  • Ruangan Doa
    Ruangan Doa
  • Balai Kebajikan
    Balai Kebajikan
  • Kuil Buddha Zhengjiao Chanlin
    Kuil Buddha Zhengjiao Chanlin

Referensi

  1. ↑ "Hakka and Macau" (dalam bahasa Chinese). Diarsipkan dari asli tanggal 13 January 2008. Diakses tanggal 2008-01-02. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ "A-Ma Temple". Wondermondo. 14 November 2014.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Arsitektur
  3. Galeri
  4. Referensi

Artikel Terkait

Nagapattinam

penting dalam masa-masa tersebut. Nagapattinam diduduki oleh Portugis dan kemudian Belanda yang di bawahnya berfungsi sebagai ibu kota Koromandel Belanda dari

Imperium Jepang

kekaisaran di wilayah Asia-Pasifik dari 1868 hingga 1947

Sriwijaya

Kerajaan 671-1025 di Asia Tenggara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026