Konfederasi Lanao adalah sebuah konfederasi legislatif dari empat negara bagian Maranao (pangampong), yakni Bayabao, Masiu, Unayan, dan Balo-i yang berpusat di sekitar Danau Lanao di tengah pulau Mindanao, Filipina. Konfederasi ini juga terkadang secara tidak tepat disebut sebagai Kesultanan Lanao.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konfederasi Lanao Pat a Pangampong sa Ranao | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1616–1903[a] atau 1935[b] | |||||||||||
Peta Konfederasi Lanao pada tahun 1616, setelah memisahkan diri dari Maguindanao. | |||||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | Maranao, Iranun, Maguindanaon, Rumpun bahasa Subanen | ||||||||||
| Agama | Islam Sunni | ||||||||||
| Demonim | Orang Maranao | ||||||||||
| Pemerintahan | Monarki konfederasi (1616–1935)[1][2] | ||||||||||
| Sultan | |||||||||||
• 1640 – ? | Balindong Bzar dari Masiu | ||||||||||
| Legislatif | Piyakambaya ko Taritib | ||||||||||
| Sejarah | |||||||||||
• Memisahkan diri dari Kesultanan Maguindanao | 1616 | ||||||||||
• bagian dari Provinsi Moro | 1 Juli 1903[1] | ||||||||||
• Bagian dari Lanao (provinsi) | 1914[1] | ||||||||||
• Konfederasi monarki yang tidak diakui oleh Persemakmuran Filipina | 1935[1][2] | ||||||||||
| |||||||||||
| Sekarang bagian dari | Filipina | ||||||||||
Konfederasi Lanao (Maranao: Pat a Pangampong sa Ranao, "Empat Negara Bagian Lanao") adalah sebuah konfederasi legislatif dari empat negara bagian Maranao (pangampong), yakni Bayabao, Masiu, Unayan, dan Balo-i yang berpusat di sekitar Danau Lanao di tengah pulau Mindanao, Filipina.[3] Konfederasi ini juga terkadang secara tidak tepat disebut sebagai Kesultanan Lanao.
Negara Konfederasi Lanao, khususnya kesultanan tiap negara bagiannya, masih terdapat di provinsi Lanao Selatan dan Lanao Utara.[4][5] Namun, semua keluarga kesultanan di Lanao tidak memiliki kekuasaan politik apa pun di Filipina.[6]
... President Manuel L. Quezon, the new President of the Commonwealth, declared that there would be no place for sultans and datus in the new regime and that the national laws would apply to Muslims and Christians equally...