Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kontraksi panjang

Kontraksi panjang adalah fenomena memendeknya sebuah objek yang diukur oleh pengamat yang sedang bergerak pada kecepatan bukan nol relatif terhadap objek tersebut. Kontraksi ini biasanya hanya dapat dilihat ketika mendekati kecepatan cahaya. Kontraksi panjang hanya terlihat pada arah yang paralel terhadap arah gerak benda teramati. Efek ini hampir tidak terlihat pada kecepatan sehari-hari dan diabaikan untuk semua kegiatan umum. Hanya pada kecepatan sangat tinggi baru efek ini dapat teramati. Pada kecepatan 13.400.000 m/s kontraksi panjangnya adalah 99.9% dari panjang saat diam; pada kecepatan 42.300.000 m/s, panjangnya masih 99%. Ketika semakin mendekati kecepatan cahaya, maka efeknya semakin kelihatan, seperti pada rumus:

Wikipedia article
Diperbarui 25 Januari 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kontraksi panjang
Relativitas khusus
Garis dunia: sebuah gambaran diagram dari ruang waktu
  • Prinsip relativitas
  • Teori relativitas
  • Relativitas khusus ganda
  • Relativitas khusus invarian de Sitter
  • Relativitas umum
Dasar
  • Simultanitas
  • Relativitas simultanitas
  • Gerakan relatif
  • Kerangka acuan
  • Kerangka acuan inersia
  • Kerangka diam
  • Kerangka pusat momentum
  • Laju cahaya
  • Persamaan Maxwell
  • Transformasi Lorentz
Konsekuensi
  • Dilasi waktu
  • Dilasi waktu gravitasi
  • Massa relativistik
  • Ekuivalensi massa–energi
  • Kontraksi panjang
  • Relativitas simultanitas
  • Efek Doppler relativistik
  • Presesi Thomas
  • Cakram relativistik
  • Paradoks pesawat luar angkasa Bell
  • Paradoks Ehrenfest
Ruang waktu
  • Ruang waktu Minkowski
  • Garis dunia
  • Diagram ruang waktu
  • Kerucut cahaya
Dinamika
  • Waktu wajar
  • Massa wajar
  • Skalar Lorentz
  • Momentum empat
  • Sejarah
  • Pendahulu
  • Relativitas Galileo
  • Transformasi Galileo
  • Teori eter
Orang-orang
  • Einstein
  • Sommerfeld
  • Michelson
  • Morley
  • FitzGerald
  • Herglotz
  • Lorentz
  • Poincaré
  • Minkowski
  • Fizeau
  • Abraham
  • Born
  • Planck
  • von Laue
  • Ehrenfest
  • Tolman
  • Dirac
Perumusan alternatif
relativitas khusus
  • l
  • b
  • s

Kontraksi panjang adalah fenomena memendeknya sebuah objek yang diukur oleh pengamat yang sedang bergerak pada kecepatan bukan nol relatif terhadap objek tersebut. Kontraksi ini (resminya adalah kontraksi Lorentz atau kontraksi Lorentz–FitzGerald dari Hendrik Lorentz dan George FitzGerald) biasanya hanya dapat dilihat ketika mendekati kecepatan cahaya. Kontraksi panjang hanya terlihat pada arah yang paralel terhadap arah gerak benda teramati. Efek ini hampir tidak terlihat pada kecepatan sehari-hari dan diabaikan untuk semua kegiatan umum. Hanya pada kecepatan sangat tinggi baru efek ini dapat teramati. Pada kecepatan 13.400.000 m/s (30 juta mph, 0.0447c) kontraksi panjangnya adalah 99.9% dari panjang saat diam; pada kecepatan 42.300.000 m/s (95 juta mph, 0.141c), panjangnya masih 99%. Ketika semakin mendekati kecepatan cahaya, maka efeknya semakin kelihatan, seperti pada rumus:

