Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kerajaan Pamboang

Kerajaan Pamboang adalah sebuah kerajaan suku Mandar yang pernah berkuasa di daerah Mandar pada abad ke-16 Masehi. Pada abad ke-16 Masehi, Kerajaan Pamboang merupakan salah satu dari tujuh kerajaan yang tergabung dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga melalui Perjanjian Luyo. Dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga, Kerajaan Pamboang berkedudukan sebagai anggota persekutuan yang disimbolkan dengan status anak. Pada abad ke-16 Masehi, Islam menjadi agama resmi di Kerajaan Pamboang setelah Maraqdia Pamboang menjadi muslim dan diikuti oleh rakyat kerajaannya.

Wikipedia article
Diperbarui 3 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kerajaan Pamboang adalah sebuah kerajaan suku Mandar yang pernah berkuasa di daerah Mandar pada abad ke-16 Masehi.[1][2][3] Pada abad ke-16 Masehi, Kerajaan Pamboang merupakan salah satu dari tujuh kerajaan yang tergabung dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga melalui Perjanjian Luyo.[4][5] Dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga, Kerajaan Pamboang berkedudukan sebagai anggota persekutuan yang disimbolkan dengan status anak.[6] Pada abad ke-16 Masehi, Islam menjadi agama resmi di Kerajaan Pamboang setelah Maraqdia Pamboang menjadi muslim dan diikuti oleh rakyat kerajaannya.[7]

Wilayah kekuasaan

Kerajaan Pamboang merupakan salah satu kerajaan yang didirikan oleh suku Mandar.[1] Wilayah kekuasaan Kerajaan Banggae mencakup sebagian daerah Mandar di pantai bagian barat pulau Sulawesi yang pada masa Hindia Belanda termasuk wilayah Onderafdeling Majene.[2][3]

Persekutuan

Kerajaan Pamboang merupakan salah satu dari tujuh kerajaan yang tergabung dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga.[4] Persekutuan ini terbentuk pada abad ke-16 Masehi melalui Perjanjian Luyo yang disepakati oleh tujuh kerajaan yang terletak di pesisir pantai dan di muara sungai pada daerah Mandar.[5][8] Ketujuh kerajaan dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga adalah Kerajaan Pamboang, Kerajaan Banggae, Kerajaan Sendana, Kerajaan Tappalang, Kerajaan Mamuju, Kerajaan Balanipa, dan Kerajaan Binuang.[4] Nama Persekutuan Pitu Baqbana Binanga berarti persekutuan tujuh muara sungai atau persekutuan tujuh pesisir pantai yang mewakili lokasi dari ketujuh kerajaan yang membentuk persekutuannya. Tujuan pembentukan Persekutuan Pitu Baqbana Binanga untuk mencegah kerajaan-kerajaan yang berkuasa di luar daerah Mandar mengadakan penaklukan atas kerajaan-kerajaan dalam Persekutuan Pitu Baqbana.[8]

Dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga, Kerajaan Pamboang berkedudukan sebagai anggota persekutuan yang disimbolkan dengan status anak. Kerajaan yang menjadi ketua dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga adalah Kerajaan Balanipa yang disimbolkan dengan status ayah atau suami. Selain itu, Kerajaan Sendana menjadi wakil ketua persekutuan yang disimbolkan dengan status ibu atau istri.[6]

Keagamaan

Pada abad ke-16 Masehi, dua orang pendakwah dari pulau Jawa mendatangi wilayah Kerajaan Pamboang untuk berdakwah. Keduanya ialah Suryo Dilogo dan Zakaria.[9] Raja dari Kerajaan Pamboang yang disebut Maraqdia Pamboang tertarik dengan ajaran Islam yang diperlihatkan oleh kedua pendakwah terutama gerakan salat. Maraqdia Pamboang akhirnya menjadi muslim dan memerintahkan rakyat Kerajaan Pamboang untuk menjadi muslim.[7]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Rijal, dkk. 2019, hlm. 58.
  2. 1 2 Amir 2016, hlm. 29.
  3. 1 2 Rijal, dkk. 2019, hlm. 56.
  4. 1 2 3 Rijal, dkk. 2019, hlm. 35.
  5. 1 2 Rijal, dkk. 2019, hlm. 32.
  6. 1 2 Amir 2016, hlm. 33.
  7. 1 2 Faisal 2008, hlm. 31.
  8. 1 2 Amir 2016, hlm. 5.
  9. ↑ Faisal 2008, hlm. 30-31.

Daftar pustaka

  • Amir, Muhammad (2016). Muhtamar, Syafruddin (ed.). Penataan Mandar dalam Masa Kolonial Belanda 1905 - 1942 (PDF). Makassar: Arus Timur. ISBN 978-602-6350-00-8. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Faisal (2008). Arsitektur Mandar Sulawesi Barat (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. ISBN 978-602-8099-13-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Rijal, dkk. (2019). Machmury, Andri (ed.). Potensi Sejarah dan Budaya Mandar dalam Perspektif Pariwisata (PDF). Makassar: Politeknik Pariwisata Makassar. ISBN 978-602-51991-6-5. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Wilayah kekuasaan
  2. Persekutuan
  3. Keagamaan
  4. Referensi
  5. Catatan kaki
  6. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Suku Mandar

kelompok etnik di Indonesia

Bababulo, Pamboang, Majene

desa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat

Kabupaten Polewali Mandar

kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026