Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Koplo

Musik koplo atau dikenal juga Dangdut koplo adalah sebuah sub aliran dalam musik dangdut. Dengan ciri khas irama yang cepat dari gendangnya. Aliran ini dipopulerkan oleh grup musik orkes melayu atau yang biasa disingkat dengan OM. Grup musik ini merajai pentas panggung rakyat di pulau Jawa, terutama di daerah Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, serta Banten.

subgenre dangdut
Diperbarui 27 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Koplo
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Koplo" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Koplo
Penampilan koplo Happy Asmara di Pare, Kediri.
Sumber aliran
  • Dangdut
  • Rock-dangdut
  • Pop
  • Hard rock
  • Glam metal
  • Congdut
  • Kendhang-kempul Banyuwangi
  • Jaranan
  • Rock
  • Ska
  • Reggae
  • Hip hop
  • EDM
  • Jaipong
Sumber kebudayaanDekade 1990-an (wilayah Pantura Jawa Timur)
Alat musik yang biasa digunakan
  • Gendang
  • Drum set
  • Suling
  • Tamborin
  • Gitar (akustik atau elektrik)
  • Piano
Genre campuran (fusion)
  • Reggae-dangdut
  • Pop koplo
  • Jaranan dangdut (Jandhut)
Kecapi, seruling dan sitar pada relief Borobudur, foto ca 1890
Musik dari Indonesia
  • Garis waktu
  • Contoh
Jenis
  • Klasik
  • Daerah
  • Tradisional
  • Jazz
  • Hip hop
  • Pop
  • Rok
  • R&B
  • Keroncong
  • Dangdut
Bentuk khusus
Jawa
  • Kidung
  • Tembang
  • Langgam
  • Gamelan
  • Angklung
  • Calung
  • Campursari
  • Tarling
  • Musik tegalan
  • Kecapi suling
  • Gambang
  • Jaranan dangdut
Bali
  • Genggong
  • Rindik
  • Ceng ceng
  • Guntang
  • Gamelan Bali
  • Kecak
Sumatra
  • Zapin
Kalimantan
  • Sapeh
  • Katambung
  • Sampe
Sulawesi
  • Kolintang
Nusa Tenggara Timur
  • Sasando
Maluku
  • Tifa
  • Kulintang
Papua
  • Triton
  • Fuu
  • Tifa
  • Krambi
  • Pikon
Media dan pertunjukan
Penghargaan musik
  • Anugerah Musik Indonesia
  • Anugerah Planet Muzik
  • Penghargaan MTV Indonesia
  • Billboard Indonesia Music Awards
  • Indonesian Dangdut Awards
Tangga musik
  • Billboard Indonesia Top 100
Festival musik
  • Java Jazz Festival
  • Java Rockin'Land
  • Java Soulnation
  • Java Soundsfair
  • Jazz Goes To Campus
  • Jazz Gunung
  • Rock In Solo
  • Ngayogjazz
  • We the Fest
  • Djakarta Warehouse Project
  • Ultra Bali
  • Sunny Side Up Tropical Festival
  • Synchronize Festival
  • The 90s Festival
  • Joyland Festival
  • Hammersonic Festival
Media musik
Billboard Indonesia
Rolling Stone Indonesia
MTV Indonesia
Musik nasional
Lagu kebangsaan
"Indonesia Raya"
Musik daerah
Bentuk lokal
  • Musik Ambon
  • Musik Bali
  • Musik Jawa
  • Musik Melayu
  • Musik Minang
  • Musik Sunda
Daerah lain
Daftar lagu daerah Indonesia
  • l
  • b
  • s

Musik koplo atau dikenal juga Dangdut koplo adalah sebuah sub aliran dalam musik dangdut.[1][2][3] Dengan ciri khas irama yang cepat dari gendangnya. Aliran ini dipopulerkan oleh grup musik orkes melayu atau yang biasa disingkat dengan OM.[4] Grup musik ini merajai pentas panggung rakyat di pulau Jawa, terutama di daerah Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, serta Banten.

