Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kejahatan alam

Kejahatan alam adalah kejahatan yang terjadi "tanpa entitas nonilahiah yang dapat dianggap bertanggung jawab secara moral atas kejadiannya" dan terutama berasal dari bekerjanya hukum alam. Teolog Kristen menolak definisi ini dan berpendapat bahwa kejahatan alam adalah akibat tidak langsung dari dosa asal seperti halnya kejahatan moral, meskipun kejahatan moral dipahami sebagai kejahatan yang "disebabkan oleh aktivitas manusia" secara langsung. Beberapa teolog bahkan berpendapat bahwa kejahatan alam secara langsung dilakukan oleh iblis. Penganut ateisme berpendapat bahwa eksistensi kejahatan alam bertentangan dengan kepercayaan terhadap sifat kemahabaikan, atau kemahakuasaan Tuhan atau dewa apa pun.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Februari 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bagian dari seri tentang
Filsafat agama
Konsep Keagamaan
  • Kehidupan akhirat
  • Apopatisme
  • Katafatisme
  • Eskatologi
  • Pencerahan
  • Perancangan cerdas
  • Keajaiban
  • Mistisisme
  • Keyakinan agama
  • Reinkarnasi
  • Iman beragama
  • Kitab Suci (teks agama)
  • Jiwa
  • Roh
  • Veto teologis
Tantangan
  • Egoisme etis
  • Dilema Euthyphro
  • Positivisme logis
  • Bahasa agama
  • Verifikasionisme
    • eskatologis
Masalah kejahatan
  • Teodisi
    • Agustinian
    • Irenaean
  • Terbaik dari semua kemungkinan dunia
  • Tiga serangkai tidak konsisten
  • Kejahatan alami
Tuhan
Konsepsi
  • Aristotelian
  • Brahman
  • Demiurge
  • Kesederhanaan Ilahi
  • Bentuk Kebaikan
  • Roh Kudus
  • Malteis
  • Pandeisme
  • Pribadi
  • Teologi proses
  • Jumlah bonus
  • Makhluk tertinggi
  • Penggerak yang tak digerakkan
Eksistensi
Argumen-argumen tentang
  • Kecantikan
  • Kristologis
    • Trilemma
    • Kebangkitan
  • Kesadaran
  • Kosmologis
    • kalām
    • kontingensi
    • metafisik
  • Gelar
  • Keinginan
  • Pengalaman
  • Pilihan eksistensial
  • Alam semesta yang disesuaikan
  • Cinta
  • Keajaiban
  • Moralitas
  • idealisme mistik
  • Hukum alam
  • Keberadaan yang diperlukan
    • Seddiqin
  • Nyayakusumanjali
  • Ontologis
    • Gödel
    • Modal
    • Anselmus
    • Mulla Sadra
    • Spinoza
  • Taruhan Pascal
  • Alasan
  • Reformasi
  • Teleologis
    • Desain cerdas
    • Hukum alam
    • Pembuat jam
      • Tempat barang rongsokan
  • Merek Dagang
  • Transendental
Argumen penentang
  • 747 gambit
  • Taruhan
  • Pencipta Tuhan
  • Dewa Jahat
  • Kehendak bebas
  • Neraka
  • Inconsistency
  • Nonbelief
  • Nonkognitivisme
  • Paradoks mahakuasa
  • Desain yang buruk
  • Teko Russell
Menurut agama
  • Abrahamik
    • Bahá'í
    • Kristen
    • Islam
    • Yudaisme
    • Mormonisme
    • Mandaeisme
  • Buddhisme
  • Hindu
  • Jainisme
  • Sikhisme
  • Wicca
Teori agama
  • Akosmisme
  • Agnostisisme
  • Animisme
  • Antiagama
  • Ateisme
  • Kreasionisme
  • Dharma
  • Deisme
  • Teori perintah Ilahi
  • Dualisme
  • Esoterisme
  • Eksklusivisme
  • Eksistensialisme
    • agnostik
    • ateis
    • Kristen
  • Feminis
  • Fundamentalisme
  • Gnostisisme
  • Henoteisme
  • Humanisme
    • Kristen
    • keagamaan
    • sekuler
  • Inklusivisme
  • Monisme
  • Monotisme
  • Mistisisme
  • Naturalisme
    • humanistik
    • metafisik
    • keagamaan
  • Zaman baru
  • Nondualisme
  • Nonteisme
  • Pandeisme
  • Panenteisme
  • Panteisme
  • Perenialisme
  • Politeisme
  • Proses
  • Spiritualisme
  • Perdukunan
  • Taoik
  • Teisme
  • Transendentalisme
Filsuf agama
Ateis / agnostik
  • Epicurus
  • Hume
  • Nietzsche
  • Harris
  • Critchley
  • Singer
  • Quine
  • Dennett
  • Camus
  • Sartre
  • de Beauvoir
  • Russell
  • Mill
  • Marx
  • Lucretius
  • Heraclitus
  • Rand
  • Foucault
  • Searle
  • Goldstein
  • Schopenhauer
  • Drange
  • Draper
  • Kenny
  • Hecht
  • Michael Martin
Buddha
  • Nagarjuna
  • Vasubandhu
  • Buddhaghosa
  • Dignāga
  • Dharmakirti
  • Jayatilleke
  • Premasiri
  • Ñāṇavīra
  • Nakamura
  • Nishitani
  • Nishida
  • Damien Keown
  • David Loy
  • Evan Thompson
  • Smith
  • Westerhoff
  • Garfield
Kristen
  • Adams
  • Alston
  • Aquinas
  • Agustinus
  • Bell
  • Brümmer
  • Burns
  • Caird
  • Craig
  • Dalferth
  • Eliade
  • Evans
  • Gamwell
  • Heidegger
  • Hick
  • Kierkegaard
  • Kretzmann
  • Leftow
  • McCabe
  • McIntyre
  • Merricks
  • Miceli
  • Moser
  • Newman
  • Otto
  • Paley
  • Schaeffer
  • de Silva
  • Smith
  • Stewart
  • Swinburne
  • Taliaferro
  • Tamer
  • Thiselton
  • Ward
  • White
  • Wiebe
  • Wollaston
  • Yandell
Islam
  • al-Amiri
  • al-Attas
  • Ibnu Rusyd
  • Ibnu Sina
  • Badawi
  • Brethren of Purity
  • Damad
  • al-Farabi
  • al-Ghazali
  • Ibn Arabi
  • Ibn Bajjah
  • Ibn Masarra
  • Ibnu Miskawaih
  • M. Iqbal
  • al-Kindi
  • Nasr
  • Ramadan
  • al-Razi
  • Sadra
  • al-Shahrastani
  • Shariati
  • Suhrawardi
  • Shaykh Tusi
  • Waliullah
Yahudi
  • Buber
  • Heschel
  • Maimonides
  • Mendelssohn
  • Schwarzschild
  • Soloveitchik
  • Spinoza
Hindu
  • Adi Shankara
  • Ramanuja
  • Madhvacharya
  • Udayana
  • Kumārila Bhaṭṭa
  • Vācaspati Miśra
  • Jayanta Bhatta
  • Abhinavagupta
  • Raghunatha Siromani
  • Sri Aurobindo
  • Ramana Maharshi
  • J. Krishnamurti
  • Radhakrishnan
  • BK Matilal
  • KC Bhattacharya
Others
  • Almaas
  • Anderson
  • Emmet
  • Esaulov
  • Ferré
  • Forman
  • Glogau
  • Hartshorne
  • Hatano
  • Hatcher
  • Klostermaier
  • Kvanvig
  • Martinich
  • Meltzer
  • Runzo
  • Smart
  • Vallicella
  • Zank
  • Zimmerman
Topik terkait
  • Kritik terhadap agama
  • Etika dalam agama
  • Eksegesis
  • Iman dan rasionalitas
  • Sejarah agama
  • Agama dan sains
  • Filsafat agama
  • Teologi
Indeks artikel filsafat agama
  • l
  • b
  • s