L = L 0 γ ( v ) = L 0 1 − v 2 / c 2 {\displaystyle L={\frac {L_{0}}{\gamma (v)}}=L_{0}{\sqrt {1-v^{2}/c^{2}}}} {\displaystyle L={\frac {L_{0}}{\gamma (v)}}=L_{0}{\sqrt {1-v^{2}/c^{2}}}}

yang mana

L0 adalah panjang diam (panjang objek ketika diam),
L adalah panjang yang dilihat pengamat pada gerak relatif terhadap objek,
v adalah kecepatan relatif antara pengamat dan benda bergerak,
c adalah kecepatan cahaya,

dan faktor Lorentz, γ(v), didefinisikan dengan

γ ( v ) ≡ 1 1 − v 2 / c 2   {\displaystyle \gamma (v)\equiv {\frac {1}{\sqrt {1-v^{2}/c^{2}}}}\ } {\displaystyle \gamma (v)\equiv {\frac {1}{\sqrt {1-v^{2}/c^{2}}}}\ }.

Dalam persamaan ini diasumsikan bahwa objek paralel dengan garis perpindahannya. Untuk pengamat dengan gerak relatif, panjang objek diukur dengan mengurangkan secara simultan jarak kedua ujung objek. Untuk konversi yang lebih umum, lihat transformasi Lorentz. Pengamat pada keadaan diam melihat objek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan melihat panjang objek tersebut mendekati nol.

Sejarah

Artikel utama: Sejarah relativitas khusus

Kontraksi panjang didalilkan oleh George FitzGerald (1889) dan Hendrik Antoon Lorentz (1892) untuk menjelaskan hasil negatif dari percobaan Michelson–Morley dan untuk menyelamatkan hipotesis eter statis (hipotesis kontraksi Lorentz–FitzGerald).[1][2] Meskipun FitzGerald dan Lorentz keduanya menyinggung deformasi yang terjadi pada medan elektrostatik yang bergerak (dinamai "Heaviside-Ellipsoid" dari Oliver Heaviside, yang menurunkan deformasi ini dari teori elektromagnetik pada tahun 1888), kontraksi panjang dianggap sebagai hipotesis ad hoc, karena pada saat itu tidak ada alasan yang cukup untuk mengasumsikan bahwa gaya intermolekul berperilaku sama dengan gaya elektromagnetik. Pada tahun 1897 Joseph Larmor mengembangkan model di mana semua gaya dianggap sebagai berasal dari elektromagnetisme, dan kontraksi panjang tampaknya merupakan konsekuensi langsung dari model ini. Namun Henri Poincaré (1905) menunjukkan bahwa gaya elektromagnetik saja tidak bisa menjelaskan kestabilan elektron. Jadi dia memperkenalkan hipotesis ad hoc lainnya: gaya pengikat non-listrik (tegangan Poincaré) untuk memastikan kestabilan elektron, memberikan penjelasan dinamis mengenai kontraksi panjang, dan menyembunyikan gerakan eter statis.[3]

Kemudian, Albert Einstein (1905) menjadi orang pertama[3] yang sepenuhnya menghapus sifat ad hoc dari hipotesis kontraksi, dengan mendemonstrasikan bahwa kontraksi ini tidak memerlukan gerakan melalui eter sebagaimana yang sebelumnya diduga, melainkan bisa dijelaskan menggunakan relativitas khusus, yang mengubah pandangan kita mengenai ruang, waktu, dan simultanitas.[4] Pandangan Einstein dijelaskan lebih lanjut oleh Hermann Minkowski, yang mendemonstrasikan interpretasi geometris dari semua efek relativistik dengan memperkenalkan konsep ruang waktu empat dimensinya.[5]

Referensi

  1. ↑ FitzGerald, George Francis (1889), "The Ether and the Earth's Atmosphere" , Science, 13 (328): 390, Bibcode:1889Sci....13..390F, doi:10.1126/science.ns-13.328.390, PMID 17819387
  2. ↑ Lorentz, Hendrik Antoon (1892), "The Relative Motion of the Earth and the Aether" , Zittingsverlag Akad. V. Wet., 1: 74–79
  3. 1 2 Pais, Abraham (1982), Subtle is the Lord: The Science and the Life of Albert Einstein, New York: Oxford University Press, ISBN 0-19-520438-7
  4. ↑ Einstein, Albert (1905a), "Zur Elektrodynamik bewegter Körper" (PDF), Annalen der Physik, 322 (10): 891–921, Bibcode:1905AnP...322..891E, doi:10.1002/andp.19053221004. Lihat pula: terjemahan bahasa Inggris.
  5. ↑ Minkowski, Hermann (1909), "Raum und Zeit" , Physikalische Zeitschrift, 10: 75–88