Awal mula

Pada era tahun 2000-an seiring dengan kejenuhan musik dangdut yang asli, maka di awal era ini musisi di wilayah Jawa Timur di daerah pesisir Pantura mulai mengembangkan jenis musik dangdut baru yang disebut dengan musik koplo.[5][6][7]

Musik koplo merupakan mutasi dari musik dangdut setelah era Congdut yang bertambah kental irama tradisionalnya ditambah dengan masuknya unsur seni musik kendang kempul yang merupakan seni musik dari daerah Banyuwangi dan irama tradisional lainya seperti Jaranan, Gamelan dan Jaipongan pengaruh dari musik Sunda.[6][8][9][10][11]

Perkembangan

Penampilan koplo oleh Tasya Rosmala.

Dangdut Koplo lahir di Indonesia lahir pada tahun 2000an yang dipromotori oleh kelompok-kelompok musik Jawa Timur. Namun saat itu masih belum menasional seperti sekarang ini. 2 tahun kemudian, variasi atau cabang baru bagi musik Dangdut ini semakin fenomenal, setelah area kekuasaannya meluas ke beberapa wilayah seperti di DI Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah lainnya.

Salah satu hal yang membuat genre ini sukses dalam memperlebar daerah kekuasannya adalah VCD bajakan yang begitu mudah dan murah didapatkan masyarakat sebagai alternatif hiburan masyarakat dari VCD original artis-artis nasional yang dinilai kurang ekonomis. Kesuksesan VCD bajakan tersebut juga dibarengi dengan fenomena "Goyang Ngebor" Inul Daratista.

Fenomena itulah yang sebenarnya membuat popularitas Dangdut Koplo semakin meningkat di se-antero Indonesia. Apalagi setelah kontroversi "Goyang Ngebor" milik Inul Daratista itu tercium oleh beberapa media-media televisi swasta nasional. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia semakin mengenal Dangdut Koplo dan juga Inul itu sendiri.

Namun, popularitas koplo tidak berkurang. Koplo semakin berkembang menjadi bentuk turunan yang lebih mudah diakses yang dikenal sebagai pop-koplo dengan memasukkan gaya musik musik pop dan gaya busana yang banyak dipengaruhi oleh K-Pop. Artis koplo gelombang baru juga menikmati popularitas YouTube dan media sosial lainnya.

Artis yang mengusung pop koplo antara lain Via Vallen, Nella Kharisma, Siti Badriah, dan Ayu Ting Ting hingga Happy Asmara. Lagu hit Via Vallen "Sayang" secara khas menggunakan elemenreggaeton dan rap dan ketukan gendang koplo dimainkan hanya selama chorus dan bridge, membatasi sensibilitas pop generik generasi muda.[12]

Koplo dan senimannya dianggap menikmati masa keemasan di penghujung 2010-an. Hingga Maret 2021, video musik lagu Siti Badriah "Lagi Syantik" telah ditonton lebih dari 635 juta kali di YouTube. Via Vallen dengan "Meraih Bintang", sebuah lagu pop dengan unsur dangdut, untuk lagu tema resmi Asian Games 2018. Pada 2020, Happy Asmara merilis "Apakah Itu Cinta" yang juga mendapat sambutan baik dan mendapat popularitas di YouTube.

Aliran ini dipopulerkan oleh grup musik orkes melayu (OM) seperti Adella, Monata, New Pallapa, Sagita, Sera, dan Sonata.[13]

Kontroversi

Penyanyi koplo di Yogyakarta.

Fenomena "Goyang Ngebor" milik Inul Daratista menjadi fenomena yang paling terkenal. Tapi, fenomena itu bukan berarti tak ada masalah. Sang Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama adalah seniman Dangdut senior pertama yang nyata-nyata menentang Inul karena goyangannya tersebut.[14][15]

Penentangan Rhoma terhadap aksi Inul dan beberapa tokoh dangdut lain ternyata mendapat sambutan dari para pembela Inul. Baik itu masyarakat umum atau para seniman Indonesia lain dengan bahkan melibatkan pakar hukum. Sejak itulah pro-kontra terhadap Inul menjadi sorotan di media-media di Indonesia bahkan Internasional, salah satunya BBC News.