Kejahatan alam (bahasa Inggris: natural evilcode: en is deprecated ) adalah kejahatan yang terjadi "tanpa entitas nonilahiah yang dapat dianggap bertanggung jawab secara moral atas kejadiannya" dan terutama berasal dari bekerjanya hukum alam.[1] Teolog Kristen menolak definisi ini dan berpendapat bahwa kejahatan alam adalah akibat tidak langsung dari dosa asal seperti halnya kejahatan moral, meskipun kejahatan moral dipahami sebagai kejahatan yang "disebabkan oleh aktivitas manusia" secara langsung.[2] Beberapa teolog bahkan berpendapat bahwa kejahatan alam secara langsung dilakukan oleh iblis.[3] Penganut ateisme berpendapat bahwa eksistensi kejahatan alam bertentangan dengan kepercayaan terhadap sifat kemahabaikan, atau kemahakuasaan Tuhan atau dewa apa pun.[4]

Referensi

  1. ↑ Trakakis, Nick. "The Evidential Problem of Evil". The Internet Encyclopedia of Philosophy (IEP).
  2. ↑ "The Problem of Evil". princeton.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-24. Diakses tanggal 2021-12-16.
  3. ↑ Boyd, Gregory A. (2001). Satan and the Problem of Evil: Constructing a Trinitarian Warfare Theodicy. Downers Grove: InterVarsity Press. hlm. 248. ISBN 978-0830815500.
  4. ↑ Michael Martin, Atheism: A Philosophical Justification (Temple University Press, 1992), 412.


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Masalah kejahatan

Masalah kejahatan, atau dikenal juga sebagai masalah penderitaan, merupakan pertanyaan filosofis perihal bagaimana menyelaraskan eksistensi kejahatan dan

Kejahatan Korporasi

Dalam kriminologi, kejahatan korporasi mengacu pada kejahatan yang dilakukan baik oleh perusahaan (yaitu, entitas bisnis yang memiliki kepribadian hukum

Jepang

negara di Asia Timur

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026