Kepanjenkidul adalah satu dari tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar. Letak kecamatan ini berada di tengah kota, sehingga pusat pemerintahan serta ikon-ikon dari Kota Blitar banyak yang berada di kecamatan ini. Beberapa di antaranya yaitu alun-alun, masjid agung, dan Stasiun Blitar serta fasilitas olahraga seperti Stadion Gelora Soeprijadi, Waterpark Sumber Udel, dan Sport Center Kota Blitar. Kepanjenkidul juga merupakan kecamatan paling utara di kota ini dan terdapat jalur menuju Nglegok (Penataran).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kepanjenkidul | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kota | Blitar | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Asrofi Romli, S.P. | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 45.730 jiwa | ||||
| Kode pos | 66111 - 66117 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.72.01 | ||||
| Kode BPS | 3572020 | ||||
| Luas | 10,50 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 7 | ||||
| |||||
Kepanjenkidul adalah satu dari tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar. Letak kecamatan ini berada di tengah kota, sehingga pusat pemerintahan serta ikon-ikon dari Kota Blitar banyak yang berada di kecamatan ini. Beberapa di antaranya yaitu alun-alun, masjid agung, dan Stasiun Blitar serta fasilitas olahraga seperti Stadion Gelora Soeprijadi, Waterpark Sumber Udel, dan Sport Center Kota Blitar. Kepanjenkidul juga merupakan kecamatan paling utara di kota ini dan terdapat jalur menuju Nglegok (Penataran).
Kecamatan ini memiliki jumlah kelurahan yang sama dengan kecamatan lainnya yaitu 7. Salah satunya yaitu Kelurahan Kepanjenkidul yang dijadikan nama kecamatan. Beberapa jalan raya penting di kecamatan ini di antaranya adalah Jalan Merdeka, Jalan Ciliwung, dan Jalan Mastrip.[1] Sedangkan beberapa pusat perbelanjaan yang ramai di Kepanjenkidul yaitu Pasar Pon, Pasar Templek, dan Blitar Square.[2]

Kepanjenkidul adalah kecamatan di Kota Blitar yang terletak di tengah. Seperti kecamatan lainnya di Kota Blitar, geografinya berupa dataran rendah. Wilayah kecamatan ini memanjang hingga ke utara di perbatasan Kecamatan Nglegok. Kelurahan di selatan seperti Kepanjenkidul dan Kepanjenlor letaknya berada di pusat kota sehingga didominasi kawasan urban. Sedangkan kelurahan di utara kecamatan seperti Ngadirejo dan Tanggung masih banyak ditemukan areal persawahan.[3]
Batas wilayah Kecamatan Kepanjenkidul adalah sebagai berikut:
| Utara | |
| Timur | Kecamatan Sananwetan |
| Selatan | Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Sananwetan |
| Barat | Kecamatan Sukorejo dan |
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 1982, batas administratif Kota Blitar mengalami perubahan dengan dimasukkannya desa dan kelurahan dari Kabupaten Blitar. Pada awalnya, wilayah Kota Blitar memiliki luas yang sangat kecil dan hanya memiliki satu kecamatan yaitu Kecamatan Kota Blitar. Beberapa kelurahan yang dimasukkan ke Kota Blitar di antaranya Kelurahan Ngadirejo dan Tanggung dari Kecamatan Nglegok. Kemudian kedua kelurahan tersebut digabungkan dengan 5 kelurahan yang telah ada di Kota Blitar untuk membentuk kecamatan baru yaitu Kepanjenkidul sehingga totalnya mencakup 7 kelurahan. Kecamatan Kepanjenkidul dibentuk bersamaan dengan Kecamatan Sananwetan dan Sukorejo.[4]
Kecamatan Kepanjenkidul terdiri dari 7 kelurahan, yang terbagi menjadi beberapa rukun warga dan rukun tetangga. Kelurahan tersebut yakni sebagai berikut:[5]
| No. | Nama Kelurahan | Jumlah RW | Jumlah RT | Jumlah penduduk (2023) | Nama Lingkungan / Dusun / Dukuh |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bendo | 9 | 29 | 6.462 | Bendo, Baderan, Sangut |
| 2 | Kauman | 9 | 30 | 6.744 | Kauman, Dawuhan |
| 3 | Kepanjenkidul | 14 | 47 | 7.983 | - |
| 4 | Kepanjenlor | 6 | 28 | 5.745 | - |
| 5 | Ngadirejo | 6 | 18 | 3.877 | Ngadirejo, Bangsongan |
| 6 | Sentul | 9 | 31 | 8.479 | Sentul, Jatimalang, Jurang Sembot |
| 7 | Tanggung | 11 | 33 | 6.444 | Tanggung, Badut, Santren |