Pro-kontra dan kontroversi itu ternyata semakin mempopulerkan Inul itu sendiri, Dangdut Koplo dan artis-artis Dangdut lain. Munculnya Inul tersebut diikuti oleh munculnya artis-artis pendatang baru yang juga membawa identitas goyangan, seperti "Goyang Ngecor" milik Uut Permatasari dan "Goyang Patah-patah" milik Anisa Bahar.

Referensi

  1. ↑ Susanto, Gatut; Anggraini, Raisha; Mashuri, Imam; Putri, Ardhana Reswari Diyah; Nurichsania, Nina Amalia (2025-12-24). BIPA Tingkat Lanjut Bahasa Indonesia 5 Bagi Penutur Asing. Media Nusa Creative (MNC Publishing). hlm. 68–69. ISBN 978-602-462-440-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Liputan6.com (2023-08-12). "Awal Mula Musik Dangdut Koplo yang Kini Makin Disukai Anak Muda". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-16. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  3. ↑ Buana, Arlian. "Dangdut Koplo, Puncak Evolusi Dangdut". tirto.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-16.
  4. ↑ Tambunan, Shuri Mariasih Gietty (2023-05-27). Proceedings of the fourth Asia-Pacific Research in Social Sciences and Humanities, Arts and Humanities Stream (AHS-APRISH 2019) (dalam bahasa Inggris). Springer Nature. hlm. 527–528. ISBN 978-2-38476-058-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Weintraub, Andrew N. (2013). "The Sound and Spectacle of Dangdut Koplo: Genre and Counter-Genre in East Java, Indonesia". Asian Music (dalam bahasa Inggris). 44 (2): 160–194. doi:10.1353/amu.2013.0019. ISSN 0044-9202. JSTOR 24256937.
  6. 1 2 Setiaji, Denis (2017). "Tinjauan Karakteristik Dangdut Koplo Sebagai Perkembangan Genre Musik Dangdut". Handep. 1 (1). doi:10.33652/handep.v1i1.13.
  7. ↑ "Sejarah Dangdut Koplo di Indonesia Ternyata Bermula di Jawa Timur". Kompas.com. 2022-06-20. Diakses tanggal 2025-06-11.
  8. ↑ "Musik Dangdut: sejarah sosial dan musik popular Indoesia". perpusnas.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-30. Diakses tanggal 29 Maret 2017.
  9. ↑ "LPS Kerek Suku Bunga Penjaminan". ekonomi. Diakses tanggal 2026-02-05.
  10. ↑ "Asal Usul Dangdut Koplo". Diakses tanggal 2026-02-05.
  11. ↑ "Dangdut Koplo dan Jejak Tradisi Lokal". Diakses tanggal 2026-02-05.
  12. ↑ Putra, Muhammad Andika (2018-03-22). "Riwayat Lagu 'Sayang': dari Jepang, Taiwan hingga Via Vallen". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2025-06-11.
  13. ↑ Nanda Syafira (13 Juni 2023). "6 Orkes Musik Dangdut di Jatim dari OM Monata hingga Adella". Detik.com. Diakses tanggal 2025-12-28.
  14. ↑ Amzy, Nurulfatmi; Pramudita, Pandu; Pratama, D. (2019). Dangdut and the Concept of Khamr: Hermeneutic Analysis of Dangdut Koplo Performance. 1st Workshop on Environmental Science, Society, and Technology, WESTECH 2018 (dalam bahasa Inggris). doi:10.4108/eai.8-12-2018.2283847.
  15. ↑ "Inul diboikot sesama artis | BBC Indonesian". www.bbc.co.uk. Diakses tanggal 2025-06-11.

Pranala luar

  • (Inggris) Project Pop Makes Dangdut Hip! Diarsipkan 2013-08-27 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Awal mula
  2. Perkembangan
  3. Kontroversi
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Dangdut

genre musik populer rakyat asal Indonesia

Funkot

aliran musik

Pancaran Sinar Petromak

Mahasiswa, dan Drakula. OM PSP dapat dianggap sebagai pelopor dangdut humor, subgenre yang masih disukai hingga sekarang. Para personel OM PSP beberapa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026