Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Teori Kaluza–Klein

Teori Kaluza–Klein adalah model yang mencoba menyatukan gaya gravitasi dengan elektromagnetisme dengan mengusulkan bahwa alam semesta tidak hanya memiliki tiga dimensi, tetapi lima dimensi yang terdiri dari empat dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Teori ini pertama kali diusulkan pada tahun 1921 oleh matematikawan Theodor Kaluza. Ia menyadari bahwa relativitas umum Einstein dapat diterapkan pada alam semesta dengan lima dimensi, dan menemukan bahwa dengan adanya dimensi tambahan, terdapat persamaan tambahan, dan persamaan tersebut merupakan persamaan medan elektromagnetik yang ditemukan oleh James Clerk Maxwell pada abad ke-19. Maka ia berhasil merumuskan kerangka yang menyatukan relativitas umum Einstein dan persamaan elektromagnetik Maxwell.

Wikipedia article
Diperbarui 11 Maret 2021

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Teori Kaluza–Klein
Teori dawai
Objek fundamental
  • Dawai
  • Bran
  • Bran-D
Teori perturbatif
  • Bosonik
  • Superstring
  • Tipe I
  • Tipe II (IIA / IIB)
  • Heterotik (SO(32) · E8×E8)
Hasil non-perturbatif
  • Dualitas-S
  • Dualitas-T
  • Dualitas-U
  • Teori-M
  • Korespondensi AdS/CFT
Fenomologi
  • Fenomenologi
  • Kosmologi
  • Lanskap
Matematika
  • Simetri cermin
  • Monstrous moonshine
Konsep terkait
  • Teori bidang konformal
  • Prinsip holografik
  • Teori Kaluza–Klein
  • Gravitasi kuantum
  • Gravitasi super
  • Multiverse
  • Supersimetri
  • Teori segala sesuatu
  • Teori dawai twistor
Pencetus
  • Arkani-Hamed
  • Banks
  • Dijkgraaf
  • Duff
  • Fischler
  • Gates
  • Gliozzi
  • Green
  • Greene
  • Gross
  • Gubser
  • Harvey
  • Hořava
  • Kaku
  • Klebanov
  • Kontsevich
  • Maldacena
  • Mandelstam
  • Martinec
  • Minwalla
  • Moore
  • Motl
  • Nekrasov
  • Neveu
  • Olive
  • Polchinski
  • Polyakov
  • Randall
  • Ramond
  • Rohm
  • Scherk
  • Schwarz
  • Seiberg
  • Sen
  • Shenker
  • Sơn
  • Strominger
  • Sundrum
  • Susskind
  • 't Hooft
  • Townsend
  • Vafa
  • Veneziano
  • E. Verlinde
  • H. Verlinde
  • Witten
  • Yau
  • Zaslow
  • Sejarah
  • Glosarium
  • l
  • b
  • s

Teori Kaluza–Klein (teori KK) adalah model yang mencoba menyatukan gaya gravitasi dengan elektromagnetisme dengan mengusulkan bahwa alam semesta tidak hanya memiliki tiga dimensi, tetapi lima dimensi yang terdiri dari empat dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Teori ini pertama kali diusulkan pada tahun 1921 oleh matematikawan Theodor Kaluza. Ia menyadari bahwa relativitas umum Einstein dapat diterapkan pada alam semesta dengan lima dimensi, dan menemukan bahwa dengan adanya dimensi tambahan, terdapat persamaan tambahan, dan persamaan tersebut merupakan persamaan medan elektromagnetik yang ditemukan oleh James Clerk Maxwell pada abad ke-19. Maka ia berhasil merumuskan kerangka yang menyatukan relativitas umum Einstein dan persamaan elektromagnetik Maxwell.

Pada tahun 1926, Oskar Klein mengusulkan bahwa dimensi ruang keempat berlingkar dalam sebuah lingkaran dengan jari-jari yang sangat kecil. Usulan ini menunjukkan bagaimana alam semesta dapat memiliki lebih dari tiga dimensi.

Namun, teori Kaluza-Klein tidak berhasil memasukkan elektron dalam permodelannya, dan teori ini mulai diperhatikan lagi setelah teori dawai dirumuskan karena teori tersebut membutuhkan keberadaan dimensi tambahan. Menurut teori M saat ini, terdapat sebelas dimensi ruangwaktu.

Rujukan

  • Nordström, Gunnar (1914). "Über die Möglichkeit, das elektromagnetische Feld und das Gravitationsfeld zu vereinigen". Physikalische Zeitschrift. 15: 504–506. OCLC 1762351.
  • Kaluza, Theodor (1921). "Zum Unitätsproblem in der Physik". Sitzungsber. Preuss. Akad. Wiss. Berlin. (Math. Phys.): 966–972. http://archive.org/details/sitzungsberichte1921preussi
  • Klein, Oskar (1926). "Quantentheorie und fünfdimensionale Relativitätstheorie". Zeitschrift für Physik A. 37 (12): 895–906. Bibcode:1926ZPhy...37..895K. doi:10.1007/BF01397481.
  • Witten, Edward (1981). "Search for a realistic Kaluza–Klein theory". Nuclear Physics B. 186 (3): 412–428. Bibcode:1981NuPhB.186..412W. doi:10.1016/0550-3213(81)90021-3.
  • Appelquist, Thomas (1987). Modern Kaluza–Klein Theories. Menlo Park, Cal.: Addison–Wesley. ISBN 0-201-09829-6. (Includes reprints of the above articles as well as those of other important papers relating to Kaluza–Klein theory.)
  • Brandenberger, Robert (1989). "Superstrings in the early universe". Nuclear Physics B. 316 (2): 391–410. Bibcode:1989NuPhB.316..391B. doi:10.1016/0550-3213(89)90037-0. ;
  • Duff, M. J. (1994). "Kaluza-Klein Theory in Perspective". Dalam Lindström, Ulf (ed.) (ed.). Proceedings of the Symposium ‘The Oskar Klein Centenary’. Singapore: World Scientific. hlm. 22–35. ISBN 981-02-2332-3.
  • Overduin, J. M. (1997). "Kaluza–Klein Gravity". Physics Reports. 283 (5): 303–378. arXiv:gr-qc/9805018. Bibcode:1997PhR...283..303O. doi:10.1016/S0370-1573(96)00046-4. ;
  • Wesson, Paul S. (1999). Space-Time-Matter, Modern Kaluza-Klein Theory. Singapore: World Scientific. ISBN 981-02-3588-7.
  • Wesson, Paul S. (2006). Five-Dimensional Physics: Classical and Quantum Consequences of Kaluza-Klein Cosmology. Singapore: World Scientific. ISBN 981-256-661-9.
Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Teori relativitas

Teori relativitas adalah teori yang membahas mengenai kecepatan dan percepatan yang diukur secara berbeda melalui kerangka acuan. Konsep dasar dari teori

Oskar Klein

sekarang paling dikenal atas persamaan Klein–Gordon dari mekanika kuantum relativistik, teori Kaluza–Klein, sebuah teori medan terpadu dari gravitasi dan elektromagnetisme

Teori-M

gagasan pemecahan masalah untuk teori segala sesuatu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026