Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kesultanan Maguindanao

Kesultanan Maguindanao adalah sebuah pemerintahan Melayu Islam yang memerintah sebagian Mindanao di Filipina selatan. Pengaruh kesultanan ini berkembang dari semenanjung Zamboanga ke teluk Sarangani. Pada masa keemasannya, kesultanan ini memerintah seluruh Mindanao dan juga pulau-pulau yang berdekatan.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kesultanan Maguindanao
Kesultanan Maguindanao

Kasultanan nu Magindanaw
كاسولتانن نو ماڬينداناو
1520–1905
Bendera Maguindanao
Bendera
Detil peta luas maksimal wilayah Kesultanan Maguindanao menurut berbagai akun
Detil peta luas maksimal wilayah Kesultanan Maguindanao menurut berbagai akun
Ibu kotaKuta Watu, Malabang
Bahasa yang umum digunakanBahasa Maguindanao, Bahasa Melayu, Bahasa Arab, Bahasa Iranun, Bahasa Maranao, Bahasa Kalagan, dan Bahasa Manobo
Agama
Islam
PemerintahanKerajaan mutlak
Sultan 
• 1520–1543
Muhammad Kabungsuwan(Pertama)
• 1926–1928
Sultan Mastura Qudarat III(Terahkir)
Era Sejarahzaman penjajahan spanyol
• Didirikan oleh Muhammad Kabungsuwan
1520
• Pembunuhan Datu Ali
1905
Mata uangBarter
Didahului oleh
Digantikan oleh
Filipina prasejarah
ksrKekaisaran
Brunei
Hindia Timur Spanyol
Sekarang bagian dari Filipina
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kesultanan Maguindanao adalah sebuah pemerintahan Melayu Islam yang memerintah sebagian Mindanao di Filipina selatan. Pengaruh kesultanan ini berkembang dari semenanjung Zamboanga ke teluk Sarangani. Pada masa keemasannya, kesultanan ini memerintah seluruh Mindanao dan juga pulau-pulau yang berdekatan.

Sejarah

Syarif Muhammad Kabungsuwan dari Johor memperkenalkan agama Islam di tanah ini pada abad ke-12. Ia kemudian menikah dengan puteri setempat dan mendirikan Kesultanan Maguindanao pada sekitar tahun 1203 hingga 1205. Kesultanan ini pada mulanya beribu kota di kawasan Cotabato. Kesultanan ini jatuh ke tangan Spanyol dan akhirnya menjadi sebagian dari Filipina.

Daftar penguasa Maguindanao

Berikut daftar penguasa Kesultanan Maguindanao, sbb.:[1][2]

  • Syarif Muhammad Kabungsuwan, k. 1515-1535
  • Syarif Maka-alang Saripada, k. 1535-1550
  • Datu Bangkaya, k. 1550-1565
  • Datu Dimasangcay Adel, k. 1565-1585
  • Datu Gugu Sarikula, k. 1585-1597
  • Kapitan Laut Buisan, k. 1597-1619
  • Sultan Muhammad Kudarat, k. 1619-1671
  • Sultan Dundang Tidulay, k. 1671-1675
  • Sultan Barahaman
  • Sultan Kaharuddin Kuda
  • Sultan Bayanul Anwar
  • Sultan Amiruddin Sadiq Manamir
  • Sultan Muhammad Tahiruddin
  • Sultan Muhammad Amiruddin Hamzah
  • Sultan Fakhruddin
  • Sultan Kibad Sahriyal
  • Sultan Kawasa Anwaruddin
  • Sultan Qudratullah Untong
  • Sultan Muhammad Makakwa
  • Sultan Wata

Lihat pula

  • Sejarah Filipina
  • Sejarah Nusantara

Referensi

  1. ↑ Isaac Donoso (2013). Historia cultural de la lengua española en Filipinas: ayer y hoy. Verbum Editorial. hlm. 200. ISBN 84-7962-813-8, 9788479628130.
  2. ↑ Syed, Muzaffar Husain; Akhtar, Syed Saud; Usmani, B.D. (2011). Concise History of Islam (Edisi tidak diringkas). Vij Books India Pvt Ltd. hlm. 329. ISBN 938257347X, 9789382573470.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Amerika Serikat


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Daftar penguasa Maguindanao
  3. Lihat pula
  4. Referensi

Artikel Terkait

Kesultanan Sulu

kerajaan di Asia Tenggara

Buisan

Sultan Buisan adalah penguasa keenam Kesultanan Maguindanao, yang memerintah antara 1597-1619. Ia kerap memerangi Spanyol dalam upayanya mengembangkan

Gugu Sarikula

Sultan Gugu Sarikula (ejaan alternatif: Salikula atau Salikura, memerintah 1585-1597) adalah sultan kelima Kesultanan Maguindanao di Filipina. Sarikula

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026