Pranala luar

  • Physics FAQ: Can You See the Lorentz–Fitzgerald Contraction? Or: Penrose-Terrell Rotation; The Barn and the Pole
  • l
  • b
  • s
Relativitas
Relativitas
khusus
Latar belakang
  • Prinsip relativitas (Relativitas Galileo
  • Transformasi Galileo)
  • Relativitas khusus
Konsep-konsep
dasar
  • Kerangka acuan
  • Kecepatan cahaya
  • Ortogonalitas hiperbolis
  • Kepesatan
  • Persamaan Maxwell
  • Panjang wajar
  • Waktu wajar
  • Massa relativistik
Perumusan
  • Transformasi Lorentz
Fenomena
  • Dilasi waktu
  • Ekuivalensi massa–energi
  • Kontraksi panjang
  • Relativitas simultanitas
  • Efek Doppler relativistik
  • Presesi Thomas
  • Paradoks tangga
  • Paradoks kembar
Ruang waktu
  • Kerucut cahaya
  • Garis dunia
  • Diagram Minkowski
  • Bikuaternion
  • Ruang Minkowski
Relativitas
umum
Latar belakang
  • Pengantar
  • Perumusan matematis
Konsep-konsep
dasar
  • Prinsip ekuivalensi
  • Geometri Riemann
  • Diagram Penrose
  • Geodesik
  • Prinsip Mach
Perumusan
  • Gravitasi terlinear
  • Perumusan ADM
  • Perumusan BSSN
  • Persamaan Ernst
  • Persamaan Hamilton–Jacobi–Einstein
  • Persamaan medan Einstein
  • Perumusan pasca-Newton
  • Persamaan Raychaudhuri
Fenomena
  • Lubang hitam
  • Horizon peristiwa
  • Singularitas
  • Masalah dua-benda
  • Gelombang gravitasi: astronomi
  • pendeteksi (LIGO dan kolaborasi
  • Virgo
  • LISA Pathfinder
  • GEO)
  • Biner Hulse–Taylor
  • Uji coba lainnya: presesi Merkurius
  • lensa
  • pergeseran merah
  • penundaan Shapiro
  • penyeretan kerangka / efek geodetik (presesi Lense–Thirring)
  • larik waktu pulsar
Teori
lanjutan
  • Teori Brans–Dicke
  • Kaluza–Klein
  • Gravitasi kuantum
Penyelesaian
  • Kosmologis: Friedmann–Lemaître–Robertson–Walker (persamaan Friedmann)
  • Kasner
  • Singularitas BKL
  • Gödel
  • Milne
  • Sferis: Schwarzschild (interior
  • Persamaan Tolman–Oppenheimer–Volkoff)
  • Reissner–Nordström
  • Lemaître–Tolman
  • Aksisimetris: Kerr (Kerr–Newman)
  • Weyl−Lewis−Papapetrou
  • Taub–NUT
  • debu van Stockum
  • cakram
  • Lain-lain: gelombang-pp
  • metrik Ozsváth–Schücking
Ilmuwan
  • Poincaré
  • Lorentz
  • Einstein
  • Hilbert
  • Schwarzschild
  • de Sitter
  • Weyl
  • Eddington
  • Friedmann
  • Lemaître
  • Milne
  • Robertson
  • Chandrasekhar
  • Zwicky
  • Wheeler
  • Choquet-Bruhat
  • Kerr
  • Zel'dovich
  • Novikov
  • Ehlers
  • Geroch
  • Penrose
  • Hawking
  • Taylor
  • Hulse
  • Bondi
  • Misner
  • Yau
  • Thorne
  • Weiss
  • lain-lain
  • Category Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Otot

jaringan tubuh berfungsi menggerakkan tulang

Diagram Minkowski

mempermudah pemahaman mengenai fenomena-fenomena seperti dilasi waktu dan kontraksi panjang tanpa menggunakan persamaan-persamaan matematika. Diagram Minkowski

Relativitas khusus

teori fisika mengenai hubungan antara ruang dan waktu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026